in , ,

Ayam Bakar Kilisuci Kediri, Murah Namun Mewah

Redam Lapar dengan Lezatnya Ayam Bakar Kilisuci Kediri

Kenikmatan ragam sajian olahan ayam memang sulit ditolak. Apalagi bicara soal ayam bakar, bumbu khasnya jelas ampuh bikin air liur menetes. Nah, jika Teman Traveler sedang liburan di Kediri, wajib mampir ke Ayam Bakar Kilisuci.

Baca juga : Pilihan Kuliner di Gejayan Jogja, Habis Jalan ke Museum Affandi Langsung Mampir Sini!

Beda dari ayam bakar biasa, Ayam Bakar Kilisuci punya rasa khas yang bikin nagih. Sekali mencicipi, dijamin langsung ketagihan dan enggan berpaling ke ayam bakar lain. Penasaran? Yuk, simak ulasannya.

Dekat Simpang Lima

Proses memasak ayam bakar (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Ayam Bakar Kilisuci beralamat di Jalan Airlangga. Tempatnya berada area strategis Kota Tahu. Buat Teman Traveler yang berangkat dari Hutan Kota Joyoboyo dan mengarah ke monumen Simpang Lima Gumul, tempat makan ini sangat mudah ditemukan.

Saya sendiri tak sengaja menemukan kedai Kilisuci. Ketika sedang melintas, tercium aroma asap pembakaran yang nikmat. Alhasil, saya buru-buru memutar balik kendaraan dan mampir ke sini. Kebetulan perjalanan jauh membuat perut saya keroncongan.

Sibuk Ladeni Pesanan

Dapurnya mengusung konsep terbuka (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Begitu sampai, saya langsung beranjak menuju meja pesanan. Kala itu kondisi warung tidak terlalu ramai, namun semua pramusaji tampak begitu sibuk. Rupanya mereka sedang mempersiapkan ratusan kotak ayam bakar untuk pesanan.

Area warung didominasi warna biru (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Tanpa pikir panjang, saya lantas memesan ayam kampung bakar dan segelas es teh. Begitu semua dicatat, saya langsung bergegas memilih tempat duduk.

Warung ini juga menerima pesanan kotak (c) Mei Indriani Travelingyuk

Jika diperhatikan warung ini ini sejatinya menempati sebuah rumah kuno. Beberapa kamar tanpa pintu dan ruang tamu disulap menjadi area makan dengan konsep lesehan. Sementara itu, di area teras terdapat meja makan lengkap dengan kursi, berdampingan dengan meja kasir.

Ayam sedang dibakar (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Dapurnya sendiri mengusung konsep terbuka. Pengunjung bisa melihat semua proses, mulai dari persiapan hingga penggorengan dan pembakaran ayam.

Meski warungnya cukup sederhana, saya sendiri merasa cukup nyaman ketika menunggu pesanan dipersiapkan. Area parkirnya luas. Ada banyak meja makan, cukup buat Teman Traveler yang berniat membawa keluarga bersantap di sini. Menjelang malam, kunjungan pelanggan biasanya makin ramai, termasuk para pengemudi ojek online.

Rasanya Sungguh Menggoda

Sajian Ayam Bakar Kilisuci (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Dalam hitungan menit pesanan saya terhidang di atas meja dan siap dinikmati. Aroma wangi bumbu dan warna merah kecoklatan pada permukaan daging ayam sungguh nampak sangat menggoda. Tanpa sadar, rasa lapar pun semakin membuncah.

Dagingnya terasa empuk ketika digigit. Mudah lepas dari tulang, cocok disantap semua usia, bahkan anak kecil sekalipun. Dalam sekejap, lidah saya merasakan banyak perpaduan rasa. Asin, manis, dan gurih dari bumbunya benar-benar terasa pas. Sambalnya juga sangat cocok ketika dicocol dengan potongan daging ayam dan nasi.

Dijamin Tak Mengecewakan

Ayam Bakar Kilisuci (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Tak salah rasanya saya memilih Ayam Bakar Kilisuci untuk meredam lapar kali ini. Harganya cukup terjangkau untuk sajian ayam kampung. Tak heran jika tempat makan ini banyak mendapat review positif di dunia maya. Banyak yang menyebutnya sebagai rumah makan murah dengan rasa mewah.

Nah, buat Teman Traveler yang ingin menikmati sajian enak ini, langsung saja meluncur ke Kediri. Melipir ke kawasan Monumen Simpang Lima Gumul dan kalian dijamin takkan kecewa. Selamat mencoba

ramadan
Kopi Kembang Malang

Kopi Kembang Malang, Penuh Bunga di Tiap Sudutnya

Pose Breakfast ala Jamie Chua, Bisa Jadi Referensi Bagi Pecinta Foto