in , ,

Museum Zoologi Frater Vianney Malang, Wisata Sambil Belajar

Belajar Sambil Jalan-jalan di Museum Zoologi Frater Vianney

Salah satu koleksi di museum
Salah satu koleksi di museum (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Berniat mengajak si kecil berwisata akhir pekan, namun belum menemukan destinasi tepat? Museum Zoologi Frater Vianney Malang bisa jadi pilihan tepat. Dijamin Teman Traveler bakal puas berjalan-jalan di sana.

Baca juga : Americano yang Smooth bisa Kamu Temui di Oma Walet Café Kediri!

Di sini pengunjung cilik bisa berwisata sambil menambah pengetahuan mengenai satwa, terutama biota laut dan reptilia. Bagaimana keseruannya? Yuk simak ulasan lengkap soal Museum Zoologi Frater Vainney berikut ini.

Dekat dari Pusat Kota

Plakat peresmian museum (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Berada dekat pusat kota, tepatnya di Jalan Raya Karangwidoro no 7, Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, museum satu ini cukup mudah ditemukan. Jika Teman Traveler datang dari Jalan Besar Ijen, langsung arahkan kendaraan ke barat menuju daerah Puncak Tidar. Harap hati-hati dalam perjalanan karena lokasinya berada di daerah menanjak dan berkelok.

Koleksi Spesimen Konkologi

Puluhan koleksi konkologi (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Di museum ini Teman Traveler akan temukan ratusan koleksi spesimen konkologi (ilmu hewan kerang-kerangan di darat dan laut) dan herpetologi (ilmu tentang biologi ular). Semanya diklasifikasi lengkap dan rapih.

Koleksi spesimen kerang (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Sebagian besar kulit kerang tersebut diambil dari berbagai pantai di Indonesia. Sementara itu, ular yang diawetkan di sini, basah maupun kering, dulunya merupakan koleksi Frater Vianney. Beliau lantas mewariskannya untuk dipajang di museum.

Bermula dari Seorang Guru

Beberapa koleksi Sang Guru (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Frater M. Vianney sendiri adalah seorang misionaris berkebangsaan Belanda yang datang ke Indonesia pada 1960-an. Ia pernah bertugas menjadi guru sekaligus kepala sekolah pada sebuah SGA (Sekolah Guru Atas) di Flores. Di sinilah beliau memulai koleksi dan klasifikasi spesimen-spesimen yang kini berada di Museum Zoologi Frater Vianney Malang.

Kerang dari berbagai pantai di Indonesia (c) Erisa Nindya/Travelingyuk
Ular yang diawetkan secara basah (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Teman Traveler juga bisa menemukan koleksi lain dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur di sini. Mulai dari awetan macan, musang, kumbang, biawak, kupu-kupu, penyu hijau, hingga berbagai macam fosil.

Banyak koleksi menarik bisa ditemukan di sini (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Oh ya, spesimen yang ada di museum ini hanyalah sebagian dari keseluruhan koleksi asli Frater Vianney. Sisanya diserahkan sebagai bahan ajar [ada perguruan tinggi di Kupang.

Bisa Dikunjungi Gratis

Musang yang diawetkan (c) Erisa Nindya/Travelingyuk
Berbagai jenis kupu-kupu (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Museum Zoologi Frater Vianney Malang buka dari Senin hingga Sabtu, pukul 07.00 hingga 14.00. Untuk pengunjung umum, museum tidak mematok biaya masuk sepeserpun.

Namun pengunjung rombongan harus membuat janji lebih dulu agar pihak pengelola bisa menyiapkan bahan ajar dengan harga tiket sesuai jenjang pendidikan. Rombongan murid SD dikenakan biaya Rp 10.000, SMP Rp 12.500, SMA Rp15.000, dan Perguruan Tinggi Rp20.000.

Bisa Petik Jeruk Juga

Wisata petik jeruk (c) Erisa Nindya/Travelingyuk

Nggak cuma mempelajari beragam spesimen, Teman Traveler juga bisa ajak si kecil melihat tumbuh kembang kelinci dan ayam di sekitar bangunan museum.

Selain itu, masih ada wisata petik jeruk lho. Jeruk yang dibudidayakan di sini adalah jeruk Pontianak. Rasanya manis dengan biji tak terlalu banyak. Setelah puas memetik, kalian bisa membawa pulang hasil panen pulang sebagai buah tangan. Harganya cukup murah, sekitar Rp11.000 per kilo. Asyik kan?

Bagaimana Teman Traveler, siap mengajak si kecil jalan-jalan sambil belajar di Museum Zoologi Frater Vianney Malang? Jangan lupa siapkan kamera dan selamat berwisata! Next

ramadan
Kamar di Mixed Dorm New Society Hostel

New Society Backpackers Hostel Singapura, Serunya Menginap di Mixed Dorm

Museum Batik Pekalongan

Belajar Mbatik di Museum Batik Pekalongan, Yuk Ikut Lestarikan Warisan Dunia