in , , ,

Junk Food, Bahaya diBalik Kelezatannya

Siapa sih yang tidak menyukai makanan junkfood ? Makanan siap saji ini menjadi teman terbaik ketika nongkrong dan segala bentuk aktivitas. Junk food adalah makanan tidak sehat dan minim zat gizi ini mengandung tinggi lemak jenuh, serta gula dan natrium pada bumbu perisanya dengan jumlah tinggi. Sehingga menjadi momok utama bagi penderita diabetes.

Baca juga : 5 Kuliner Mie Instan Paling Enak di Surabaya, Sudah Pernah Coba?

Berbagai jenis makanan junk food dengan kelezatannya. Foto via aktual.com

Junk food bukan hanya makanan cepat saji, tetapi beberapa makanan olahan dan makanan ringan juga bisa dikategorikan menjadi junk food. Dengan beberapa kandungan yang dimiliki oleh junk food, bisa memicu penyakit diabetes. Nah, apa saja sih pengaruh buruk dari makanan junk food ini? Yuk teman traveler simak ulasan berikut.

Meningkatkan resiko terhadap Diabetes

Terlalu sering makan junk food mengakibatkan diabetes. Foto via hindustannewshub.com

Makanan satu ini menjadi salah satu pemicu diabet tertinggi. Junk Food ini memang biasanya dijual di restoran, dengan menu yang persiapannya mudah. Sehingga proses cepat inilah yang mengandung banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol dari proses menggoreng. Kandungan glukosa yang tinggi serta kalori yang terlalu banyak untuk satu kali takaran saji. Banyaknya kandungan lemak jenuh ini menyebabkan sistem kerja metabolisme tubuh menjadi lebih ekstra sehingga menurunkan daya penggunaan insulin dalam tubuh.

Meningkatkan resiko penyakit pencernaan

Namanya Junk FoodJunk Food mengandung minyak serta pedas yang dapat meningkatkan kadar keasaman pada lambung yang kemudian menyebabkan iritasi di Lambung. Tak hanya itu, beberapa pilihan junkfood rendah serat mengakibatkan pencernaan terganggu.

Junk Food meningkatkan pengaruh penyakit pencernaan. Foto via merdeka.com

Meningkatkan risiko penyakit jantung

Junk Food memang tergolong makanan dengan tingkat lemak jenuh paling tinggi. Tingginya kadar lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah yang merupakan faktor utama penyebab penyakit jantung. Selain itu, lemak tinggi yang tidak terurai dapat menyebabkan obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko terhadap serangan jantung.

Meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal

Junk food umumnya memilki kandungan garam dan bumbu perasa yang sangat tinggi. Hal ini menjadi salah satu pilihan banyak orang karena dalam segi rasa yang enak namun proses cepat sehingga tidak memerlukan antri ketika membeli. Namun bahaya mengancam didepan mata bahwa kandungan banyak garam serta perasa atau biasa disebut micin ini dapat meningkatkan tekanan darah dan selanjutnya memengaruhi fungsi ginjal.

Kebanyakan mengkonsumsi junkfood dapat mempengaruhi ginjal. Foto via telisik.id

Meningkatkan resiko kerusakan hati

Junk food mengandung lemak tinggi yang dapat menyebabkan pengendapan lemak di hati, terakumulasi, yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Rasa sakit dibagian ulu hati akan terus dirasakan oleh orang-orang yang selalu mengkonsumsi makanan tinggi lemak.

Meningkatkan risiko terkena kanker

Salah satu makanan kebiasaan orang Barat ini menjadi pemicu resiko obesitas. Kondisi penimbun lemak inilah menjadi salah satu penyebab kanker. Bukan dari kandungan perasa atau MSG yang begitu banyak namun saat penderita mengalami obesitas, ketika ada sel kanker mau tumbuh dan harusnya ditumpas sel kekebalan tubuh, justru didorong pertumbuhannya oleh lemak.

Bahaya kanker mengintai ketika terlalu banyak mengkonsumsi junkfood. Foto via mydietspot.com

Untuk mengimbangi konsumsi junk food atau fast food, maka sebaiknya  langsung makan buah dan sayuran agar asupan gizi dalam tubuh dapat terpenuhii dengan baik. Selain mengimbangi dengan makan sayuran dan buah buahan, bisa dibantu juga dengan penambahan asupan suplemen vitamin, dan perbanyak minum air putih. Next

ramadan
Gunung Bromo

Sempat Hilang di Bromo, Pria Asal Malang Akhirnya Ditemukan

Hotel dengan Kolam Renang Rooftop Paling Keren di Dunia