in , ,

Serunya Nonton Sepak Bola di Amerika Latin, Dari Macan hingga Bonek versi Kolombia

Saksikan keseruan liga Kolombia

Sepak bola sudah mendarah daging di tanah air. Suatu kejutan yang menyenangkan ketika saya merasakan euforia ini di luar negeri, tepatnya di Kolombia. Meskipun seringkali dikaitkan dengan kekerasan dan huru-hara, sepak bola di salah satu bagian Amerika Latin ini memiliki begitu banyak warna dan rasa.

Baca juga : Tradisi Unik Pukul dan Cambuk, di Indonesia Juga Ada

Pertama Kali Saksikan Pertandingan Antar Kota

Supporter Atletico Nacional di tribun utara sepakbola kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Supporter Atletico Nacional di tribun utara (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Derby atau pertandingan satu kota layaknya City dan United, atau El Real dan Atletico, lebih dari sekedar pertandingan sepakbola. Rivalitas yang sudah mengakar, mengubah proses peraihan tiga poin menjadi sesuatu yang bisa dibilang sakral. Di Medellin, rivalitas ini terasa antara dua klub kesayangannya, Atletico Nacional dan Independiente Medellin. Berikut kisahnya dari kacamata gadis pecinta bola asal Bandung.

Keramah Tamahan Saat Bangku Masih Kosong

Bangku penonton di Stadion Atanasio Girardot, Medellin, Kolombia Sepakbola Amerika Latin (c) Arakita Rimbayana
Bangku penonton di Stadion Atanasio Girardot, Medellin, Kolombia (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Menurut penduduk lokal, rivalitas klub ini sudah seperti Real Madrid dan Barcelona di Spanyol. Atletico Nacional dengan warna kebanggaan hijau-putihnya adalah klub kaya bertabur bintang Medellin, sedangkan Independiente Medellin (dengan warna merah-biru, mirip Barcelona) hanya bermodalkan sponsor lokal. Tetapi, supporter kedua klub berbaur dengan aman, bahkan ada yang duduk satu meja di warung-warung sekitar stadion dan bertukar tawa sebelum pertandingan di mulai.

Perang Genderang Antar Tribun

Supporter Independiente Medellin di tribun selatan sepakbola amerika latin kolombia (c) Arakita Rimbayana
Supporter Independiente Medellin di tribun selatan (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

45 menit sebelum kick-off, bangku-bangku di stadion sudah mulai terisi. Supporter Independiente yang berlaku sebagai tim kandang saat itu, menduduki tribun selatan, sedangkan supporter Atletico di tribun utara. Bahkan saat para pemain masih melakukan pemanasan, perang genderang sudah dimulai. Saya duduk di tribun barat, meskipun tergolong zona netral, saya berada di antara supporter Independiente.

Pendukung Setia dari Semua Kalangan

Tidak patah semangat meskipun tertinggal 0-3 sepakbola kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Tidak patah semangat meskipun tertinggal 0-3 (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Tua atau muda, pria atau wanita, kaya atau miskin, tidak peduli apa statusnya, hari itu mereka berada di sana untuk mendukung tim kesayangan. Dengan sepenuh hati mereka menyerukan yel-yel atau dalam istilah lokal disebut “chazas”. Meskipun tertinggal 0-3 menjelang turun minum, supporter Independiente tidak putus asa, yang ada malah semangat yang makin berkobar.

Keamanan Tingkat Tinggi

Perusuh segera diamankan petugas sepakbola kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Perusuh segera diamankan petugas (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Mulai dari pintu masuk kawasan stadion sampai di sekitar lapangan, banyak petugas kepolisian Medellin bersiaga. Ya, keamanan saat pertandingan sepakbola, terutama derby, dijaga dengan cukup ketat. Setiap pengunjung digeledah dan setiap tiket diperiksa. Selama pertandingan ini berlangsung, saya hanya melihat dua insiden: satu penonton berkelahi di tribun dan satu lagi melempari pemain dengan air minum. Tetapi kedua insiden segera ditangani petugas dan para pelaku langsung diamankan.

Keseruan Berlanjut di Malam Hari

Terus semangat sampai malam tiba stadion sepakbola kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Terus semangat sampai malam tiba (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Meskipun kalah 1-4 dari Atletico, semangat supporter Independiente tidak pernah turun. Genderang dan “chazas” terus terdengar selama pertandingan berlangsung. Pertandingan manapun yang kamu saksikan, sebaiknya kamu ikut mendukung tim tuan rumah dan kenakan warna baju yang senada dengan jersey pemain.

Di bawah bendera supporter sepakbola kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Di bawah bendera supporter (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Cari tahu juga tribun mana yang harus kamu pilih. Untuk Stadion Atanasio Girardot di Medellin, Kolombia, pilih tribun Southwest (barat daya) yang netral, teduh, dan dekat supporter tim kandang. Jangan lewatkan keseruan menonton sepak bola di Amerika Latin ini!

Tiket Semi-VIP yang Terjangkau

Tiket nonton sepakbola di Stadion Atanasio Girardot kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Tiket nonton sepakbola di Stadion Atanasio Girardot (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Tersedia tempat pembelian tiket khusus turis di Stadion Atanasion Girardot. Langsung saja menuju pintu barat stadion dan cari petugas atau spanduk bertuliskan “May I help you?”. Meskipun saya membeli tiket sekitar satu jam sebelum pertandingan dimulai, saya hanya perlu membayar 75.000 Peso Kolombia, atau sekitar Rp. 300.000. Harga tertera pada tiket, jadi jangan takut kena tipu.

Pengalaman Berharga dan Tak Terlupakan

Tempat pembelian tiket resmi khusus turis stadion sepakbola kolombia amerika latin (c) Arakita Rimbayana
Tempat pembelian tiket resmi khusus turis (c) Arakita Rimbayana/Travelingyuk

Belum liburan ke Amerika Latin namanya kalau belum nonton pertandingan sepakbola langsung di stadion. Bukan hanya gocekan cantik dan tendangan spektakuler yang bisa kamu cermati di sini, tetapi juga budaya dan tradisi komunitas itu sendiri. Next

ramadan
Toge Goreng Bogor

5 Kuliner Murah dan Enak di Bogor, Ada Olahan Pepes yang Unik

Jajanan Hits Pacet Mojokerto yang Pedas dan Super Enak