in , ,

Gili Layar, Mengintip Nirwana di Lombok Barat Daya

Keindahan Bawah Laut Jadi Daya Tarik Utama Gili Layar

Pesona Gili Layar Lombok
Pesona Gili Layar Lombok (c) Rosita/Travelingyuk

Bicara soal keindahan alam Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, seakan tak akan ada habisnya. Kawasan ini terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang luar biasa. Belum lengkap memang rasanya, berwisata ke Pulau Seribu Masjid jika tak melihat langsung keelokan biota lautnya. Salah satu tempat yang menyajikan panorama apik semacam itu adalah Gili Layar.

Baca juga : Tanjung Gaang Sangkapura, Bisa Melihat Panorama Laut dari Atas Bukit

Gili Layar, salah satu pulau di kawasan Sekotong (c) Rosita/Travelingyuk

Pulau kecil di kawasan Sekotong ini hadir seolah agar manusia bisa sedikit mengintip dan membayangkan indahnya nirwana. Daya tarik utamanya adalah barisan terumbu karangnya yang beraneka ragam. Daripada penasaran, yuk simak ulasannya berikut ini.

Berada Tak Jauh dari Pelabuhan Lembar

Deretan pegunungan di kawasan Sekotong, dilihat dari Gili Layar (c) Rosita/Travelingyuk

Gili Layar berada di sebelah barat daya Lombok, cocok bagi Teman Traveler yang datang ke Pulau Seribu Masjid melalui Pelabuhan Lembar – gerbang masuk bagi para pendatang dari arah barat.

Dari Pelabuhan Lembar, Teman Traveler tinggal menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju kawasan Sekotong. Tak perlu khawatir, jalanannya sudah mulus dan gampang dilalui. Begitu sampai di Sekotong, kalian bisa langsung ke Pelabuhan Tembawong, tempat wisatawan biasa menyewa kapal nelayan untuk menyebrang ke Gili Layar.

Nah, Teman Traveler yang berangkat dari pusat kota Mataram harus menempuh jarak sekitar 58 kilometer untuk bisa sampai di Gili Layar. Estimasi perjalanan kurang lebih satu setengah jam. Durasinya kurang lebih sama jika kalian mengawali perjalanan dari Bandara Internasional Lombok.

Penyebrangan Selama 30 Menit

Pemandangan di sekitar gili (c) Rosita/Travelingyuk

Seperti disinggung sebelumnya, untuk menyebrang ke Gili Layar para wisatawan biasa menyewa kapal-kapal Nelayan di Pelabuhan Tembawong. Penyeberangan ini bakal memakan waktu sekitar 30 menit. Tak perlu takut diselimuti rasa bosan, karena Teman Traveler bakal disuguhkan pemandangan indah berupa gugusan pulau-pulau kecil dan deretan pegunungan sekitar Sekotong.

Perairan di sekitar wisata Lombok ini termasuk tenang. Teman Traveler akan merasa nyaman dan selama perjalanan menuju pulau. Kalian bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan sekitar atau mengabadikan momen-momen menarik.

Tak Nampak Gulungan Ombak

Jernihnya air laut di sekitar pulau (c) Rosita/Travelingyuk

Gili Layar dikelilingi beberapa pulau kecil lain. Hal ini membuat ombak
di sekitarnya sangat bersahabat. Air di sini tampak sangat tenang sepanjang waktu. Bahkan tak tampak satu pun gulungan ombak di sekitar bibir pantai.

Begitu menjejakkan kaki di daratan, Teman Traveler akan disambut pantai dengan hamparan pasir putih dan laut dengan permukaan air jernih. Dibandingkan Gili Trawangan, suasana di kawasan seluas 53 hektar ini terasa lebih private. Kalian bisa menikmati keindahannya dengan tenang karena belum banyak wisatawan lalu-lalang.

Tak Perlu Jauh-Jauh dari Bibir Pantai

Lautnya tenang, cocok untuk snorkeling (c) Rosita/Travelingyuk

Gili Layar terasa spesial, karena Teman Traveler tak perlu menumpang kapal hanya untuk menikmati keindahan bawah lautnya. Cukup berjalan di sekitar bibir pantai, kalian sudah bisa menyaksikan indahnya aneka ragam terumbu karang.

Sekitar 10-20 meter dari bibir pantai, Teman Traveler sudah bisa membuktikan sendiri betapa memukaunya surga bawah laut di sini. Ya, pulau tak berpenghuni ini diburu wisatawan karena lingkungannya masih terjaga begitu baik. Tak heran jika banyak pelancong merasa betah dan rela berlama-lama liburan di sini.

Itulah sekilas ulasan mengenai Gili Layar, salah satu bagian dari gugusan pulau kecil di kawasan Sekotong. Bagaimana Teman Traveler, tertarik membuktikan sendiri keindahan nirwana di Lombok barat daya ini? Next

ramadan
Sate Kelinci Telaga Sarangan

Sate Kelinci Telaga Sarangan, Nikmatnya Memanjakan

Hot Snow in the Equator at Dolok Tinggi Raja