in , ,

Perjalanan Naik Kereta Flam-Myrdal Bakal Disuguhi Pemandangan Alam Menakjubkan Norwegia

Stave

Norwegia terkenal karena pemandangan alamnya yang luar biasa indah. Ada banyak cara untuk mengagumi keindahan karya-Nya ini. Yang sangat populer adalah dengan Fjord Cruise dan Panoramic Train. Kali ini saya bagikan pengalaman saya naik Panoramic Train.

Baca juga : Uniknya Deretan Pulau Berpenghuni Binatang, Dari Kucing Hingga Babi

Apa sih Panoramic Train itu?

Sebenarnya, semua perjalanan menggunakan kereta api di Norwegia menyajikan pemandangan yang sangat indah. Tetapi, khusus perjalanan dari kota Flam ke Myrdal dan sebaliknya, ada satu kereta api yang sangat unik dan popular di kalangan para turis, yang disebut Panoramic Train. Kereta apinya pun dibuat khusus dengan jendela yang sangat besar.

Myrdal Station (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Salah satu keunikan dari Panormaic Train adalah perjalanannya yang menanjak dan menurun cukup drastis dalam kurun waktu sekitar 1
jam saja. Flam berada di ketinggian sekitar 2 meter di atas permukaan laut, sementara Myrdal ada di 866 meter. Sehingga, seluruh rel di jalur ini tidak ada yang datar. Semuanya menanjak atau menurun dengan derajat yang berbeda-beda.

Flam Station (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Mulai dibangun di Myrdal pada tahun 1936 dan selesai di Flam pada tahun 1940, jalur kereta ini mulai digunakan pada 1 Agustus 1940. Jarak yang ditempuh dalam 1 jam perjalanan ini sekitar 20 km dan melewati 20 terowongan yang membelah bukit dan gunung.

Pemandangan apa saja yang bisa dilihat sepanjang perjalanan? Ada beberapa spot menawan yang bisa dilihat sepanjang perjalanan ini, diantaranya sebagai berikut.

Kjosfossen Waterfall

Kjosfossen Waterfall (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Berjarak sekitar 4,4 km dari Myrdal Station, inilah air terjun yang sangat menarik di sepanjang perjalanan ini. Kereta berhenti sekitar 5 menit di sini untuk memberikan waktu bagi para penumpangnya untuk berfoto-foto ria.

Rallarvegen Road

Rallarvegen Road (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Tak jauh dari Kjosfossen Waterfall, yaitu di Pinnelia, Teman Traveler bisa menyaksikan dari kejauhan Jalan Rallarvegen, yaitu sebuah jalan berkelok dengan 21 zig-zagnya yang tajam. Jalan ini dulunya dilalui oleh kuda yang membawa banyak material guna pembangunan jalan kereta. Saat ini, jalan tersebut sudah tidak lagi dipakai oleh kuda, melainkan digunakan untuk pesepeda atau pejalan kaki.

Rjoandefossen Waterfall

Rjoandefossen Waterfall (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Mendekati Flam, Teman Traveler bisa menyaksikan Rjoandefossen Waterfall setinggi kira-kira 140 meter. Air terjun ini termasuk yang tertinggi yang ada di Norwegia.

Hareina

Sesaat sebelum tiba di Flam, Teman Traveler bisa melihat keindahan Hareina. Sebuah desa yang terletak di lembah, lengkap dengan Stave Churchnya yang dibangun sejak tahun 1667.

Stave Church (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Tentunya tidak hanya yang disebutkan di atas saja yang bisa Teman Traveler lihat, tetapi masih banyak lagi. Sungai, gunung, lembah, air terjun, dan masih banyak panorama indah yang lain yang sulit diungkapkan keindahannya lewat kata-kata.

Apa yang paling unik?

Di Norwegia, ada kepercayaan mengenai keberadaan sesosok peri. Namanya Wood Nymph. Digambarkan sebagai sesosok wanita cantik yang bersuara merdu dan bermusikalitas tinggi, Wood Nymph ini dipercaya sering menampakkan diri dihadapan manusia. Walaupun berwajah cantik, tapi peri ini berbuntut dan punggungnya berlubang, lho.

Sesosok wanita menari di air terjun Kjosfossen (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Nah, legenda tentang Wood Nymph inilah rupanya yang menginspirasi salah satu pertunjukan di Kjosfossen Waterfall. Pada saat kereta berhenti di Kjosfossen Waterfall, penumpang diperbolehkan turun sekitar 5 menit untuk berfoto-foto atau menikmati pemandangan. Teman Traveler bakal mendengar alunan suara musik dan nyanyian yang terkesan mistis. Suara nya tak terdengar jelas, karena suara si air terjun cukup membahana.

Tak hanya suara musik, tiba-tiba di atas tebing yang tinggi, di mana air terjun tersebut berasal, muncul sesosok wanita berbaju merah yang menari. 

Museum Kereta Api

Selain perjalanan naik kereta api, di Flam juga ada Museum Kereta Api yang cukup mungil. Di dalam musem ini diceritakan mengenai proses pemasangan rel kereta dari Myrdal ke Flam. Selain foto-foto zaman kuno, di museum ini juga diletakkan salah satu gerbong kereta api lawas.

Museum Kereta Api di Flam (c) Ruth Devi/Travelingyuk

Nah, begitulah Teman Traveler, pengalaman menumpang Panoramic Train. Semoga bisa membantu Teman Traveler yang ingin berkunjung ke sana. Next

ramadan

Resep Beef Sukiyaki, Sajian Terlezat Perayaan di Rorouni Kenshin

Asri Sari Villa Ubud

Asri Sari, Rekomendasi Hotel Murah di Ubud