in , ,

Menikmati Rimbun dan Sejuknya Jalanan Kota Malang

Kota Malang
Kota Malang

Malang sebagai kota dingin ketenarannya sudah merasuk ke setiap orang, apa lagi untuk mereka yang sudah pernah merasakan langsung suasana di Kota Malang. Suasana yang adem ini tentu juga didukung kondisi geografis Kota Malang yang berada di dataran tinggi. Selain itu, lingkungan yang masih asri dan hijau dengan banyaknya pepohonan di setiap sudut kota membuat suasana Kota Malang selalu adem sepanjang hari.

Baca juga : Nusa Ceningan, Pulau Mungil yang Cocok untuk Menyepi di Bali

Jalanan Kota Malang mungkin sudah semakin diperlebar, karena banyaknya volume kendaraan yang melewatinya. Tapi ternyata masih banyak titik-titik jalanan di Kota Malang yang tetap mempertahankan pepohonan tinggi di pinggir-pinggir jalan yang membuat jalan terasa teduh. Berikut beberapa jalan yang terkenal akan keteduhannya.

1. Jalan Besar Ijen

Siapa yang tidak kenal Jalan Besar ijen. Predikatnya sebagai jalanan kawasan elit di tengah Kota Malang menjadikannya terkenal. Bukan hanya jalannya saja yang besar, tapi ternyata jalanan ini memang sangat indah. Keindahannya dimulai dari ujung ke ujung. Ketika kita baru akan masuk dari arah selatan perempatan Jl. Besar Ijen, kita sudah disuguhi pemandangan sebuah jalanan besar dengan ditumbuhi tanaman palem yang semuanya tinggi menjulang. Ini membuat jalan kembar yang besar ini menjadi teduh, rimbun, dan tentunya ditambah tatanan taman di tengah pembatas jalan membuatnya semakin indah.

Melihat bentuk jalanannya, Jl. Besar Ijen ini terbagi menjadi 2 bentuk jalan. Yang pertama ada di sisi selatan berupa jalan kembar dengan taman mewah di tengahnya, kemudian menyatu pada persimpangan Jl. Pahlawan Trip dan terus ke sisi utara hingga di bundaran Jl. Bandung. Walaupun jalanannya menyatu tapi bukan berarti menyempit. Karena yang hilang hanya taman di tengah jalan kembarnya saja, untuk lebar jalannya tentu masih sama.

Di Jl. Besar Ijen sisi utara ini tanaman palem memang sudah tidak terlihat, tapi suasana malah menjadi semakin rimbun dan teduh, karena pepohonan besar tetap tumbuh dan terawat di sisi-sisi jalanan ini. Untuk menikmati keteduhan Jl. Besar Ijen ini kita bisa duduk-duduk di kursi yang di sediakan di trotoar sepanjang jalan ini.

2. Jalan Bandung

Masih menyambung dari kawasan Jl. Besar Ijen, jika kita lurus ke utara dan berbelok ke kiri kita akan memasuki kawasan Jl. Bandung. Di jalan ini adalah kawasan sekolah hits yang ada di Malang, yang menjadikan kemacetan selalu tidak bisa kita hindari. Tapi tidak masalah tentunya kalau kita melewati Jl. Bandung dan terkena macet, karena Pepohonan besar baik di tepian jalan atau di tengah taman pembatas jalan akan membuat suasana teduh dan rindang tercipta. Kalau kita ingin menikmati suasana indahnya jalan ini kita juga bisa duduk-duduk di tengah taman pembatas jalan, karena juga disediakan beberapa tempat duduk.

Jl. Bandung ini juga berupa jalan kembar yang besar, dan tentunya di kedua sisi akan tetap terasa rindang. Berjalan kaki di trotoar jalan ini, atau berkendara di jalan ini akan terasa sangat adem setelah kita berpanas-panasan di bagian jalan lain. Mengingat tidak semua jalanan Kota Malang tetap ditumbuhi pepohonan di kanan-kirinya.

3. Jalan Veteran

Jl. Bandung yang tergolong cukup pendek akan langsung menyambung ke Jl. Veteran di sebelah baratnya, tepat di persimpangan ujung bangunan kampus Universitas Negeri Malang. Karena  masih bersambungan dengan Jl. Bandung, Jl. Veteran ini tentunya juga merupakan jalan kembar yang juga banyak pepohonan tinggi di kanan kiri, dan juga di tengahnya. Tapi karena pelebaran jalan yang pernah dilakukan, membuat pepohonan tinggi yang berada di kanan kiri tepian jalan diganti menjadi pepohonan palem yang juga mulai menjulang tinggi. Tapi tentunya tidak perlu kuatir, melintas di jalan ini juga masih teras rindang, karena pepohonan besar yang teduh di tengah taman pembatas jalan tetap dipertahankan bersama dengan bunga-bunga yang semakin indah penataannya.

Jl. Veteran ini terus membujur ke arah barat hingga sampai ujung bangunan Universitas Brawijaya di sebuah perempatan jalan menuju Jl. Sigura-gura, Bendungan Sutami, dan juga Gajayana. Di sepanjang Jl. Veteran ini kondisi tanaman di sekitar jalan sama rata rindangnya. Karena memang pepohonan yang ada di jalanan ini masih benar-benar dijaga. Selain untuk menciptakan suasana teduh, tentunya juga bermanfaat untuk estetika jalan raya.

