in ,

Jangan Lewatkan Sumonar 2019, Festival Video Mapping di Jogja

Inilah Festival Video Mapping Sumonar 2019

Festival Video Mapping
Festival Video Mapping

Jogja selalu saja memiliki tempat di hati orang-orang yang sudah mengunjunginya. Bahkan, wilayah yang kondang dengan Gudegnya ini sudah berhasil memikat banyak sekali turis asing dengan segala hal yang ada di dalamnya. Tidak hanya alam, budaya, dan masyarakatnya saja, Jogja juga menyuguhkan banyak festival yang memikat. Ada yang namanya Festival Video Mapping yang bernama Sumonar 2019.

Baca juga : Sedapnya Taichan Jogja, Sate Ayam Kekinian Bikin Kuliner di Kota Gudeg Tambah Banyak Pilihan

Waktu Pelaksanaan Sumonar 2019

Festival yang tak boleh dilewatkan, via Instagram/bagus.prs_
Festival yang tak boleh dilewatkan, via Instagram/bagus.prs_

Sumonar sendiri merupakan festival video mapping pertama di Indonesia yang pertama kali tercetuskan pada tahun 2013. Namun gelarannya sendiri baru mulai dilaksanakan pada tahun 2018 dan menjadi bentuk festival dengan nama Jogjakarta Video Mapping Festival (JVMF) Dan di tahun 2019 ini, nama JVMF berganti menjadi Sumonar.

Yuk berkunjung ke Jogja, via Instagram/ohmywidy
Yuk berkunjung ke Jogja, via Instagram/ohmywidy

Sumonar merupakan perpaduan dua kata, Sumon dan Sumunar. Sumon memiliki arti mengumpulkan sementara sumunar adalah cahaya. Karena itulah dalam seminar ini menggabungkan art light dan video mapping yang dibangun di beberapa areal di Titik Nol Kilometer. Sumonar kali ini dilangsungkan pada 26 Juli sampai dengan 5 Agustus 2019.

Sedikit Rundown Acara Sumonar 2019

Sumonar 2019, via Instagram/imamismadin
Sumonar 2019, via Instagram/imamismadin

Buat kamu yang tertarik berkunjung ke Sumonar 2019, ada rangkaian acara yang perlu kamu ingat-ingat ya Teman Traveler.

  • 26 Juli 2019, pukul 19.30-20.00 WIB: Opening Ceremoy Sumonar – Pertunjukan Video Mapping di Gedung Museum Bank Indonesia, sekaligus pembukaan pameran video mapping dan media interaktif di Loop Station dan Kawasan Nol Kilometer.
  • 26 Juli-5 Agustus 2019, pukul 10.00-21.00 WIB: Sumonar Exhibition – Pameran seni video mapping dan media interaktif di Loop Station dan Kawasan Nol KM.
  • 1 Agustus 2019, pukul 19.30-22.00 WIB: Video Mapping Show – Pertunjukan video mapping di Gedung Museum Bank Indonesia dan bangunan Kantor Pos Besar Yogyakarta.
  • 4 Agustus 2019, pukul 15.00-17.00 WIB: Creative Sharing – Ican Agoesdjam di Loop Station (gratis dengan mendaftar).
  • 5 Agustus 2019, pukul 19.30-22.00 WIB: Closing Ceremony Sumonar – Pertunjukan video mapping di Gedung Museum Bank Indonesia dan bangunan Kantor Pos Besar Yogyakarta oleh featured artist untuk menutup rangkaian Sumonar – My Place, My Time.

Tema Pelaksanaan Sumonar 2019

Istimewa memang, via instagram/jatun_wn
Istimewa memang, via instagram/jatun_wn

Untuk Sumonar tahun 2019 ini akan mengusung tema “My Place, My Time”. Berdasarkan Ari Wulu selaku Festival Director Sumonar menyebutkan jika pemilihan tema tersebut memiliki arti sebuah kisah kota yang bercerita mengenai dirinya sendiri.

Pihaknya bakal menggambarkan budaya dan manusia yang terus tumbuh dan berkembang. Bisa beragam bentuk, mulai dari aroma, perilaku, wajah dan lain-lainnya. Dan hal tersebut tak terlepas dari berbagai kesepakatan sampai menjadi kota.

Lokasi Pelaksanaan Sumonar 2019

Datang sebelum berakhir, via Instagram/antonius_hari_isprastowo
Datang sebelum berakhir, via Instagram/antonius_hari_isprastowo

Sumonar 2019 ini dilaksanakan di sekitaran areal 0 kilometer, Jogja. Yakni Museum Bank Indonesia (BI), Kantor Pos Jogja, dan beberapa areal lain. Selama kurang lebih 11 hari, para seniman akan memamerkan berbagai karya dalam bentuk video maupun juga instalasi.

Tidak hanya seniman dalam negeri saja, ada juga asal Makau dan Filipina yang turut berkontribusi. Harapan ke depannya, Sumonar akan memberikan pengaruh yang baik atas tumbuhnya gagasan kreatif bagaimana memanfaatkan teknologi.

Jangan lewatkan acara yang begitu seru satu ini ya. Yuk jalan-jalan ke Jogja. Next

ramadan
Artap Cafe & Art Gallery

Artap Cafe & Art Gallery Surabaya, Ngopi Dibalut Apresiasi Seni

Suasana di Please Please Please Bandung

Please Please Please Bandung, Testimoni Mahakarya Wes Anderson