in , , , ,

Tradisi Unik Menghangatkan Diri ala Warga Bromo Tengger

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu destinasi wisata alam populer di Indonesia berada diempat wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Pastinya sudah paham dong, wilayah kawasan Gunung Bromo ini memiliki panorama sangat indah terlebih ketika momen golden sunrise yang sangat memukau.

Baca juga : Deretan Hal-Hal Kocak dan Anti Mainstream Penumpang Pesawat, Ada yang Bawa Elang Masuk Kabin

Jaket menjadi pakaian terpenting ketika mengunjungi Gunung Bromo. Foto via traveljakarta.com

Mengingat ini adalah wisata pegunungan, pastinya memiliki udara yang sangat dingin. Bahkan beberapa bulan ketika memasuki musim kemarau, sajian es mengkristal dibeberapa rerumputan, pepohonan, bahkan area rumah-rumah penduduk. Suhu kala itu biasanya mencapai -4 derajat selsius. Kondisi normal suhu area kawasan Bromo kurang lebih di suhu 11 derajat selsius ketika siang hingga sore hari. Namun ketika memasuki malam hingga pagi hari suhu dataran tinggi Tengger mencapai 4 hingga -2 derajat selsius.

Suhu dingin terjang diseluruh area Bromo Tengger hingga muncul kristal es. Foto via liputan6.com

Nah, dinginnya kawasan Bromo terlebih di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ini memiliki tradisi unik yang dilakukan hampir seluruh warganya. Urusan selimut, kaos kaki, dan jaket sepertinya menu wajib yang dipakai tiap saat warga Tengger. Tak lupa sajian teg panas dan kopi panas siap menemani warga kawasan Tengger dikala duduk santai. Banyak warga Tengger hampir tidak pernah mandi diatas jam 5 sore, mengingat air pegunungan ini sangat dingin menjadikan malas untuk mandi.

Bisa dibayangkan saja seperti air es yang masih terbungkus dalam kulkas itu harus dijadikan air untuk mandi. Serasa menusuk tulang sekaligus membuat tubuh menjadi kaku seketika. Nah, ada sisi lain warga Tengger yang melakukan tradisi unik untuk menghangatkan diri setiap saat. Yuk simak keunikannya!

1. Sarung Kaweng

Tak salah ketika pergi ke Kawasan Wisata Bromo Tengger Semeru pastinya banyak penjual menjajakan dagangannya berupa kain kaweng atau biasa disebut dengan Sarung Kaweng. Sarung Kaweng ini juga biasa digunakan masyarakat Tengger sehari-hari ketika perrgi keluar rumah. Kain ini menjadi pelindung diri agar tidak kedinginan.

Warga bromo memakai sarung kawung untuk menghangatkan tubuh
Warga bromo memakai sarung kawung untuk menghangatkan tubuh. Foto via wisatagunungbromo.com

Kain ini mirip kain pantai hanya saja pemakaiannya ditalikan dileher dan pundak sehingga dapat menutupi badan bagian atas. Cocok sekali bagu kamu yang tidak tahan dingin ketika mengunjungi kawasan Gunung Bromo.

2. Gegeni

Tradisi unik lainnya adalah gegeni. Gegeni menjadi hal yang tidak pernah terpisah dari warga Tengger. Bagaimana tidak, dapur mereka terbuat dari tungku api dan menjadi tempat terhangat untuk menghangatkan tubuh. Biasanya dilakukan ketika malam hari dan pagi hari sembari memasak makanan.

Gegeni menjadi tradisi unik harian warga bromo ketika malam dan pagi hari untuk mengusir suhu dingin
Gegeni menjadi tradisi unik harian warga bromo ketika malam dan pagi hari untuk mengusir suhu dingin. Foto via jadesta.com

Gegeni ini berasal dari kata Geni yang berarti api. Bila terdapat tamu atau sanak saudara dari kota, gegeni biasanya disajikan di tempat seperti panci yang diisi dengan arang membara atau hasil pembakaran kayu di tungku dapur kemudia beberapa orang melingkarinya sehingga mendapatkan kehangatan dari bara api. Kegiatan ini biasanya dilakukan sembari menonton TV dan meneguk teh hangan atau kopi hangat.

3. Nyaring

Nyaring adalah salah satu hal terpenting ketika pagi menjelang di kawasan Bromo Tengger Semeru. Udara pagi yang super dingin ini membuat badan terasa kaku dan harus segera dihangatkan. Biasanya para warga mulai melakukan nyaring atau memanaskan badan dengan sinar matahari sebelum berangkat ke area perkebunan.

Nyaring menjadi tradisi harian warga Bromo dan Wisatawan Bromo ketika pagi hari
Nyaring menjadi tradisi harian warga Bromo dan Wisatawan Bromo ketika pagi hari. Foto via tripadvisor.com

Bila kamu pengunjung atau wisatawan penikmat sunrise Bromo, hal paling ditunggu adalah hadirnya sinar matahari pagi selagi menikmati kecantikan Gunung Bromo dan Gunung Semeru pastinya ingin segera mendapatkan kehangatan dari sinar mentari ini. Next

ramadan
Taman yang indah dengan warna-warni bunga tersaji menyejukkan mata

Wisata Murah di Jember, Sajikan Hewan Langka Namun Dilarang Memotret! Kenapa Ya?

Warung Ayam Calabay Jember menjadi serbuan kalangan mahasiswa

Ayam Calabay Jember, Kuliner Serbuan Para Mahasiswa Jember