in , , ,

Mengapung Dengan Santai di Indahnya Pantai Tureloto Nias

Mungkin teman traveler baru mendengar bahwa terdapat pantai yang dijuluki sebagai laut matinya Indonesia. Istilah laut mati disematkan karna kadar garamnya yang begitu tinggi, pengunjung akan dengan mudah mengapung di atas air untuk menikmati keindahan laut. Hal ini terjadi di salah satu Pantai barat Indonesia tepat di Pulau Nias dengan nama Pantai Tureloto.

Baca juga : 4 Tempat Naik Kereta Gantung di Indonesia, Ekstrem dan Memukau

Pantai dengan spot berenang yang aman mendukung para pengunjung dengan bebas berenang tanpa perlu khawatir akan ombak besar yang ingin mengancam. Hal ini disebabkan oleh gugusan batu karang sejauh ratusan meter yang menjulur ke dalam laut yang menahan gelombang besar. Selain gugusan karang yang menahan ombaknya, bentuknya yang seperti teluk pun jadi alasan lain bagi ombak besar untuk tidak mampu menembus masuk ke area pantai Tureloto.

Bagi Teman Traveler yang ingin mengelilingi gugusan batu karang ini bisa dengan mudah di telusuri hanya dengan menyewa perahu yang sudah bertengger di sana yang disediakan oleh para nelayan lokal dengan tarif Rp100.000 untuk pulang pergi keliling batu karang di sepanjang pantai.

Bebatuan di pantai Tureloto ini muncul akibat gempa Nias tahun 2005. Foto via pegipegi.com

Gugusan karang unik yang berbentuk persis seperti otak manusia menjadi ikon khusus di pantai Tureloto sehingga orang-orang sering menyebutnya sebagai karang otak. Mungkin teman traveler bertanya, mengapa gugusan karang ini tercampak di atas pantai yang biasanya berada dan hidup di dalam laut? Hal ini terjadi sejak Maret 2005 setelah gempa bumi dahsyat menghantam pulau Nias. Sebagai imbasnya, pinggiran pantai Tureloto seakan terangkat sehingga gugusan karang yang dulunya berada di dalam laut kini seakan naik ke atas di sepanjang bibir pantai. 

Pantai Tureloto menjadi laut matinya Indonesia karena bisa mengapung. Foto via phinemo.com

Kondisi air laut yang bening dan bersih seperti kristal membuat kombinasi dengan gugusan batu karang sangatlah bikin takjub pengunjung. Karena air laut yang bening sehingga para pengunjung dapat menikmati pesona dalam lautan yang indah. Tak heran jika pantai ini menjadi salah satu spot diving atau snorkeling paling eksotis. Berenang dan diving/snorkeling merupakan kegiatan wajib bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi bawah laut dari pantai Tureloto.

Sepanjang bibir pantai Tureloto ini tersedia pondok pondok atau gazebo sebagai tempat peristirahatan pengunjung. Bahkan Pondok-pondok yang dibangun tidak hanya di sepanjang bibir pantai melainkan beberapa lainya yang dibangun di dalam laut seperti pondok apung yang bisa disinggahi oleh pengunjung untuk berkeliling di sekitar bibir pantai.

Tak hanya mengapung, kamu juga bisa menyelam di pantai Tureloto ini. Foto via phinemo.com

Nah, untuk teman traveler yang merasa haus dan lapar tidak perlu khawatir karna di sekitar pantai Tureloto tersedia beberapa kantin dan rumah makan yang menjual berbagai menu makanan ala lokal dengan bumbu khasnya, seperti ikan bakar bumbu Nias yang menjadi favorit kebanyakan para pengunjung di pantai ini. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp30.000 sampai Rp100.000. Next

ramadan

Warung Nasi Tempong Bu Bella, Pedasnya Membara

Ayam Bakar Madu Tebe, Lezatnya Bikin Nagih Terus!