in , , ,

Mau Berkemah Dengan Nyaman? Berikut Tips Mendirikan Tenda Yang Benar

Cara mendirikan tenda perkemahan dengan baik
Cara mendirikan tenda perkemahan dengan baik

Berkemah adalah salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan. Serasa menyatu dengan alam, menjadi hal paling ditunggu-tunggu banyak traveler yang biasa hidup diperkotaan. Namun berkemah tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan salah satunya tenda. Tenda akan menjadi alat yang paling penting untuk berkemah karena sebagai tempat untuk bermalam.

Baca juga : Masjid Namira, Kebanggaan Orang Lamongan yang Selalu Penuh Jamaah

Cara mendirikan tenda perkemahan dengan baik
Cara mendirikan tenda perkemahan dengan baik . Foto via tamasya.com

Untuk kamu yang biasa mendaki gunung, pengalaman berkemah pasti bukanlah perkara yang besar. Nah, bagi yang baru merasakan berkemah di alam bebas tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika emndirikan tenda. Nah, beberapa ulasan dibawah ini menjadi tips yang bisa kalian lakukan ketika mendirikan tenda.

Tips Memilih Tenda

Banyaks ekali jenis tenda yang bisa kamu jadikan tenpat bermalam ketika berada dialam bebas. Bawalah tenda berjenis portabel, dan pastinya kamu bisa memilih tenda yang tidak terlalu berat sehingga ketika perjalanan tidak sampai menguras energi mu. Pilihlah tenda yang paling mudah untuk dibongkar pasang.

Cari Lahan Yang Tepat Untuk Mendirikan Tenda

Dirikan tenda dibawah pepohonan agar tetap teduh dan lahan yang datar. Foto via kompas.com

Setelah tenda sudah siap, perjalanan bakal menanti hingga di area camping ground. Nah, setelah tersedia di kawasan camping ground, kamu harus mencari lahan yang tepat. Carilah kontur tanah yang datar dan tidak berbatu. Jangan memilih tanah yang miring. Pilihlah lahan datar tepat dibawah pohon sehingga kamu terlindungi dari panasnya matahari ataupun hujan. Jika dikawasan sabana, kamu bisa memberi alas seperti rerumputan sehingga ketika tidur akan terasa seperti tidur di atas kasur.

Pasanglah Pasak dengan Baik dan Benar

Pasak adalah hal paling penting ketika mendirikan tenda agar tenda berdiri dengan kuat dan tetap kokoh ketika terkena terpaan angin kencang. Jika pasak terpasang dengan baik dan benar, pastinya akn terasa lebih nyaman ketika bermalam. Untuk tenda yang terlapisi flysheet, kondisikan lapisan ini tidak bersinggungan dengan lapisan dalam. Jika saling bersinggungan, maka lapisan dalam akan basah karena embun.

Memasang pasak tenda dengan baik dan benar
Memasang pasak tenda dengan baik dan benar. youtube.com

Jika mendirikan dibawah beberapa pohon, Flysheet bisa kamu kaitkan dibatang pohon sehingga bisa kamu jadikan teras untuk dapur atau tempat menaruh barang seperti sepatu, sampah, tracking pool, dan lain sebagainya.

Gali Parit Kecil Mengelilingi Tenda

Banyak permukaan tanah yang berbeda-beda sehingga penanganannya pun juga tidak sama. Tanah yang tandus, maka kamu perlu membuat galian parit mengelilingi tenda. Tujuan parit ini sebagai aliran air agar tidak masuk kedalam tenda ketika musim hujan. Buatlah parit sekitar 15 hingga 20 centimeter disekitar tenda dan diujung, alirkan parit menjauh dari tenda sebagai jalannya aliran air.

Menggali parit mengelilingi tenda untuk mencegah air hujan masuk kedalam tenda. Foto via wordpress.com

Jika kamu berada di saban, kamu tidak perlu membuat parit karena rumput-rumput ini akan menyerap air hujan sehingga tidak bakal masuk kedalam tenda.

Jauhi Jalur Pendakian Ketika Mendirikan Tenda

Jangan mendirikan tenda di jalur pendakian
Jangan mendirikan tenda di jalur pendakian. Foto via ihategreenjello.com

Sudah pastinya dong ketika mendirikan tenda harus menjauhi jalur pendakian. Tujuannya adalah agar tidak mengganggu pendaki lainnya, dan pastinya kamu akan terganggu ketika waktu istirahat. Carilah lahan yang kosong dan jauh dari jalur pendakian. Jika dekat dengan pepohonan, pilihlah area dibawah pepohonan rindang. Next

ramadan
Keindahan pulau Maratua menyajikan pesona lautan yang indah

Pulau Maratua, Keindahan Bak Surga di Tanah Kalimantan

Museum Buleleng salah satu museum prasejarah dan Bali Kuno

Menilik Museum Buleleng, Wisata Sejarah Peninggalan Bali Kuno