in

Bikin Tercengang, Pramugari Lebih Suka Penumpang Kelas Ekonomi daripada Bisnis?

Ngetrip dengan pesawat terbang memang menyenangkan. Lebih cepat, nyaman dan profesional. Tapi, layaknya moda transportasi lain, penerbangan juga punya penggolongan layanan sesuai dengan tarif yang disediakan. 

Baca juga : Waspada! Teror Buaya Laut Sedang Menghantui Pantai Timor Leste

Barangkali kita hanya tahu tentang kelas bisnis dan ekonomi saja. Tapi, ternyata ada beberapa hal yang menarik seputar penerbangan yang perlu kamu tahu. 

Pengakuan pramugari lebih suka penumpang kelas ekonomi

pramugari pesawat
Ilustrasi pramugari layani penumpang kelas ekonomi. Foto via Traveller au

Baru-baru ini, The Sun merilis pengakuan eks pramugari, Heather Wilde, yang menyebutkan bahwa, kelas bisnis mungkin lebih sedikit penumpang. Namun, pada kenyataannya mereka harus bekerja lebih keras. Hal ini karena tim pramugari harus melayani penumpang terus menerus jika berada di layanan pesawat bisnis atau kelas 1. Hal tersebut membuatnya merasa jadi ‘pelayan’ di langit. 

Hal senada dilontarkan oleh Nuralia Mazlan. Menurutnya, lebih baik melayani 100 penumpang kelas ekonomi daripada 16 penumpang kelas bisnis. Tugasnya jauh lebih mudah, karena meski ada banyak orang, penumpang ekonomi tidak banyak mengeluh, komplain atau meminta ini dan itu.

Karakter penumpang dan profesionalisme pramugari 

pramugari
Pramugari di kelas ekonomi. Foto via: New York Times

Fenomena seperti di atas memang bisa dianggap jadi konsekwensi dari tarif lebih yang dibayar konsumen. Sehingga mereka berekspektasi akan kenyamanan dan layanan yang lebih. Namun, memang tak dimungkiri bahwa tiap individu penumpang juga berpengaruh.

Meski ada pengakuan seperti ini, sebenarnya hal tersebut lebih mengacu pada pengalaman pribadi mereka. Memang ada beberapa penumpang bisnis yang merasa dirinya ‘tuan putri’ menurut beberapa pramugari. Namun dalam menjalankan tugas, masih banyak yang senang melakukan service dan penerbangan di kelas bisnis. 

Melansir dari Kumparan, beberapa maskapai mempersilajan pramugarinya memilih kelas penumpang yang mereka layani. Nah, biasanya mereka bisa mengenali rute mana yang memerlukan kesiapan mental dan energi khusus. 

Pandangan pramugari VIP

pesawat kelas bisnis
Ilustrasi pesawat VIP. Foto via: Paramount Business Jets

Di tahun 2020, Kimberley Benton dan Mary Kalymnou, pernah memaparkan pada CNN Travel tentang fenomena ini dengan perspektif yang lebih strategis. Agar bisa menjalankan tugasnya, mereka mengenali karakter dan harapan penumpang. Di antaranya, penumpang VIP memang mengharapkan layanannya lebih personal. 

Di antaranya, mengetahui apa yang diinginkan penumpang, bagaimana dan kapan saat yang tepat penumpang menginginkannya. Selain itu, perlu mengenali preferensi mereka secara personal. Meski sesimpel, tidak ingin ada kacang tertentu dalam makanan mereka, menyingkirkan serutan keju atau minyak dan sebagainya. 

private jet
Ilustrasi penumpang jet pribadi. Foto via The Guardian

Sebagai pramugari VIP, mereka bahkan perlu melihat pesawat jenis apa yang dilayani. Misalnya pada pesawat beralaskan 100% sutra murni, full furnished dengan produk desainer dan sebagainya, ada sepatu khusus yang harus mereka pakai dan pramugari bertanggung jawab agar properti tersebut juga tidak rusak oleh penumpangnya. 

Memang trip bukan hanya tentang liburan dan senang-senang. Karena, pasti ada orang-orang yang terlibat memberikan layanan dan mencari nafkah di situ. Meski ada uang ada barang, tapi ada baiknya sebagai penumpang atau konsumen yang menikmati fasilitas liburan, tetap memperlakukan siapapun dengan baik. 

Karena, selain mereka pasti perlu mempertanggungjawabkan pekerjaan mereka, kita juga tidak tahu apa yang mereka alami hari itu. Enjoy holiday, but still be kind ya, teman-teman.  Next

ramadan

Mojokerto Punya Patung Gajah Mada Tertinggi, Tapi Kok Dikritik?

Warkop Purnama Sejak 1930, Ngopi dengan Suasana Vintage