in ,

Hill of Crosses Bukit di Lithuania yang Dipehuhi Ratusan Ribu Salib Sejak Abad ke-19, Kok Bisa?

Lithuania Menyimpan Hill of Crossses, Bukit yang Dipenuhi Ratusan Ribu Salib

Hill of Crosses di Lithuania
Hill of Crosses di Lithuania

Wisata di Lithuania mungkin tidak seterkenal negara di wilayah Balkan lainnya, seperti Jerman, Finlandia maupun Denmark. Namun negara yang mempunyai banyak bangunan bersejarah bergaya klasik Eropa ini, menawarkan atraksi menarik. Salah satunya adalah Hill of Crosses, bukit di Lithuania ini dipenuhi ratusan ribu salib. Walaupun menyimpan beragam cerita mulai dari seram sampai menyedihkan, kini menjadi daya tarik pelancong. Seperti apa sih?

Baca juga : Keren! Dubai Punya Pohon Palem Ajaib Berdaun Wi-Fi

Dipenuhi Lebih dari 100.000 Salib

Dipenuhi Ribuan Salib via Instagram @globetrotter_rene
Dipenuhi Ribuan Salib  via Instagram @globetrotter_rene

Hill of Crosses terletak di kota Siauliai di Lithuania bagian utara, merupakan sebuah bukit yang dipenuhi dengan ratusan ribu salib konon jumlahnya 100 ribuan. Siauliai sendiri merupakan kota terbesar keempat di Lithuania, terletak di bagian timur dataran tinggi utara. Memiliki beberapa atraksi menarik seperti kota tua, danau-danau, dan museum untuk mengenang korban genosida di masa lalu.

Menyimpan Beragam Legenda Mulai dari Kisah Mistis sampai Menyedihkan

Beragam Cerita Menyelimuti Adanya Hill of Crosses via Instagram @gibrit07
Beragam Cerita Menyelimuti Adanya Hill of Crosses via Instagram @gibrit07

Beragam cerita menyelimuti adanya Hill of Crosses, mulai dari mistis sampai menyedihkan. Konon dahulu di bukit ini ada gereja yang terkubur bersama jemaah di dalamnya akibat diterjang badai mengerikan. Konon arwah para biarawan menghantui di kaki bukit saat matahari terbit. Legenda lain menyebutkan bahwa dahulu terdapat kastil kayu sebagai benteng pertahanan, yang dihuni oleh raja-raja Samogitia. Setelah terjadi perang, benteng tersebut hancur dan orang Samogitia yang selamat, mengubur tumpukan mayat teman mereka. Sehingga membentuk gundukan bukit. Dipercaya, arwah mereka juga bergentayangan.

Kisah lain yang menyedihkan adalah ada seorang ayah yang membuat salib kayu di bukit dengan mengharap kesembuhan putrinya. Setelah kembali ke rumah, sang anak telah sembuh. Orang-orang pun mengikuti jejak si ayah tersebut, mengharapkan do’a mereka terkabul dengan memasang salib. Maka jadilah Hill of Crosses yang sekarang dipenuhi tanda salib dan simbol keagamaan lain.

Dahulu sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Musuh

Pengunjung Biasanya Ikut Meletakkan Salib via Instagram @audracallo
Pengunjung Biasanya Ikut Meletakkan Salib via Instagram @audracallo

Walaupun diselimuti beragam legenda seperti yang telah disebutkan di atas, terdapat satu cerita sejarah mengenai Hill of Crosses di Lithuania ini. Dahulu terjadi perang dengan Uni Soviet, di mana mereka berupaya membasmi kekristenan di kawasan ini. Bukit ini pun ikut menjadi saksi bisu, mulai dari dibuldozer sampai dibakar. Penganut yang meletakkan salib di bukit akan dipenjara. Namun mereka tidak menyerah, tetap membawa salib saat malam hari sebagai bentuk perlawanan.

Kini Menjadi Tempat Ziarah

Daya Tarik Bagi Pelancong via Instagram @josueitophotos
Daya Tarik Bagi Pelancong via Instagram @josueitophotos

Bagaimana pun legenda yang menaungi Hill of Crosses di Lithuani ini, kini menjadi daya tarik wisata maupun tempat untuk berziarah. Pengunjung pun ada yang ikutan meletakkan salib maupun simbol keagamaan lain di tempat ini. Siapa pun dapat mengunjungi bukit penuh salib ini.

Hill of Crosses Diselimuti Salju saat Musim Dingin via Instagram @ann1sa
Hill of Crosses Diselimuti Salju saat Musim Dingin via Instagram @ann1sa

Sampai saat ini pun salib terus bertambah di Hill of Crosses Lithuania. Tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, walau pun sekarang sedang musim dingin. Bagaimana nih menurut Teman Traveler? Next

ramadan
Kafe Hewan di Seoul, Korea Selatan

Unik Banget! Nggak Cuma Anjing dan Kucing, Ini Sekian Kafe Hewan di Seoul

Hostel murah dekat stasiun MRT

Hostel Dekat Stasiun MRT Dhoby Ghaut Singapura, Mulai 300 Ribu Sudah Bisa Hemat Biaya dan Waktu