in ,

Modern dan Super Unik, Ada Air Terjun di Gedung Pencakar Langit, Penasaran?

Air Terjun di Gedung Pencakar Langit Tiongkok, Tingginya Sampai 100 Meter

Air Terjun Gedung Pencakar Langit
Air Terjun Gedung Pencakar Langit

Tiongkok memang selalu punya cara untuk membuat takjub para pelancong yang datang. Tidak hanya The Great Wall of China, Kota Terlarang, dan lainnya. Negeri Tirai Bambu ini pun punya air terjun ciptaan manusia yang dibangun di gedung pencakar langit. Seperti apa penampakannya? Dibaca ulasan lengkapnya, ya.

Baca juga : Empat Kuliner Argentina yang Salah Satunya Mirip Kuliner Indonesia

Air Terjun Buatan Manusia Setinggi 108 Meter

Air Terjun Buatan Setinggi 108 Meter via Instagram @inquirerproperty
Air Terjun Buatan Setinggi 108 Meter via Instagram @inquirerproperty

Air terjun pertama buatan manusia yang dibangun di sebuah gedung pencakar langit ini punya tinggi melebihi yang alami. Atraksi menarik ini punya tinggi kurang lebih 108 meter, mengucur dari bagian atas gedung. Saking tingginya, dikatakan bahwa artificial waterfall ini sebagai air terjun buatan manusia terbesar sedunia.

Terdapat beragam reaksi dari netizen, mulai dari kerennya gaya arsitekturnya, sampai dianggap buang-buang sumber air maupun pemborosan. Namun air terjun ini memang terbilang unik.

Dibangun di Liebian International Plaza, Gedung Setinggi 121 Meter

Air Terjun dari Dalam Gedung Pencakar Langit via Instagram @arch_diary
Air Terjun dari Dalam Gedung Pencakar Langit via Instagram @arch_diary

Air terjun buatan manusia ini dibangun di gedung pencakar langit bernama Liebian International Plaza. Bangunan ini berlokasi di pusat kota Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou. Plaza yang berisi hotel, sentral perbelanjaan, dan pusat perkantoran ini punya tinggi kurang lebih 121 meter.

Ratusan Dolar Dikeluarkan untuk Sekali Guyuran Air

Dihidupkan saat Acara Tertentu via Instagram @levifweekend
Dihidupkan saat Acara Tertentu via Instagram @levifweekend

Air terjun buatan manusia ini membutuhkan waktu kira-kira 2 jam sampai siap mengalir. Airnya disedot menggunakan empat pompa air masing-masing berkekuatan 185 kilowatt. Atraksi menarik di gedung pencakar langit ini hanya dihidupkan pada saat-saat tertentu saja, misalnya saat ada festival di kota ini.

Biaya listrik yang dihabiskan tidaklah sedikit. Dalam waktu satu jam saja, diperlukan budget setidaknya Rp1,6 jutaan. Durasi aliran artificial waterfall ini pun dibatasi hanya 10 sampai 20 menit.

Berasal dari Hujan dan Daur Ulang Air Keran

Ditampung di Kolam via Instagram @arch_diary
Ditampung di Kolam via Instagram @arch_diary

Sumber air dari atraksi yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian pelancong ini berasal dari tampungan air hujan, air tanah, dan daur ulang air keran. Semunya dikumpulkan ke dalam tangki raksasa dan sistem drainase empat lantai di bawah tanah. Sedangkan hasil dari guyuran air dari bagian atas gedung, ditampung dalam kolam yang dipasang tepat di bawahnya.

Kalau air terjun ini sedang dinyalakan, Teman Traveler harus hati-hati, nih. Jangan sampai kebasahan, ya. Apakah tertarik melihat secara langsung? Next

ramadan

The Instagenic Glass Terrace at Nguluran Beach

Bladok Inn and Restaurant. via Bladok.web.id

5 Best Hotels Under IDR300,000 in Malioboro, Yogyakarta