in , ,

Mabokuy, Uniknya Manusia Bambu dari Ciamis

Kenalan Sama Manusia Bambu dari Ciamis, Mabokuy

Mabokuy dari Ciamis
Mabokuy dari Ciamis (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Jika Teman Traveler berkunjung ke Dusun Cintanagara, Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, kalian akan berkesempatan menemui Mabokuy. Karya seni ‘manusia bambu’ ini dibuat dari garabadan alias peralatan rumah tangga dari bambu. Penasaran? Yuk, simak uniknya hasil kreativitas Eman Hermansyah ini.

Baca juga : Danau Singkarak, Pesona Alam Sumbar yang Molek

Desa Purwaraja Sebagai Penghasil Garabadan

Mabokuy di Hari Jadi Kota Bogor ke-537 (c) Intan Deviana/Travelingyuk
Mabokuy karakter kakek-kakek (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Kecamatan Rajadesa khususnya Desa Purwaraja, sudah lama dikenal sebagai penghasil garabadan. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai penganyam bambu dan menjual hasilnya ke agen atau pengepul. Eman lantas mengajak para perajin untuk mewujudkan konsep seni mabokuy, yang diharapkan bisa jadi ikon seni anyar di Kabupaten Ciamis.

Konsep Mabokuy

Desainnya cukup unik (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Tahun 2015, Eman mulai menggarap desain pertama. Dalam pemikirannya, seni berbentuk manusia ini harus berukuran tinggi dan besar (grand style),
memiliki nilai seni dan keindahan. Tujuannya tak lain agar menarik perhatian semua yang melihat. Wah, gagasan yang sangat menarik ya Teman Traveler?

Ukuran dan Dana Pembuatan

Berbentuk karakter perempuan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler yang penasaran, satu karakter manusia bambu ini, termasuk mahkota dan aksesoris lain di bagian kepala, memiliki tinggi antara 2 sampai 2,75 meter. Sedangkan lebarnya kira-kira antara 1 sampai 1,20 meter.

Pembuatan satu Mabokuy umumnya menghabiskan dana sekitar Rp200.000. Dalam kurun waktu dua bulan, para perajin anyaman bambu Desa Purwaraja biasanya mampu menyelesaikan pembuatan 10 buah karya seni unik ini.

Mabokuy Tampil di Hadapan Publik

Wujud manusia bambu ini pertama kali dipentaskan di acara HUT Kabupaten Ciamis ke-373 pada bulan Juni 2015. Antusiasme dan sambutan warga kala itu cukup semarak dan positif. Semua karya yang dipamerkan sukses menyedot perhatian masyarakat, bahkan tak sedikit yang tertarik berswafoto bersama.

Ikut Berbagai Event dan Festival

Grand style, artistik, dan estetis (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Sejak saat itu, Mabokuy terus mendapat tawaran dan kesempatan untuk tampil pada event seni dan bermacam festival. Salah satunya adalah Pawai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 tingkat Kabupaten Ciamis pada Desember 2015. Dalam kesempatan tersebut karya seni ini sukses menyabet juara ke-3.

Prestasi kembali ditorehkan dengan merebut gelar juara pertama di Pawai MTQ ke-35 tingkat Provinsi Jawa Barat pada April 2018 silam. Kala itu gelaran meriah tersebut dihelat di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Iring-iringan mabokuy (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Selain kedua parade di atas, mabokuy juga beberapa kali diundang ke berbagai jenis festival dan karnaval di rentang tahun 2018-2019. Beberapa di antaranya yaitu Festival Coffee Rajadesa Art and Culture, Festival Tjimanoek di Indramayu, Pawai Budaya HUT ke-529 Majalengka, Karnaval SCTV di Ciamis, Asia Afrika Festival di Kota Bandung dan masih banyak lagi.

Pengajuan Hak Milik ke HAKI

Kepala menjadi bagian yang paling sulit dibuat (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Lantaran mendapat respon sangat positif dari masyarakat dan pemerintah Kabupaten Ciamis, khususnya Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga, tahun 2019 ini mabokuy sudah diajukan untuk mendapat hak milik ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Bagaimana Teman Traveler? Makin bangga dong melihat Indonesia terus menciptakan banyak inovasi baru di bidang seni. Jika kalian sedang wisata di Ciamis, jangan lupa cari informasi tentang kapan bisa menyaksikan karya menarik ini. Next

ramadan
Ilustrasi aktivitas rafting

5 Tips Rafting Aman, Liburan Ekstrem Tetap Nyaman

Piknik Sambil Ngopi di Lava Bantal Jogja