in , , , , ,

Air Terjun Kedung Pedut, Kesegaran Tersembunyi di Barat Yogyakarta

Kulon Progo adalah salah satu surga destinasi alam di Yogyakarta. Keindahan alamnya tak kalah tenarnya dengan area Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul. Ditambah lagi Bandara baru Yogyakarta Internasional Airport sudah beroperasi yang berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan di lingkungan Kulon Progo.

Baca juga : Kebun Buah Mangunan, Nikmati 2 Fenomena Alam di Atas Awan Yogyakarta

Banyak destinasi alam yang terbilang tersembunyi dibalik perbukitan Kulon Progo, salah satunya adalah air terjun Kedung Pedut. Air terjun tersebut memiliki keunikan pada warna air. Terdapat dua warna air yang disajikan di Kedung Pedut, yaitu warna hijau tosca dan warna putih.

Hijau toska adalah ciri khas warna air dari Kedung Pedut. Foto via wikipedia.com

Hijau tosca dihasilkan dari kondisi tanah dasar bebatuan kapur yang disebabkan oleh dissolved oxygen. Hal ini membuat unsur hara didalam air berkurang. Kurangnya unsur hara dalam air menjadikan warna air yang terkumpul menjadi tosca. Keadaan tersebut sangatlah membuat takjup pengunjung.

Tak terlalu tinggi tetapi keindahan akan natural yang membuat suasana Kedung Pedut lebih Menawan. Foto via instagram @arif_f5

Perjalanan menuju lokasi memang tergolong sulit. Tidak terdapat palang petunjuk arah dengan medan jalan yang naik turun dan aspal yang tak merata, mengingat air terjun tersebut berada di area perbukitan dan pedesaan yang jauh dari keramaian kota.

Lokasi air terjun Kedung Pedut berada di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Tepat di sekitar pegunungan Menoreh, sekitar 36 km sisi barat dari pusat Yogyakarta.

Tiket masuk ke air terjun tersebut sangatlah terjangkau, cukup Rp. 10.000 sudah bisa menikmati berbagai macam spot terbaik di kedung pedut. Dan biaya parkir Rp. 2.000 untuk kendaraan motor dan Rp. 5.000 untuk kendaraan mobil.

Mengingat struktur lokasinya berundak menghasilkan banyak air terjun yang disuguhkan dalam satu lokasi. Keindahan air terjun dipercantik dengan penambahan jembatan bambu yang sangat natural. Tak lupa penduduk sekitar juga membuat papan loncat dengan ketinggian lebih dari 5 meter.

Papan Loncat sebagai salah satu fasilitas di Kedung Pedut. foto via instagram @kedungpedut

Untuk kamu yang ingin menikmati indahnya air terjun Kedung Pedut, datanglah saat musim kemarau. Kejernihan dan keunikan dari warna air hijau toska akan membuatmu terpukau. Tak perlu gundah akan perbekalan selama di tempat tersebut. Banyak penduduk sekitar yang mulai membuat warung-warung kudapan dengan harga sangat murah. Ditambah lagi penduduk sekitar yang sangat ramah menjadikan pengunjung lebih nyaman. Next

ramadan

Menikmati Golden Sunset di Candi Ijo

fi kerajinan khas Indonesia

Kerajinan Khas Indonesia yang Mendunia, Bisa Dijadikan Oleh-oleh