in , ,

Hmm Bikin Ngiler! Musim Durian Tanpa Batas di Pekanbaru

Nikmatnya Bersantap di Pondok Durian Pekanbaru

Penjual durian di Pekanbaru
Penjual durian di Pekanbaru (c) Sofiah/Travelingyuk

Jika biasanya masyarakat mengatakan ‘Belum afdol ke Medan jika belum makan durian’, kini saatnya semboyan dipakai juga ketika mengunjungi Pekanbaru, Riau. Pondok durian kini bisa ditemui di banyak tempat dan bahkan buka hingga dini hari.

Baca juga : Buktikan Kulit Gelap Eksotis, Style Kimmy Jayanti Bisa Dicontek Nih

Lantas seperti apa asyiknya menyantap durian di pondok-pondok khas semacam itu? Yuk, simak ulasan mengenai musim durian yang seolah tak pernah berakhir di Pekanbaru berikut ini.

Pondok Durian Kian Menjamur

Penjual durian sedang melayani penjual (c) Sofiah/Travelingyuk

Jika dulu pondok durian hanya bisa ditemui di Jalan Jenderal Sudirman, para pencinta buah dengan rasa legit tersebut kini juga dapat memuaskan hasrat mereka di Jalan Hangtuah dan Jalan Soekarno Hatta.

Deretan pondok durian tersebut buka mulai pukul 09.00 hingga 24.00. Sementara untuk Jumat dan Minggu, pengunjungk biasanya membludak mulai pukul 16.00 hingga 22.00.

Kurang Puas? Tukar Saja

Deretan menu favorit di Pondok Durian (c) Sofiah/Travelingyuk

Asyiknya lagi, pondok durian di Pekanbaru benar-benar mengutamakan kepuasan pelanggan. Jika durian dirasa hambar, pembeli bisa langsung menukarnya. Begitu juga ketika ada yang busuk.

Hal ini sudah menjadi jaminan dari tiap pondok durian karena pengunjung bisa mencicipi dan mengupas durian langsung di tempatnya. Pembeli juga diperbolehkan membawa wadah sendiri jika ingin membawa pulang durian sebagai oleh. Entah untuk rekan-rekan kantor maupun lainnya.

Harga Bervariasi

Karyawan sedang membersihkan kotoran durian (c) Sofiah/Travelingyuk

Harga yang ditawarkan di tiap pondok durian bervariasi. Begitu pula dengan olahan durian yang tersedia. Durian ukuran sedang biasanya dibandrol Rp50.000, sementara ukuran besar sekitar Rp80.000.

Durian tanpa biji biasanya dijual seharga Rp75.000 per kilo. Untuk pemesanan luar kota, durian akan dikupas terlebih dahulu sebelum dibungkus rapi dalam kardus. Satu kotaknya dibandrol antara Rp300.000 hingga Rp600.000.

Sementara untuk olahan durian yang tersedia meliputi sop durian, kolak durian, es krim durian, ketan kuah durian, dan masih banyak lagi. Harganya bervariasi, antara Rp18.000 hingga Rp90.000. Pengunjung juga bisa mencicipi sajian kreasi durian lain seperti pancake dan talam durian.

Musim Durian Tiada Akhir

Durian sebelum diolah menjadi pancake atau olahan lainnya (c) Sofiah/Travelingyuk

Musim durian di Pekanbaru bisa dibilang bagaikan tak pernah berakhir. Pasalnya selain mengandalkan durian lokal, para pengelola pondok durian juga memasok durian dari daerah lain.

Tak heran jika hal tersebut berimbas pada omset per hari. Jumlahnya bisa mencapai puluhan juta rupiah, apalagi jika sudah kedatangan tamu dari luar kota.

“Omset per hari yang didapat bisa mencapai 4 hingga 20 juta perhari, hal itu dikarenakan sering kedatangan tamu dari luar kota seperti pejabat maupun artis,” tutur Fahmi, salah seorang karyawan Pondok Durian di Pekanbaru.

Fahmi menambahkan mereka bisa menjual hingga 150 durian per hari. Itu pun belum termasuk olahan durian lainnya.

“Buah durian setiap harinya kami beli dari pemasok (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi) untuk cadangan dari Riau (Kampar, Bengkalis, Rokan Hulu) dan Sumatera Selatan, dalam jumlah paling banyak 1000 kemudian dipilih 300 buah yang bagus untuk dijual selebihnya dijadikan olahan lain,” lanjutnya.

Dalam semusim, buah durian Sumatra Utara bisa bertahan selama empat bulan. Tiga bulan di Sumatra Barat. Sementara pasokan dari Jambi, Riau dan Sumatera Selatan digunakan sebagai cadangan untuk lima bulan berikutnya.

Nikmatnya Menyantap Durian di Riau

Pembeli sedang menanti pesanan (c) Sofiah/Travelingyuk

Menyantap durian di pondok-pondok semacam ini memang memberikan kepuasan tersendiri. Janaek Simarmata, salah seorang pembeli, mengaku senang membeli durian di tempat seperti ini lantaran dagingnya tebal. Selain itu ia juga bebas mencicipi langsung.

Hal tersebut diamini pembeli lainnya, Amina. Baginya, kualitas adalah yang utama. Lebih baik membeli di tempat yang sudah terpercaya. Meskipun mahal, ia akan senang jika mengetahui durian yang dibeli benar-benar lezat dan tidak hambar.

Bagi Teman Traveler yang meminati durian dalam bentuk olahan dan dibandrol dengan harga lebih murah, bisa langsung meluncur ke Jalan Pepaya. Di Pondok Durian Pekanbaru, kalian bisa nongkrong cantik sembari menikmati nuansa Pekanbaru, sebab lokasinya berdekatan dengan kantor gubernur.

Cukup rogoh Rp10.000 dari kantong, Teman Traveler sudah bisa menikmati nikmatnya kolding durian, es ijo durian, kolak durian, sop buah durian, atau jenis olahan lainnya. Jika masih belum puas kalian juga bisa mencicipi Roti Jala, hidangan khas Riau yang pantang dilewatkan.

Itulah sekilas ulasan mengenai pondok durian Pekanbaru. Bagaimana Teman Traveler, ada yang sudah ngiler dan ingin buru-buru mampir? Segera rencanakan liburan ke sini dan jangan lupa ajak keluarga maupun rekan kalian ya. Next

ramadan
Staycation bareng sahabat

10 Inspirasi Aktivitas Staycation Bareng Sahabat, Mulai dari Berendam Manja Sampai Dansa

Jamie Chua Staycation di Capella Ubud via Instagram @ec24m

Staycation Ala Jamie Chua di Capella Ubud, Resort Bergaya Tenda Belanda