in , ,

Perpaduan Kuliner Unik di Blitar, Ayam Kremes Tulang Lunak dan Gudeg Jogja

Seperti halnya nasi padang, penjual kuliner gudeg Jogja juga mulai menjamur di beberapa kota, termasuk Blitar. Tentu tujuannya agar para penikmat masakan kota Yogyakarta ini tetap bisa merasakan gurih bercampur manis dalam satu kudapan tanpa harus jauh-jauh ke kota asalnya.

Baca juga : 5 Akomodasi Murah dengan Fasilitas Termewah, Modal Dikit Udah Berasa Sultan

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_20190529_171250_3506.jpg
Tempat yang nyaman namun lokasinya tersembunyi (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler yang sedang berada di Blitar dan rindu gudeg Jogja, ada salah satu warung yang enak lengkap dengan rumah joglonya. Tempat makan ini merupakan salah satu yang menyajikan nasi gudeg Jogja di kota Blitar. Namun yang membedakan dengan tempat lain adalah mereka menawarkan nasi gudeg Jogja dengan lauk ayam kremes tulang lunak.

Berlokasi di Jl. WR. Supratman No. 47 Blitar, warung ini berada di selatan makam Bung Karno yang berjarak kurang dari 1 km. Teman Traveler bisa berkunjung ke warung ini saat jam buka, yaitu pukul 07.00-21.00 WIB.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_20190529_173011_3541.jpg
Daging yang lembut dan empuk (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Jika dilihat dari depan, tempat makan ini terlihat sebagai rumah biasa dengan tulisan menu andalan “Ayam Kremes Tulang Lunak” yang mencolok. Tapi, tepat di sebelah rumah tersebut ada gang kecil yang masih jadi satu dengan rumah tersebut mengarah ke rumah joglo sebagai tempat makan utama. Sayangnya, tempat parkir yang tersedia terbatas tidak lebih dari 7 mobil dan beberapa sepeda motor. Namun rasa menu yang disuguhkan benar-benar mengaburkan kekurangan tempat parkirnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_20190529_170915_2435.jpg
Mau bawa oleh-oleh juga ada (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Di dalam area joglo, pemilik mampu menata ruangan yang tidak terlalu luas dengan apik dan sangat fungsional. Sehingga mampu menyediakan beberapa meja panjang dan banyak meja kecil. Bahkan, mereka masih bisa menempatkan etalase camilan dan oleh-oleh yang minimalis dengan sudut yang enak dipandang.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_20190529_171157_9453.jpg
Area barat rumah makan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Pelayanan ramah khas Jogja serta kemampuan memberi penjelasan menu yang baik, memberikan nilai tambah pada tempat ini. Dari penjelasan pemilik, saya pun memutuskan memilih paket nasi gudeg dengan lauk ayam kremes tulang lunak sebagai perdana. Kurang dari 10 menit bagi mereka menyiapkan hidangan yang dipesan, dengan 2 mangkuk kecil sambal yang berbeda.

Menu ayam kremes dan gudeg via Ayam Kremes WR’47 Blitar/Google Maps

Sambal yang berwarna gelap, lebih terasa pedas dan nendang. Sedangkan yang pucat sedikit kurang pedas namun terasa segar. Daging ayam kremes tulang lunaknya dengan sangat mudah terlepas dari tulang. Tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra, Teman Traveler sudah bisa menyantap daging ayam dengan nikmat. Gigitan pada daging yang dirasakan adalah bumbu yang merasuk dan pastinya mudah dikunyah, bahkan sampai ketulangnya bisa digilas habis.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_20190529_172844_3025.jpg
Sambal menambah kenikmatan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Untuk rasa gudegnya sendiri, manisnya tidak bikin eneg apalagi saat dicampur dengan sambalnya. Perpaduan yang memanjakan lidah. Suasana ketika berada di rumah joglo yang adem dan nyaman, menambah betah untuk bersantap walaupun cuaca terik dan ramainya pengunjung.

Tampilannya yang keemasan memang menggoda (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Untuk harga yang terjangkau dan rasa yang enak, seolah kita berada di Jogja. Apalagi tempat makan ini terasa nyaman dengan fasilitas yang lengkap dan bersih, membuat pengunjung tidak ragu untuk kembali mencoba dengan menu yang berbeda. Rasa lelah setelah beraktivitas akan lenyap setelah menyantap habis menu yang ada di sini. Next

ramadan

Goa Pucok Krueng, Keindahannya Bikin Takjub

Saatnya Healing Menyatu Dengan Alam Di Danau Buyan