in , ,

Benteng Van den Bosch, Peninggalan Belanda Jadi Ikon Wisata Ngawi

Pesona yang Disuguhkan Benteng Van den Bosch, Vintage dan Instagramable

Via Instagram/theguhwe

Ngawi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang lokasinya sudah berbatasan dengan Jawa Tengah. Banyak destinasi wisata di Ngawi, baik yang bernuansa alam ataupun juga buatan. Dari banyaknya destinasi wisata yang terdapat di Ngawi, ada beberapa yang populer. Sebut saja Kebun Teh Jamus, Benteng Van den Bosch dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca juga : Siap-siap, 4 Wisata Jogja Ini Bakal Dirombak Total

Membahas mengenai Benteng Van den Bosch, atau biasa juga dikenal dengan nama Benteng Pendem, ini merupakan sebuah benteng peninggalan Belanda yang cocok untuk dijadikan spot foto para Instagramers. Benteng ini berlokasi di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Berikut ulasan lebih dalam mengenai Benteng Van Den Bosch dari Fachrezy Z, kontributor Travelingyuk.

Sejarah Singkat Benteng Van den Bosch

Benteng Pendem dengan arsitektur Belanda yang klasik, Via Instagram/theguhwe
Benteng Pendem dengan arsitektur Belanda yang klasik, Via Instagram/theguhwe

Benteng yang memiliki ukuran bangunan 165 meter x 80 meter dengan luas tanah 15 hektar ini dibangun sekitar abad ke-19. Pada saat itu Kabupaten Ngawi adalah pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur, dan juga menjadi pusat pertahanan Hindia Belanda wilayah Madiun dan sekitarnya pada saat Perang Diponegoro (1825–1830).

Tertera angka dibangunnya Benteng Pendem, Via Instagram/alamandavania
Tertera angka dibangunnya Benteng Pendem, Via Instagram/alamandavania

Terlihat angka 1839-1845 pada di sebuah gerbang Benteng Pendem yang menjelaskan bahwa dalam kurun waktu tersebutlah benteng ini dibangun. Pada tahun tersebut juga Jenderal Van den Bosch menjabat sebagai Gubernur.

Kisah Mistis di Benteng Van den Bosch

Lokasinya terlihat klasik, Via Instagram suryomulyo6
Lokasinya terlihat klasik, Via Instagram/suryomulyo6

Banyak yang bilang bahwa tempat ini angker dan menakutkan, mungkin karena bangunan peninggalan belanda dan tidak dirawat dengan baik. Salah satu kisah misteri yang banyak diperbincangkan banyak orang adalah dari sumur yang berada di dekat kantor umum. Ada 2 buah sumur yang pada masa penjajahan Belanda tersebut dijadikan sebagai tempat membuang jenazah dari para tahanan perang dan juga pekerja rodi. Kedua sumur tersebut menjadi bagian yang cukup angker di Benteng Pendem.

Lokasi terdapat gambar Jendral Van Den Bosch, Via Instagram/hendrasudjianto
Lokasi terdapat gambar Jendral Van den Bosch, Via Instagram/hendrasudjianto

Bahkan, dahulu sempat masuk acara Misteri Tukul. Kabarnya juga, di area sumur tersebut sering pula muncul hantu dan penampakan lainya. Ada banyak cerita horor dan juga mitos yang muncul di benteng tersebut. Tapi di situlah nilai lebihnya, semakin kuno, semakin keren menjadi lokasi foto pra-nikah, buku tahunan, dan lain-lain oleh para pengunjung yang datang.

Jadi Salah Satu Ikon Wisata Kota Ngawi

Lokasinya begitu asri dan vintage, Via Instagram/hendrasudjianto
Lokasinya begitu asri dan vintage, Via Instagram/hendrasudjianto

Benteng yang lebih terkenal mendapatkan julukan sebagai Benteng Pendem ini sekarang mejadi salah satu ikon wisata dari Ngawi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota hanya sekitar 10 menit saja. Satu hal lagi kelebihannya yakni memiliki panorama sekeliling yang masih begitu asri. Bisa banget jadi lokasi menyepi saat kamu bosan dengan keramaian kota saat berada di Ngawi. Selain bisa wisata kamu juga bisa belajar sejarah dan juga berselfie tentunya.

Jika kamu sedang berkunjung atau jalan-jalan ke Ngawi, jangan lupa untuk berkunjung ke Benteng Van den Bosch ini ya. Bisa juga ke berbagai destinasi wisata kekiniannya, misalnya saja ke Srambang Park atau yang lainnya. Next

ramadan

Written by Fachrezy Z

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Asian Games 2018

Jangan Lewatkan Parade Asian Games dengan Berbagai Pertunjukan Kelas Internasional

Kuliner Enak di Banyuwangi

Selain Sego Tempong, Ini Empat Kuliner Enak di Banyuwangi