in , ,

Super Lezat! Berikut 5 Makanan Khas Wakatobi yang Terkenal

Siapa yang tidak mengenal Wakatobi? Salah satu wisata bahari yang menyuguhkan pesona bawah permukaan air laut yang tiada duanya. Bahkan destinasi ini selalu dinanti-nanti hingga akrab oleh turis mancanegara. Saking indahnya bawah laut Wakatobi hingga dinobatkan sebagai pulau tempat diving terbaik didunia. Namun Wakatobi tidak hanya menyuguhkan pesona alamnya saja, ada deretan nama kuliner favorit yang selalu didambakan banyak wisatawan. Rasa yang khas dan unik membuat siapa saja bakal tergiur. Apa saja sih makahan khas Wakatobi yang paling top?

Baca juga : Nasi Jamblang Mang Dul, Kuliner Legendaris Khas Cirebon Langganan SBY

Gule Gule

Jika kamu berada di Pulau Jawa, Gule gule adalah jenis makanan kare kambing. Namun, di Wakatobi Gule-gule adalah camilan yang biasa ditemui ketika terdapat acara-acara keagamaan atau acara adat setempat. Yang menonjol dari camilan ini adalah bentuknya yang unik dan sangat rapih. Kamu dapat menemukan bentuk Gule-gule sangat simetris.

Gule gule salah satu camilan unik khas Wakatobi. Foto via carisemuaja.com

Gule gule terbuat dari pati ubi atau singkong yang dicampur sedikit tepung terigu dan berbagai jenis bahan lainnya yang kemudian dibentuk sesuai bentuk unik dari keuletan tangan masyarakat Wakatobi.

Ikan Parande

Tak dipungkiri, Wakatobi adalah rangkaian kepulauan yang membentang di Laut Banda sisi tenggara dari Pulau Sulawsi. Tak heran jika makanan khas berbahan dasar dari ikan laut. Salah satunya adalah ikan Parende, kamu akan kesulitan menemukan jenis ikan satu ini karena ikan Parende hanya hidup di perairan Wakatobi. Meski telah dijaring setiap hari oleh nelayan Wakatobi, ikan ini tidak akan pernah punah.

Ikan Parende salah satu jenis ikan khas Wakatobi. Foto via selerasa.com

Rasa yang gurih nan lezat membuat siapa saja bakal nambah porsi. Biasanya ikan Parende ini diolah layaknya asem-asem manis. Apalagi disajikan dengan nasi dalam keadaan hangat atau panas yang dapat kamu siram dengan kuah kuning yang kental. Aroma kelezatan bumbu dan ikan ini akan menusuk hidungmu.

Ikan Bakar Colo-Colo

Ikan Bakar Colo-colo biasa digunakan masyarakat Wakatobi dari ikan tongkol atau jika menggunakan ikan tawar biasa memakai daging dari ikan mujair. Sebelum dibakar ikan ini dilumuri dengan berbagai bumbu yang kemudian diberi perasan jeruk nipis dan garam. Perbedaan hanyalah pada jenis sambal yang digunakan. Colo-colo adalah jenis sambal asli dari tanah Wakatobi.

Ikan Bakar Colo-Colo dapat kamu cicipi ketika berlibur ke Wakatobi. Foto via makanapahariini.com

Sambal nikmat ini terbuat dari percampuran cabai, perasan jeruk nipis, bumbu rempah dan kecap. Rasa pedas dan manis serta bercampur dengan asam yang segar memberikan aroma dan cita rasa tersendiri.

Kasuami

Ketika menyantap ikan Bakar Colo-colo ataupun Ikan Parende rasanya kurang nikmat jika tidak menggunakan nasi. Nah, penduduk Wakatobi biasa mengganti menu nasi dengan kasuami. Segi rasa lebih gurih daripada nasi dan masalah karbohidrat jangan ditanya, kasuami memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi.

Kasuami jenis makanan khas Wakatobi yang lezat. Foto via beritagar.com

Kasuami lebih sering dikonsumsi karena dari segi harga lebih murah dan sangat cocok untuk masyarakat Wakatobi yang super kerja keras ketika melaut di lautan sehingga membutuhkan energi yang ekstra.

Kambalu

Kambalu salah satu jenis makanan khas Wakatobi pengganti Nasi. Foto via kulinerwakatobi.com

Tidak jauh berbeda dengan kasuami bahwa Kambalu adalah pengganti nasi. Tanah Wakatobi memang sangat tidak memmungkinkan untuk ditanami padi, sehingga masyarakat Wakatobi beralih menggunakan jenis ubi-ubian untuk dijadikan pengganti nasi. Jika Kasuami terbuat dari pati singkong maka kambalu terbuat dari talas namun diberi tambahan garam, dan rempah rempah lainnya. Sehingga rasanya tetap gurih dan sedap. Next

ramadan
Rumah Bugis menjadi salah satu rumah adat Sulawesi Selatan

Mau Tau Keunikan dan Fakta Rumah Adat Bugis? Yuk Simak Ulasannya!

Saung Rindu Alam Gowa Sulawesi Selatan

Kuliner di Gowa? Jangan Lupa Mampir ke Saung Rindu Alam!