in , ,

Coban Sriti, Lebih Aman Lewat Jalur Baru

Mengagumi Pesona Coban Sriti di Kawasan Lumajang

Lumajang punya cukup banyak potensi alam mempesona, terlebih di kawasan sekitar lereng Gunung Semeru. Salah satu yang kerap jadi tujuan favorit wisatawan adalah wilayah Kecamatan Pronojiwo. Daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang ini punya banyak destinasi alam memikat. Salah satu yang sempat saya kunjungi baru-baru ini adalah Coban Sriti.

Baca juga : Nasi Kapau Uni Lis, Menu khas Bukittinggi untuk Makan Siang

Coban Sriti sebelumnya memang sudah terkenal tawarkan pemandangan indah. Namun sayang, akses menuju sana cukup sulit dan lumayan berbahaya. Untungnya, dalam kunjungan terakhir saya sudah ada jalur baru yang relatif lebih aman. Seperti apa? Yuk, simak cerita saya selengkapnya Teman Traveler.

Berangkat dari Malang

img_20190827_080300_Ifb.jpg
Menikmati keindahan coban dari kejauhan (c) Prasetia Bhayu/Travelingyuk

Bersama seorang kawan, saya berangkat dari Malang sekitar pukul 11.00. Kami menempuh jarak sekitar 60 kilometer untuk menuju wilayah Pronojiwo. Setelah melintasi jalanan aspal sekitar dua jam, kami akhirnya sampai di tujuan.

Oh ya Teman Traveler, jalanan menuju Pronojiwo cukup berkelok-kelok dan naik turun. Wajar saja, lantaran daerah ini berada di lereng pegunungan Semeru. Selain itu ada banyak truk pengangkut pasir melintas, jadi sebaiknya kalian berhati-hati ya.

Menyusuri Perkebunan Warga

img_20190827_074601_y8n.jpg
Jalur baru dengan pagar pengaman (c) Prasetia Bhayu/Travelingyuk

Menuju pintu masuk Coban Sriti cukup mudah Teman Traveler. Kalian cukup arahkan kendaraan ke pertigaan setelah Jembatan Pronojiwo, lalu lanjutkan dengan belok ke arah selatan. Dari sini kalian tinggal mengikuti petunjuk yang ada hingga sampai ke area parkir. Jangan lupa siapkan uang sekitar Rp7.500-an untuk tiket masuk per orang, sudah termasuk biaya parkir kok.

Setelah sempat istirahat sejenak dan mengisi perut, kami lantas mulai berjalan menuju air terjun. Mula-mula kami melintasi area perkebunan salak milik warga sekitar, dilanjutkan dengan melipir di tebing dengan pembatas pagar bambu.

Tak berapa lama, kami disambut ratusan kalong. Memang cukup unik Teman Traveler. Jika kalong umumnya beraktivitas malam hari, di sini hewan tersebut justru aktif di siang bolong.

Lebih Aman

Coban Sriti
Keindahan Air Terjun Sriti (c) Prasetia Bhayu/Travelingyuk

Begitu sampai di dekat aliran Sungai Glidik, airnya terlihat coklat. Wajar saja, mengingat kawasan sekitar sini kerap dimanfaatkan untuk menambang pasir. Jika aktivitas tersebut berhenti, otomatis sumber air di sekitarnya bakal lebih jernih.

Sebelum jalur baru via Desa Tamanayu dibuat, wisatawan yang ingin mampir ke Coban Sriti harus melewati Air Terjun Kapas Biru dan menyebrangi delapan sungai dengan arus lumayan deras. Jalur ini bisa sangat berbahaya, terutama di musim hujan. Belum lagi kemungkinan terjangan lahar dingin dari Semeru.

Cukup Dinikmati dari Jauh

Coban Sriti
Berpose dengan latar belakang air terjun (c) Prasetia Bayu/Travelingyuk

Air terjun ini dinamakan Sriti lantaran lokasinya berada tepat di bawah Gunung Kukusan Sriti. Namun ada juga yang menyebutnya Coban Wolu kareana untuk menuju sini harus menyebrangi delapan (wolu) sungai.

Coban ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter, dengan ketinggian tebing mencapai 150 meter, membuatnya jadi salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Lantaran aliran airnya terbagi menjadi dua, coban satu ini jadi terlihat makin unik.

Oh ya, Teman Traveler tidak disarankan mendekati aliran air terjun karena cukup deras. Hanya memandangi dari kejauhan saja dijamin tubuh kalian bakal basah kuyup. Selain itu, waktu terbaik untuk mampir ke sini adalah sekitar pukul 12.00 hingga 16.00 karena cuaca di sekitar bakal relatif cerah.

Tips Berkunjung

Coban Sriti
Memasak mie instan di sekitar air terjun (c) Prasetia Bhayu/Travelingyuk

Lantaran jalur anyar ini belum 100 persen jadi, sebaiknya Teman Traveler mengenakan pakaian yang benar-benar praktis. Usahakan agar kalian merasa nyaman dan yang terpenting, mudah bergerak. Jika memungkinkan, kenakan alas kaki anti selip karena permukaan batu dan tanah di sekitar air terjun cukup licin.

Selain itu jangan lupa Teman Traveler, jagalah kebersihan sekitar dan jangan lakukan vandalisme dalam bentuk apapun. Itulah sedikit pengalaman saya menjelajah Coban Sriti via jalur baru. Jika Teman Traveler sedang berniat mampir ke wisata Malang dan sekitarnya, jangan lupa luangkan waktu untuk jalan-jalan ke sini ya.

ramadan
Bubur Ayam Bulgogi

Bubur Ayam Mustofa Bandung, Hits dengan Paduan Bulgogi

The Heritage Palace

The Heritage Palace, Wisata Keluarga ala Eropa di Solo