in , , ,

Kelapa Muda Ubud Pool Bar & Kitchen, Cafe Hidden Gem Cocok Untuk Healing Mu

Bali memang identik dengan wisata pantai yang begitu memukau. Tak heran, banyak turis mancanegara sengaja berdatangan ke pulau Dewata hanya untuk berjemur dipesisir pantai, selancar, dan menikmati panasnya matahari di kawasan tropis khatulistiwa. Namun keindahan Bali tidak hanya ditepian pantai, sisi pegunungan pulau ini juga menawarkan keindahan alam dan budaya yang tidak kalah kerennya dengan pantai-pantai di Bali.

Baca juga : La Jepun, Resto Konsep Alam Terbuka di Denpasar

Kelapa Muda Ubud Pool Bar and Kitchen dengan pesona alam persawahan yang sangat menawan. Foto via thebalibibel.com

Namanya Ubud, daerah dataran tinggi Bali yang berdekatan dengan pusat kota Denpasar menyimpan kultur Bali yang masih kental. Tak hanya arsitektur Bali yang ditonjolkan namun berbagai kesenian dan kerajinan seni khas Bali ada di wilayah ini. Banyak wisata lokal dan mancanegara terlihat kagum ketika berkunjung ke wilayah Ubud. Bagi warga lokal Bali, Ubud menjadi salah satu tempat healing dari hiruk piruk kebisingan kawasan pantai dan pusat kota.

Berbicara healing, pastinya kaum muda memilih untuk nongkrong bersama kawan kawan ya. Banyak tempat makan di Ubud yang berkonsep the jungle. Salah satu ciri khas dari Ubud adalah pemandangan sawahnya. Persawahan dan hutan yang sejuk, akan menjadikan hari hari mu semakin tenang dan damai. Salah satunya adalah Kelapa Muda Ubud, tempat hidden gem di Ubud ini menawarkan tempat nongkrong dengan pemandangan sawah dan serunya lagi, kamu bisa sambil berenang di cafe ini.

Sore hari dengan lampu kuning yang bertebaran dibawah pepohonan kelapa di Kelapa Muda Ubud. Foto via thebalibibel.com

Jangan khawatir kepanasan ya, pepohonan besar dan rindang membuat mu semakin teduh dan sejum. Sesuai dengan namanya, di sini juga ada beberapa pohon kelapa yang membuat tampilan taman menjadi lebih romantis. Deretan beanbag yang tertata rapih sembari menatap hamparan sawah juga ada yang menghadap kolam renang. Suasana sore hari semakin syahdu apalagi sinar matahari tenggelam membuat cafe ini semakin menawan. Jangan segan ya, memang waktu terbaik menikmati keindahan sawah adalah sore hari, jadi semakin sore cafe ini akan semakin penuh dan pastinya reservasi terlebih dahulu untuk menikmati momen sore hari di Kelapa Muda cafe Ubud ini.

Menu nasi goreng dan kelapa muda menjadi paling favorit dikalangan traveler. Foto via detik.com

Untuk pilihan menu di Kelapa Muda Cafe ini sangat beragam, mulai dari makanan khas nusantara hingga western food, seperti nasi goreng, pizza, aneka nasi ayam, salad, dan menu lainnya. Harga makanan berkisar antara Rp. 35.000 hingga Rp. 60.000 per porsi. Menu favorit dari banyak pengunjung adalah nasi goreng kelapa, rasa yang khas dan gurihnya membuat lidah semakin tergoda. Untuk menu minumannya, mulai dari mocktail, sparkling, dan minuman khas nusantara. Menu minuman favorit kalangan muda disini adalah kelapa muda segar, sesuai namanya.

Kafe ini mulai buka pukul 10 pagi hingga jam 8 malam waktu setempat. Perlu diingat untuk para traveler, kafe ini last order pukul 7 malam. Selain kolam renang, fasilitas yang dimiliki oleh Kelapa Muda Ubud diantaranya Wi-FI, toilet dan ruang ganti, playground, parkiran dan golf car untuk antar jemput. Bagi traveler yang membawa mobil, nanti akan dijemput oleh golf car karena lokasi parkiran cukup jauh untuk jalan kaki menuju kafe. Tapi bagi yang bawa motor bisa langsung parkir di dekat kafe.

Sore hari yang menawan di Kelapa Mudah Ubud. Foto via pergiliburan.com

Selain itu kamu bisa menikmati kolam ikan kecil sembari ngeteh sore hari kamu juga bisa memberi makan ikan. Rasa nyaman dan tenang akan begitu menemanimu sampai malam hari. Ketika malam hari hiasan lampu kuning bertebaran dibawah pohon kelapa yang rindang, membuat suasana malam hari ketika dinner semakin romantis. Nah, teman traveler tunggu apa lagi, segera wujudkan rencana mu membuat hari hari mu semakin ceria. Next

ramadan

The Royal Pita Maha Ubud, Resort Bintang 5 Cocok Untuk Relaksasi

Kampung Literasi Bendo Macrame Sidoarjo, Tempat Alternatif Melepas Kepenatan Kota