in ,

Orangtua Ini Ajak Anaknya Bolos Sekolah untuk Jalan Kaki Keliling Dunia

Pan Tufeng dan anak-anaknya.

Suami istri asal Tiongkok, Pan Tufeng dan Yuan Duan selama bertahun-tahun mengajak kedua anaknya berkeliling dunia. Dilansir dari West China City Daily, uniknya mereka berwisata dengan berjalan kaki. Berikut ulasannya.

Baca juga : Gurun Sahara Bersalju, Pemandangan Langka dengan Keindahan Tiada Tara

Wisata Lebih Penting Daripada Sekolah

Anak Pan Tufeng.
Anak Pan Tufeng. [image source]
Bagi pasangan ini perjalanan yang mereka lakukan lebih baik daripada pendidikan di sekolah. Dengan berjalan kaki keliling dunia mereka mengajarkan sendiri kepada kedua anaknya tentang alam dan kehidupan.

Anak Pertama Tidak Naik Kelas

Wenwen. [image source]
Bairu, anak pertama pasangan ini tidak pernah naik kelas karena bolos sekolah untuk berwisata. Sang ayah juga tidak akan menyekolahkan anak kedua, Wenwen di taman kanak-kanak.

Mendaki Gunung Melewati Lembah

Anaknya Pan Tufeng. [image source]
Terjalnya pendakian ke Gunung Himalaya tidak menyurutkan semangat keluarga dari Shangrao, Provinsi Jiangxi ini. Meski membawa beban berat berupa ransel mereka akhirnya bisa sampai ke puncak. Selain itu mereka juga menjelajah hutan tropis di Asia selatan yang memakan waktu berbulan-bulan.

Mengajarkan Lingkungan dan Alam

Pan Tufeng dan anaknya. [image source]
Menjelajah gurun pasir adalah pengalaman baru bagi Bairu dan Wenwen. Dengan cuaca yang berbeda, mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan. Selain itu mengajarkan kepada anak-anaknya betapa berharganya air di daerah gurun.

Anak Tidak Cengeng

Anak tidang cengeng. [image source]
Sang ibu mengatakan kalau kedua anaknya tumbuh kuat dan sehat. Saat menemui medan sulit selama perjalanan tidak mudah menangis. Melihat perubahan itu pasangan ini menjadi bangga dan bertambah yakin kalau tidak menyekolahkan anak adalah keputusan yang tepat.

Mendapat Banyak Kritikan

Keluarga Cina jalan kaki. [image source]
Keputusan orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya di sekolah formal menuai kritik dari banyak masyarakat Tiongkok melalui media sosial. Mereka menilai bahwa keputusan pasangan ini sebagai sesuatu yang egois dan tidak bertanggungjawab.

Nah kalau kamu bagaimana, lebih penting sekolah atau berwisata? Next

ramadan
Roti Go.

Toko Roti Pertama di Indonesia Ada di Purwokerto, Usianya Ratusan Tahun

Menginap di Resort Mewah, Phi Phi Island Thailand, Hanya Sejutaan