4. Jalan Jakarta

Ada beberapa jalan lain yang masih terhubung langsung dengan Jl. Besar Ijen yang fenomenal, salah satunya lagi adalah Jl. Jakarta. Jalan ini tentu tidak kalah fenomenalnya dengan jalanan Ijen yang sangat rindang pepohonannya. Dengan taman pembatas jalan yang ditumbuhi banyak sekali pepohonan tinggi membuat berjalan mengendarai kendaraan di sini seperti bukan di sebuah jalan di tengah perkotaan. 

Berbeda dengan jalan kembar lainnya, taman pembatas jalan di Jl. Jakarta ini dibiarkan banyak ditumbuhi pepohonan tinggi yang penuh mengisi area pembatas jalan. Tapi kalau malam tentunya tempat indah ini tidak menjadi seram, karena lampu-lampu indah yang terpasang membuatnya terlihat indah. Karena ada lampu dan juga sebuah taman untuk tempat duduk-duduk dan berkumpul, makanya tempat ini diberi nama Taman Kunang-Kunang. Jadi tentunya Jl. Jakarta ini punya dobel keindahan, ketika siang kita merasa adem melewatinya karena banyak pepohonan, dan ketika malam kita akan merasa melewati sebuah jalan dengan taman indah penuh lampu-lampu cantik di tengahnya.

5. Jalan Raung

Jalan selanjutnya adalah jalan yang mungkin tidak semua orang tahu nama jalannya. Jalan ini adalah Jl. Raung. Jalanan ini juga masih terhubung langsung dengan Jl. Besar Ijen. Jalanan yang menghubungkan Jl. Oro-Oro Dowo dengan Jl. Besar Ijen ini adalah jalan 2 arah yang relatif sempit, karena memang hanya jalanan di tengah pemukiman perumahan warga. Tapi melewati jalan ini tentu sangat menarik, kontur jalanan yang berbelok dengan sedikit naik dan turun, ditambah pepohonan yang amat sangat rindang di jalan ini membuat kita semakin suka melewatinya karena teduh dari ujung ke ujung.

6. Jalan Semeru

Kalau kita tahu Stadion Gajayana Malang pasti kita tahu jalanan yang teduh selanjutnya ada dimana. Jalan yang selanjutnya adalah Jl. Semeru. Jalanan ini merupakan lokasi yang sangat ramai dipadati kendaraan bermotor roda 2 dan juga 4. Karena menghubungkan antara poros jalan utama Jl. Basuki Rachmad dengan Jl. Besar Ijen, jalanan ini tentunya menjadi sangat penting. Melewatinya kita akan merasakan teduh ketika mulai sampai di depan Stadion Gajayana hingga sampai di ujung persimpangan Jl. Besar Ijen. Pepohonan di kanan kiri jalan juga didominasi pohon besar dan tua yang membuat jalanan teduh sepanjang hari.

7. Jalan Raya Langsep

Menuju ke Kota Malang di daerah Plaza Dieng ada sebuah jalan bernama Jl. Raya Langsep. Jalan yang membentang panjang mulai dari perempatan Plaza Dieng ke selatan ini berujung pada perempatan Jl. Mergan. Jl. Raya Langsep ini adalah akses utama pengguna jalan yang akan ke wilayah Malang bagian selatan dan mengarah ke perbatasan Kota dengan Kabupaten Malang, dan tentunya sering terjadi kemacetan di jalanan ini. Di sepanjang jalanan ini dan juga di tengah taman pembatas jalannya ditumbuhi berbagai pepohonan tinggi dan besar, mulai dari palem dan pohon lainnya. Saking rimbunnya, biasanya jika cuaca sedang sangat dingin melintasinya di pagi hari menjadi sensasi tersendiri di jalan ini, karena sering berselimut kabut. Tidak hanya itu, tentunya pagi, siang, sore, malam akan tetap sama teduhnya melewati jalan ini.

8. Jalan Melati – Jalan Bungur

Tidak banyak yang tahu tentang sebuah jalan yang bernama Jl. Melati. Jalanan kembar yang lumayan panjang membentang ini memang relatif sepi, mengingat letaknya yang jauh dari jalanan-jalanan utama Kota Malang. Tapi jalan ini akan sering dilewati untuk yang berdomisili di sekitar Jl. Soekarno Hatta.

Jalan besar dan kembar memiliki 2 lajur yang terpisah dan ada taman pembatas jalan yang cukup luas di tengahnya ini terkesan agak kurang terawat. Tapi melewati jalan ini tetap sangat nyaman mengingat lalu lintasnya yang lengang ditambah suasana teduh. Banyak pengguna kendaraan roda 2 atau bapak-bapak ojek online beristrahat di tepian jalan ini karena situasinya yang kondusif.

9. Jalan Kawi Atas

Satu jalan lagi yang dekat dengan kawasan Jl. Besar Ijen adalah Jl. Kawi Atas. Jalan ini adalah kelanjutan dari Jl. Kawi yang terbentang dari kawasan Alun-Alun Kota Malang hingga ke persimpangan Jl. Besar Ijen, dan lurus ke barat diteruskan ke Jl. Kawi Atas ini. Jalan ini menjadi pusat perdagangan dan kuliner yang sangat ramai dari pagi sampai malam, karena di tepi-tepi jalannya banyak dimanfaatkan menjadi tempat parkir mobil. Hal yang menghibur ditempat ini satu-satunya adalah suasana jalanan yang teduh. Karena walaupun menjadi pusat keramaian di kanan kirinya, pepohonan di Jl. Kawi Atas ini tetap dipertahankan keberadaannya sehingga kita tetap merasa teduh ditengah tersendatnya lalu lintas. Next

ramadan

Tips Berfoto Dengan Kain Etnik Yang Menarik

fi wisata di bintan

Wisata Alam di Bintan Kepulauan Riau, Pemandangannya Tak Kalah Dengan Bali