in , ,

Inilah Rupa Waduk Gajah Mungkur Saat Mengering

Gambaran Waduk Gajah Mungkur terbaru, Foto by Ibnu Tapati

Musim kemarau panjang tahun ini membawa dampak yang luas di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini juga melanda salah satu obyek wisata air Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri. Dalam beberapa bulan terakhir debit air di waduk tersebut terus menyusut secara drastis bahkan pada bagian-bagian tertentu airnya sudah kering dan hanya meninggalkan tanah gersang.

Baca juga : Inikah Jejak Sungai Purba di Blora?

Baca Juga : Kuburan Pesawat di Dasar Laut Hawaii Jadi Spot Menyelam Populer

Waduk Gajah Mungkur yang dibangun tahun 1970-an termasuk salah satu waduk yang tua di Indonesia. Pembangunannya diiringi dengan drama bedol desa puluhan ribu warga ke daerah transmigrasi di Sumatera dengan harapan kebutuhan akan air bersih untuk konsumsi dan pengairan di wilayah Wonogiri dan sekitarnya terpenuhi.

Kondisi di salah satu bagian dari Waduk Gajah Mungkur yang mengering, Foto by Ibnu Tapati
Kondisi di salah satu bagian dari Waduk Gajah Mungkur yang mengering, Foto by Ibnu Tapati

Awalnya rencana ini berjalan mulus selama puluhan tahun, air waduk yang berasal dari Sungai Bengawan Solo ini bisa digunakan untuk mengairi sawah di 4 wilayah serta memasok kebutuhan air bersih warga. Di samping itu waduk ini juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang menghasilkan daya 12,4 Mega Watt. Dari sisi pariwisata, waduk ini menjadi salah satu andalan Wonogiri untuk menggaet wisatawan berkunjung yang berujung pada peningkatan ekonomi warga.

Genangan air terlihat menyusut drastis, Foto by Ibnu Tapati
Genangan air terlihat menyusut drastis, Foto by Ibnu Tapati

Sayang keadaan kurang menguntungkan kini kerap terjadi di waduk ini. Waduk yang semula direncanakan bisa berumur sampai 100 tahun ini nampaknya tidak akan bertahan hingga waktu yang direncanakan. Kerusakan daerah aliran sungai yang parah membuat proses sedimentasi di waduk sangat tinggi. Bahkan Perum Jasa Tirta Bengawan Solo yang bertanggung jawab dalam perawatan waduk telah mengaku kewalahan menangani masalah ini.

Hasilnya dapat dilihat sekarang, jika kamu saat ini berkunjung ke Waduk Gajah Mungkur kamu tidak akan mendapatkan waduk cantik yang berisi air melimpah. Beberapa bagian waduk bahkan telah mengering dan menyisakan tanah gersang saja. Travelingyuk sempat kaget mendapat kiriman foto dari salah satu traveler yang beberapa waktu lalu sempat ngetrip bareng dengan kita. Foto-foto di atas adalah kondisi terkini dari Waduk Gajah Mungkur yang mengering.

Salah satu reruntuhan bekas bangunan warga, Foto by Ibnu Tapati
Salah satu reruntuhan bekas bangunan warga, Foto by Ibnu Tapati

Penyusutan debit air di sana sangat cepat padahal Travelingyuk baru saja berkunjung ke sana pada tengah pekan bulan lalu. Hanya dalam waktu sebulan penyusutan waduk sangat kentara sekali. Selain disebabkan oleh sedimentasi, pengeringan ini juga dipengaruhi oleh kemarau berkepanjangan.

Baca Juga : Deretan Destinasi Wisata di Madiun yang Simple tapi ASYIK dan MURAH

Hingga memasuki pekan terakhir Oktober di wilayah Wonogiri belum juga turun hujan. Jika kondisi ini terus berlangsung maka bukan tidak mungkin jika Waduk Gajah Mungkur akan kering seluruhnya. Bagaimana pendapat kamu? Next

ramadan

Written by Alfri

Aku orangnya suka traveling terutama menjelajahi tempat-tempat yang belum banyak dijamah para turis.

Prometheus, Gua Cantik Dengan Kisah Menyeramkan

Menikmati Sore Hari di Persawahan Sembalun Lombok, LIKE A BOSS!