in , ,

Menilik Nilai Historis Api Abadi Mrapen yang Digunakan untuk Asian Games 2018

Mengulik Kesohoran dari Api Abadi Mrapen yang Ternyata Jadi Langganan Berbagai Acara Besar

Puan Maharani mengambil api abadi untuk Asian Games 2018, Via Instagram ganjar_pranowo
Puan Maharani mengambil api abadi untuk Asian Games 2018, Via Instagram ganjar_pranowo

Rabu (18/7/2018), Api Asian Games telah sampai di Indonesia. Selanjutnya, api tersebut disatukan dengan api abadi Mrapen, Jawa Tengah oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Di hari yang sama, rombongan panitia pelaksana Asian Games 2018 datang dan menginjakkan kaki di obyek wisata yang sudah sangat populer di Grobogan, Jawa Tengah tersebut.

Baca juga : 10 Pilihan Kuliner Enak di Car Free Day Malang yang Bikin Ngiler

Bukan tanpa alasan kenapa Api Abadi Mrapen di Grobogan tersebut dipilih. Dilansir dari Kompas.com, Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia menyebutkan, meskipun ada sumber api abadi di daerah lain, ternyata Api Abadi Mrapen memiliki nilai historis yang tinggi.

1. Api Mrapen Merupakan Fenomena Geologi

Api Abadi Mrapen, Via Instagram fauzulandim
Api Abadi Mrapen, Via Instagram fauzulandim

Sebelum membahas mengenai nilai historis yang tinggi dari Api Abadi Mrapen, yuk Teman Traveler kita ulas terlebih dahulu asal usul terjadinya api abadi tersebut. Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Api Abadi Mrapen ini merupakan sebuah fenomena geologi, yakni yang menyala di atas tanah sebagai akibat dari terbakarnya gas alam yang muncul di permukaan bumi.

Sementara itu untuk nama Mrapen sendiri, ternyata merupakan dukuh di mana api abadi tersebut berada. Penamannnya sendiri berasal dari ‘prapen’ yang artinya dalam bahasa Inodnesia adalah perapian. Nah, di kalangan masyarakat setempat, api tersebut dikenal sebagai Kyai Mrapi/Nyai Mrapi.

2. Asal Usul Keberadaan Api Abadi Mrapen

Menteri Puan Maharani dan api abadi, Via Instagram jpradarkudus
Menteri Puan Maharani dan api abadi, Via Instagram jpradarkudus

Menilik dari sejarah yang berkembang secara turun temurun di masyarakat, keberadaaan sumber Api Abadi Mrapen ini berkaitan dengan sejarah di akhir masa Kerajaan Majapahit (1500-1518 Masehi) yang ditaklukan oleh Kesultanan Demak Bintoro. Konon, menurut cerita yang dipercayai masyarakat, api abadi tersebut muncul setelah Sunan Kalijaga menjadi pemimpin Kerajaan Demak dan mencari mata air dengan menancapkan tongkatnya ke tanah. Hal ini dilakukan untuk para prajurit yang kelelahan.

Tetapi, lubang dari bekas tongkat itu kemudian menyemburkan api yang dipercaya merupakan sumber api Mrapen. Barulah tancapan tongkat Sunan Kalijaga yang kedua kalinya di tempat lain menyemburkan air bersih dan bening. Sumber mata air itu letaknya tidak jauh dari Apai Abadi Mrapen. Memiliki diameter sepanjang tiga meter dengan kedalaman sekitar dua meter dan diberi nama Sendang Dudo.

3. Nilai Historis Api Abadi Mrapen untuk Indonesia

Saksi bisu pembuka berbagai acara, Via Instagram patrizki
Saksi bisu pembuka berbagai acara, Via Instagram patrizki

Bukan tanpa alasan Api Abadi Mrapen ini dipilih untuk menyalakan obor Asian Games 2018. Api abadi satu ini sudah kerap menjadi sumber api obor untuk berbagai agenda nasional dan internasional sejak masa Presiden Soekarno hingga kini. Pertama kali diambil pada acara pembukaan Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (Ganefo) I pada tanggal 1 November 1963. Kemudian pada acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 23 Agustus 1996. Dan masih banyak agenda besar lainnya.

Ternyata Api Abadi Mrapen ini memiliki nilai historis yang begitu besar untuk warga Indonesia ya. Yuk Teman Traveler, berkunjung ke Api Abadi Mrapen untuk menyaksikan saksi bisu ‘sang pembuka’ berbagai agenda penting di Indonesia itu. Next

ramadan

Jakarta Heritage, Bangunan-bangunan Klasik yang Instagenic

Kuliner di Pandaan

4 Kuliner Istimewa di Pandaan, Tak Jauh dari Taman Safari Prigen Pasuruan