in , ,

Seperti Ini Suasana Berada di Pulau Bali Saat Perayaan Hari Raya Nyepi

Suasana di Bali akan sangat terasa berbeda saat perayaan Hari Raya Nyepi berlangsung. Jalanan yang biasanya ramai wisatawan, akan sangat sepi.

Suasana Nyepi di Bali

Suasana terasa berbeda memang, jika Teman Traveer sedang berada di Pulau Bali pada saat perayaan Hari Raya Nyepi. Ya, Pulau Seribu Pura yang didominasi umat beragama Hindu, tentu saja akan mengalami berbagai perbedaan saat perayaan Nyepi.

Baca juga : 8 Pilihan Tempat Berlibur di Kabupaten Ngawi yang Bikin Kamu Ingin Balik Lagi

Kawasan wisata primadona Indonesia yang memiliki julukan Pulau Dewata ini, memang selalu terlihat tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Namun berbeda halnya saat Hari Raya Nyepi, tidak akan ada aktivitas masyarakat lokal maupun wisatawan di
pulau ini.

Suasana Nyepi di Bali jalanan menjadi lengang

Suasana Nyepi di Bali
Jalan Pantai Kuta yang nampak tanpa aktivitas pada Hari Raya Nyepi (c) Rosite/Travelingyuk

Seluruh penjuru Pulau Bali yang tak pernah sepi dari aktivitas wisatawan, akan berubah drastis. Momen perayaan Hari Raya Nyepi juga harus dipatuhi oleh wisatawan yang sedang berada di sini. Ketika perayaan Hari Raya Nyepi, tak akan tampak lalu lalang wisatawan selama seharian penuh.

Suasana Nyepi di Bali
Jalan Pantai Kuta yang sudah nampak sepi pada sore hari H-1 Hari Raya Nyepi (c) Rosite/Travelingyuk

Tak terkecuali kawasan Kuta yang selalu padat oleh lalu lalang wisatawan. Jalan Pantai Kuta yang biasa padat dengan wisatawan mendadak tak ada aktivitas satu pun. Ketika Hari Raya Nyepi berlangsung, tak akan nampak kendaraan bermotor yang berjajar parkir di sepanjang Jalan Pantai Kuta.

 Hanya boleh beraktivitas di dalam tempat menginap

Suasana Nyepi di Bali
Lahan parkir yang nampak penuh kendaraan, karena wisatawan hanya boleh beraktivitas di dalam hotel (c) Rosite/Travelingyuk

Pihak hotel atau tempat menginap, tentu akan memberitahukan kepadamu terkait beberapa hal yang harus dipatuhi ketika Hari Raya Nyepi. Kamu yang sedang berada di Pulau Bali saat Hari Raya Nyepi berlangsung, hanya akan diperbolehkan beraktivitas di dalam tempat menginap. Hal tersebut tentunya juga untuk menghormati masyarakat Pulau Bali yang mayoritas merayakan Hari Raya Nyepi.

Tak ada aktivitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Perlu diketahui bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan operasionalnya pada Hari Raya Nyepi. Hal tersebut berlaku baik untuk rute domestik maupun internasional. Seluruh aktivitas di bandara ini akan diberhentikan sementara. Yang ada hanyalah beberapa petugas dan pecalang yang sedang berjaga.

Suasana Nyepi di Bali
Suasana sepi Bandar Udara Internasional Ngurah Rai saat Nyepi via Kompas

Penghentian operasional bandara akan dilaksanakan selama 24 jam. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan kembali beroperasi pada H+1 Hari Raya Nyepi. Penghentian operasional bandara, tak terlepas dari wujud menghormati masyarakat Bali yang mayoritas merayakan Hari Raya Nyepi.

Tempat makan tutup saat perayaan Nyepi di Bali

Salah satu resto fast food di Jalan Pantai Kuta yang sudah tutup pada sore hari menjelang Hari Raya Nyepi (c) Rosite/Travelingyuk

Bagi kamu yang sedang berada di Pulau Bali menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, pasti akan mengalami kesulitan mencari tempat makan. Apalagi saat sehari sebelum hari raya. Sangat jarang kamu dapat menemukan tempat
makan yang beroperasional sesuai jam pada hari biasa.

Makanan yang disediakan pedagang kaki lima di Jalan Pantai Kuta menjadi satu-satunya pilihan pada H-1 Hari Raya Nyepi (c) Rosite/Travelingyuk

Bahkan deretan resto fast food di Jalan Pantai Kuta sudah tutup pada sore hari menjelang hari raya. Karyawan resto fast food di kawasan Kuta pun sudah bergegas untuk pulang saat hari menjelang sore. Lalu bagaimana solusi untuk kamu yang sedang menginap di kawasan Kuta? Tenang saja, pedagang makanan kaki lima di sepanjang Jalan Pantai Kuta masih buka di sore hari H-1 Hari Raya Nyepi.

Pentingnya kamu mengetahui peraturan-peraturan sebelum hingga saat perayaan Nyepi di Bali, agar tetap menghormati warga setempat.

  Next

ramadan
Lahang

Lahang, Minuman Isotonik Tradisional dari Tanah Sunda

Pikatan Waterpark Temanggung, Sensasi Bermain Air di Mata Air Alami