in ,

Edukatif dan Inspiratif, Belajar Hargai Kuliner Lokal di Arisan Rasa Bali

Kemeriahan Arisan Rasa Bali bersama Komunitas Travelingyuk

Sabtu (17/11) Travelingyuk sukses menggelar program ‘Arisan Rasa’ edisi kedua di Bali. Pulau Dewata dipilih sebagai tempat perhelatan, lantaran sudah ditetapkan Kemenpar sebagai salah satu destinasi kuliner Indonesia.

Baca juga : Castle Black Bandung: Unik ala Game of Thrones, Bisa Cicipi Jon Snow!

Tak jauh beda dengan Arisan Rasa edisi sebelumnya di Solo, para peserta diajak berbagi pengetahuan mengenai budaya dan warisan kuliner setempat. Bersama tiga narasumber istimewa, chef Wira Hardiyansyah, sociopreneur Pande K. Trimayuni, dan content writer Travelingyuk – Rero Rivaldi.

Diplomasi Kuliner

Chef Wira Hardiyansyah memberikan penjelasan
Chef Wira Hardiyansyah memberikan penjelasan (c) Travelingyuk/Nasrul Jafar

Arisan Rasa Bali digelar di Warung Mogan, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kegiatan diawali dengan presentasi dari tiga narasumber, sesuai dengan latar belakang dan keahlian masing-masing.

Chef Wira Hardiyansyah membuka obrolan siang itu dengan bicara soal pentingnya gastronomi, memandang masakan tak sekedar dari komposisi dan rasa namun juga cerita di baliknya. Menurut pria berkacamata tersebut, kuliner bisa jadi cara tercepat mengenal kebudayaan sebuah daerah. Bahkan untuk berdiplomasi.

Pande berbagi ilmu dengan peserta
Pande berbagi ilmu dengan peserta (c) Travelingyuk/Nasrul Jafar

Pembicaraan kian seru ketika tiba giliran Pande K. Trimayuni berbicara. Sociopreneur dan pegiat gaya hidup sehat tersebut menjelaskan panjang lebar mengenai peluang mengangkat kuliner Bali sebagai ikon masakan Indonesia. Menurutnya, sajian khas Pulau Dewata punya banyak nilai filosofis yang belum tentu bisa ditemukan di kawasan lain.

Rero Rivaldi dari tim Travelingyuk
Rero Rivaldi dari tim Travelingyuk (c) Travelingyuk/Nasrul Jafar

Sesi presentasi lantas ditutup dengan penjelasan dari Rero Rivaldi. Perwakilan tim redaksi Travelingyuk tersebut berbagi ilmu mengenai cara menulis ulasan kuliner secara menarik dan berpotensi menjadi konten viral.

Tantangan Seru dan Unik

Peserta serius menyimak penjelasan narasumber
Peserta serius menyimak penjelasan narasumber (c) Travelingyuk/Nasrul Jafar

Arisan Rasa Bali dilanjutkan dengan tanya jawab singkat dengan para narasumber. Beberapa saat berselang, para peserta kemudian diajak mengikuti serangkaian tantangan menarik yang ada kaitannya dengan kuliner dan budaya Bali.

Sesi tantangan food photography
Sesi tantangan food photography (c) Travelingyuk/Nasrul Jafar

Setelah dibagi dalam lima kelompok, mereka diminta mengunggah jepretan terbaik dari tiga kuliner khas Bali yang sudah disiapkan tim Travelingyuk: jaje laklak, nasi djinggo, dan tipat cantok. Selain itu para peserta juga diajak berburu foto selfie bersama tiga narasumber. Sungguh seru dan unik.

Atmosfer Hangat dan Bersahabat

Keseruan peserta jalani sesi challenge
Keseruan peserta jalani sesi challenge (c) Travelingyuk/Nasrul Jafar

Menjelang akhir acara, beberapa peserta yang beruntung mendapat kenang-kenangan berupa goodiebag dan t-shirt. Sementara peserta lain begitu antusias mengunggah foto hasil jepretan mereka selama Arisan Rasa di media sosial masing-masing.

Sebagai penutup, tim Travelingyuk mengajak semua peserta untuk berfoto bersama. Acara Arisan Rasa edisi kedua pun usai dan berjalan sukses tanpa hambatan berarti. Antusiasme para peserta begitu besar, menanggapi pemaparan terkait warisan kuliner Bali.

Itulah sedikit gambaran mengenai keseruan Arisan Rasa Bali yang baru saja diadakan tim Travelingyuk. Bagaimana Teman Traveler, penasaran dan ingin merasakan pengalaman serupa? Nantikan program-program menarik berikutnya dari Travelingyuk, siapa tahu kami akan datang ke kota kalian dalam waktu dekat! Next

ramadan
Tempat Nongkrong Bernuansa Hutan Pinus di Bandung

Tempat Nongkrong Bernuansa Hutan Pinus di Bandung, Kenikmatan yang Tak Terbendung

Air Terjun Nan Jaro

Air Terjun Nan Jaro, Keindahan Alam Kabupaten 50 Kota yang Tersembunyi