in , ,

Soto Lento Ayam Kampung Pak Min Jogja, Nikmatnya Bikin Ketagihan

Mencicipi Soto Ayam Kampung Nikmat dekat Stasiun Tugu

Soto Lento Ayam Kampung Pak Min
Soto Lento Ayam Kampung Pak Min (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Jogja memang luar biasa. Bukan saja terkenal dengan tempat wisatanya yang up to date, kulinernya pun juga asyik. Salah satunya adalah soto laris di dekat Stasiun Tugu. Dikenal dengan nama Soto Lento Ayam Kampung Pak Min, seperti apa sih kelezatan rasanya? Yuk, simak ulasan berikut.  

Baca juga : 3 Pesona Keindahan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Soto Hangat nan Menggiurkan

Wagimin menyiapkan dagangannya (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Kuliner ini dijalankan oleh Pak Wagimin. Meski aslinya berasal dari Gunung Kidul, ia memutuskan mengadu nasib sebagai penjual soto di pusat Jogjakarta. Dibantu anak istrinya, Pak Min, demikian panggilan akrabnya, menawarkan soto ayam kampung pada wisatawan yang baru tiba di Stasiun Tugu.

Setiap hari kedai soto Pak Min sanggup menghabiskan 7-15 ekor ayam. Selain irisan daging ayam kampung dan kuah panas nan menggiurkan, seporsi soto di sini juga dihidangkan bersama sayur kubis, kecambah, irisan daun seledri, dan bawang goreng.

Lantas apa yang membuat Soto Ayam Kampung Pak Min begitu istimewa? Salah satu bahan pelengkapnya menggunakan Lento, komponen berbahan utama singkong. Tambahan ini membuat soto terasa makin nikmat, apalagi disantap bersama empuknya daging ayam kampung berbumbu. Mantap deh.

Sate jerohan dan telur (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Sebagai lauk pelengkap, Pak Min juga menyediakan macam sate. Pelanggan bisa memilih sate telur, hati, maupun usus ayam. Satu tusuknya dibandrol Rp3.000 saja. Sementara untuk satu porsi soto ditawarkan seharga Rp10.000.

Minuman seperti es/teh panas diharga Rp3.000. Sementara bagi yang suka minum jeruk atau kopi, cukup membayar Rp4.000 saja.

Kuliner Legendaris Jogja

Soto Ayam Kampung Pak Min Jogja (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Soto Lento Ayam Kampung Pak Min juga termasuk kuliner legendaris lho. Sang pemilik sudah menjalankan usahanya selama kurang lebih 37 tahun. Sebelumnya ia menempati sebuah kios kecil di sekitar stasiun, tak jauh dari Jalan Pasar Kembang.   

Sayangnya, sekitar tahun 2014 kios tersebut digusur untuk pembangunan kawasan trotoar. Kini jejeran kios yang dulu semrawut, berganti menjadi jalur pejalan kaki yang nyaman dan bersih.  

Tetap Berjualan Meski Tergusur   

Segarnya Soto Pak Min (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Kena gusur tak membuat Pak Min patah arang. Jika dulu ditantang dengan kondisi kios yang kurang nyaman, kini ia harus menghadapi jadwal jualan yang lebih ketat. Setiap hari Soto Pak Min buka pukul 05.30, dengan gerobak yang mangkal di sekitar trotoar. Khusus hari Senin hingga Kamis, ia akan tutup pukul 08.00, sementara untuk Jumat-Minggu sotonya baru akan tutup pukul 10.00.

Pengunjung akan mendapati beberapa kursi tanpa meja. Ada juga lesehan tikar yang digelar di trotoar. Begitu waktu menunjukkan pukul 10.00, Pak Min akan memindahkan gerobaknya ke lahan parkir di Jalan Abu Bakar Ali.

Ada lesehan dan kursi tanpa meja (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Nah, bagi Teman Traveler yang baru tiba di Jogja, jangan lewatkan kuliner satu ini. Silahkan mampir ke Soto Lento Ayam Kampung Pak Min. Dijamin murmer dan gak bikin baper. Next

ramadan

Written by erny kusumawaty

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

The Best Spots You Need to Visit in Tana Toraja

Berfoto di Mangrove Kadilangu

Sejuta Foto Cuma Modal Lima Ribu, Yuk Main ke Mangrove Kadilangu di Kulon Progo