in , , , , , ,

Gunung Muria, Wisata Mistis di Puncak Natas Angin Kudus

Petilasan Soekarno ada di Gunung Muria Kudus

Muria Mountain via Shutterstock

Gunung Muria adalah gunung yang terletak di Kabupaten Kudus dan berbatasan dengan 2 kabupaten di wilayah utara Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Jepara di sisi Barat Laut dan Kabupaten Pati di sisi Timur.

Baca juga : Desa Wisata Agusen, Destinasi di Kabupaten Gayo Aceh

Gunung Muria lebih dikenal sebagai gunung untuk wisata religi bagi umat muslim dengan melakukan ziarah makam karena terdapat makam Sunan Muria (merupakan salah satu walisongo) yang terletak di ketinggian 500 mdpl. Bagaimana penampakannya? Yuk lihat ulasannya

Memiliki Banyak Puncak

Puncak Tertinggi Gunung Muria (c) Reza Zahrotul/Traveliingyuk

Gunung Muria termasuk dalam gunung yang memiliki banyak puncak di antaranya Puncak 29 (songo likur), Puncak Abiyoso, Puncak Argowiloso, Puncak Agrojembangan dan salah satu puncaknya bernama Natas Angin yang merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 1700 mdpl. Karena ketinggian maksimalnya yang hanya 1700 mdpl, Gunung Muria termasuk dalam kategori gunung berketinggian rendah jika dibanding gunung lainnya. Meskipun dengan ketinggian yang relatif rendah, Puncak Natas Angin terkenal memiliki jalur pendakian yang terbilang berat dan lumayan sulit untuk didaki.

Jarak Tempuh 30 Menit dari Pusat Kota Kudus

Puncak Natas Angin terletak di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang berjarak 20 km pusat Kota Kudus dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menggunakan kendaraan. Jalur pendakian menuju puncak Natas Angin belum terdapat tiket masuk dan loket pendaftaran sebagaimana umumnya terdapat di gunung lain, dan untuk melakukan pendakian hanya cukup membayar biaya penitipan kendaraan saja. Jalur pendakian menuju Puncak Natas Angin memiliki 4 buah pos peristirahatan.

Suasana Mistis Sangat Terasa

Gubuk Pertapaan (c) Reza Zahrotul/Travelingyuk

Melakukan pendakian ke Puncak Natas Angin sangat kental terasa suasana mistisnya. Hal ini disebabkan karena lebih banyak orang melakukan pendakian ke Natas Angin untuk melakukan ritual pertapaan, dibanding hanya melakukan pendakian untuk menikmati pemandangan atau berwisata saja. Pernyataan ini diperkuat dengan banyaknya ditemukan gubukan-gubukan di sepanjang jalur pendakian yang digunakan untuk tempat bertapa.

Sendang Suci di Pos 4

Sendang Suci Gunung Muria (c) Reza Zahrotul/Travelingyuk

Selain gubukan untuk bertapa, di Natas Angin juga terdapat sebuah sendang/kolam yang dinamakan Sendang Suci. Kolam ini berukuran kecil dan berisi air yang berasal dari sumber mata air Gunung Muria. Air di Sendang Suci ini sangat jernih dan bisa langsung diminum. Tempat ini seringkali digunakan untuk mandi pertapa yang selesai melakukan pertapaan dan mitosnya siapa saja yang membawa air dari Sendang Suci ini pulang, maka keinginannya akan terkabul.

Petilasan Eyang Abiyoso dan Petilasan Ir. Soekarno

Petilasan Eyang Abiyoso (c) Reza Zahrotul/Travelingyuk

Petilasan adalah istilah yang diambil dari bahasa Jawa (kata dasar “telas” atau bekas) yang menunjuk pada suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang (yang penting). Selain gubukan yang digunakan untuk bertapa orang-orang yang datang, di sini juga terdapat 2 buah petilasan terkenal.

Petilasan Eyang Abiyoso yang seringkali disebut sebagai Puncak Abiyoso adalah petilasan yang memiliki ukuran paling besar. Biasanya digunakan sebagai tempat istirahat dan berkemah pendaki. Terdapat warung yang akan buka saat suasana ramai pengunjung.

Petilasan Ir. Soekarno (c) Reza Zahrotul/Travelingyuk

Petilasan berikutnya adalah petilasan Ir. Soekarno Presiden Pertama Indonesia. Banyak yang percaya bahwa ketika masih hidup, beliau sering melakukan pertapaan di berbagai tempat dan salah satunya adalah di Gunung Muria. Next

ramadan

Laba-laba Kuning Halal yang Bikin Ketagihan

Sate Klatak, Sajian Unik nan Lezat di Kota Istimewa