in , , ,

Sang Saka Merah Putih Berkibar diBawah Laut dan Tebing Trenggalek

Pengibaran bendera merah putih didasar laut
Pengibaran bendera merah putih didasar laut

Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia di Trenggalek menjadi hal yang tidak biasa pada umumnya. Bendera kebanggaan negara tercinta ini dikibarkan tepat di lereng tebing curam dan uniknya juga berkibar dibawah laut kawasan pantai Trenggalek. Bagaimana sih penjelasannya? Mungkin teman traveler penasaran akan pengibaran bendera yang super menegangkan ini.

Baca juga : Get Ready for the Festivities, Here Are Seven Best Festivals in May 2019

Pengibaran di Bawah Laut Pantai Mutiara

Tak tanggung-tanggung, pengibaran bendera merah putih digelar dibawah laut Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Momen menarik ini sengaja dilakukan oleh anggota TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang. Komandan Unit Intel Lanal Malang, Kapten Laut (KH) Eko Kawitono mengatakan bahwa peringatan detik-detik Proklamasi tersebut merupakan program serentak yang dilakukan TNI AL di 77 lokasi di Indonesia.

Pengibaran bendera merah putih didasar laut
Pengibaran bendera merah putih didasar laut. Foto via tribun.com

Pengibaran bendera ini dilakukan pada kedalaman tujuh hingga sepuluh meter dibawah permukaan laut. Pantai Mutiara dipilih lantaran kondisi arus bawah laut pantai ini relatif kecil sehingga sangat aman untuk dilakukan kegiatan bawah laut. Kawasan indah pantai mutiara terletak di Teluk Prigi yang menjadi teluk terbesar di Jawa Timur.

Kegiatan unik ini berkolaborasi antara Lanal Malang dengan Pokmaswas Rembeng Raya dan Saka Bahari yang berjumlah 10 personel. Upacara dibawah laut ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus memperkenalkan wisata alam di Kabupaten Trenggalek.

Pengibaran Bendera di Tebing Sepikul

Selain pengibaran disisi dalam lautan, Warga Jawa Timur menunjukkan aksinya dalam momentum peringatan hari lahir Republik Indonesia dengan mengibarkan sang Saka Merah Putih di tebing tinggi Sepikul, Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tahunan ini terbilang cukup ekstrim yang dilakukan oleh anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur sejak 1998 silam.

Pengibaran Bendera di Tebing Sepikul Jawa Timur
Pengibaran Bendera di Tebing Sepikul Jawa Timur. Foto via detik.com

Tebing Sepikul dipilih karena menjadi tebing tertinggi diwilayah Jawa Timur. Pengibaran bendera ukuran raksasa ini tepat diketinggian 250 berada diantara pit 6 dan pit 7 tebing Sepikul. Tak tanggung-tanggung bendera dengan ukuran 30 meter x 20 meter ini membentang sempurna di badan tebing yang pasang oleh pemanjat profesional dari berbagai kota Jawa Timur.

Pengibaran bendera raksasa ino dibarengi dengan upacara didasar tebing oleh sejumlah warga serta beberapa petugas dari tim ederasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur.

Pengibaran Bendera Merah Putih di Tebing Lingga

Pengibaran bendera pusaka juga dilakukan di Tebing Lingga yang terletak di Desa Nglebo Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Bendera dengan ukuran raksasa 30 meter x 20 meter seperti di Tebing Sepikul membentang sempurna diketinggian 350 meter dibadan tebing Lingga. Pengibaran di Tebing Lingga ini menajdi yang pertama kali dilakukan di tebing indah ini.

Penarikan bendera pusaka ukuran 30 meter x 20 meter di Tebing Lingga Trenggalek
Penarikan bendera pusaka ukuran 30 meter x 20 meter di Tebing Lingga Trenggalek. Foto via antaranews.com

Namun anggota pengibaran bendera raksasa dilakukan oleh anggota profesional dari Indonesia Big Wall Expedition (Ibex) dan TRC. Pemanjat tebing ini membentangkan bendera diantara pit 5 dan 6, dimana persiapan dilakukan mulai tanggal 11 Agustus 2022 dengan melakukan pemanjatan dari jalur pit Brojolintang. Kemudian melakukan pembuatan jangkar untuk bendera sekaligus menaikkan bendera dari dasar tebing.

Karena baru pertama kali, sehingga anggota pemanjat tebing harus menentukan jalur serta titik pemasangan yang tepat. Tantangan memang menjadi keunikan tersendiri, mulai dari cuaca yang tiba tiba turun hujan hingga hembusan angin yang cukup kuat. Next

ramadan

Sejarah Kuliner Nusantara, Manjakan Lidah Hingga Mancanegara

Harta Suku Dayak Meratus Berupa Air Terjun Haratai, Sanggup Jadi Sektor Wisata yang Memukau