in , , , ,

Situs Payak, Satu Lagi Peninggalan Klasik Berupa Bekas Pemandian di Yogyakarta

Sejarahnya yang begitu panjang membuat Yogyakarta sangat menarik untuk dikulik. Melalui sejarah pula, generasi sekarang dapat mengenali dan mempelajari kejadian masa lampau. Bahkan jauh sebelum era ketika bumi Nusantara masih terdiri dari kerjaan-kerajaan. Seperti halnya Yogyakarta
masa lampau.

Baca juga : Segera Menikah, Fashion Anisa Rahma Bisa Dicontek untuk Hijaber Cantik

Namun, belajar sejarah tak hanya lewat lisan maupun membaca. Banyak media pembeajaran yang bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan, salah satunya adalah museum. Selain museum, bagi Teman Traveler yang hobi jalan-jalan sambil belajar, bisa mampir ke Situs Payak.

Penemuan Situs Payak

Terkadang, sesuatu ditemukan memang tak direncanakan atau disengaja. Seperti halnya Situs Payak dan bangunan bersejarah lainnya. Sebab, perkembangan zaman dan kejadiaan masa lampau yang membuat semuanya seakan terkubur.

Papan informasi Situs Payak (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Situs Payak sendiri secara tak sengaja ditemukan oleh para pembuat batu bata pada 1970-an. Kemudian demi mengamankan situs sejarah, pada tahun 1981 situs ini ditangani oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) Yogyakarta.

Sejak saat itu, keberadaan Situs Payak menjadi situs yang dilindungi undang-undang. Sebagai objek penelitian maupun pembelajaran, memang sudah semestinya semua objek penemuan mendapat perlindungan sebagai cara menghargai sejarah lampau.

Warisan Bersejarah

Situs Payak memang tak setenar Situs Warungboto. Namun, secara fungsi Situs Payak maupun Situs Warungboto merupakan tempat pemandian atau air suci bagi orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi dalam masyarakatnya.

Papan perlindungan cagar budaya (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Situs Payak dibangun pada kurun waktu abad ke-9. Bentuk bangunan situs tersebut berbentuk huruf U dan terdapat dua lubang saluran air. Oleh para arkeolog, diperkirakan Situs Payak memiliki peran penting dalam upacara-upacara keagamaan Hindu.

Selain itu, saat penelitian pada tahun 1980-1983 turut menemukan benda-benda bersejarah lainnya di lokasi situs ini. Penemuan tersebut adalah berupa wadah peripih yang memiliki 17 buah lubang. Kemudian ditemukan pula fragmen gerabah yang mayoritas berbentuk kendi.

Mengamati Sejarah Lebih Dekat

Teman Traveler tak harus melulu ke museum untuk belajar. Bisa dibilang semua tempat adalah wadah untuk belajar. Situ Payak menjadi solusi ketika ingin belajar langsung ke lokasi. Mengamati secara detail arsitektur bangunan, fungsi, dan lingkungan sekitar. Dengan begitu kita lebih tahu keadaan yang sesungguhnya.

Bangunan Situs Payak (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Menurut Badan Pelestarian Cagar Budaya DIY, struktur bangunan Candi Payak yang cuma tersisa bangunan kolam berukuran 312 cm x 124 cm. Dinding kolam sisi barat terdapat saluranĀ­-saluran air yang berukuran 25 cm x 25 cm.

Lokasi Situs Payak

Bagi teman Traveler yang tertarik berkunjung serta belajar sejarah di Situs Payak, lokasinya tak jauh dari pusat kota Yogyakarta. Teman Traveler bakal menempuh kurang lebih 11 kilometer perjalanan. Jika dihitung cuma butuh waktu 20 menit berkendara.

Penunjuk arah ke Situs Payak (c) MS Fitriansyah/Travelinyuk

Situs Payak sendiri berada di Jl. Wonosari, Pedukuhan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul.  Setelah menempuh Jl. Wonosari KM.11, Teman Traveler akan menemukan perempatan, kemudian belok ke kanan di sekitar 100 meter menuju Situs Payak. Next

ramadan

Written by MS Fitriansyah

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Duplikat Letusan Merapi di Musium Gunung Merapi Jogja

Main Bersama Ikan di Wisata Sumber Dhuwur Ngoro