in , ,

Mengunjungi Bukit Kuneer, Kagumi Indahnya Fajar di Malang

Setelah Menikmati Fajar, Bisa Lanjut ke Kebun Teh Lawang

Matahari terbit di Bukit Kuneer
Matahari terbit di Bukit Kuneer (c) Kata Nieke/Travelingyuk

Siapa tak kagum dengan pesona matahari terbit di Gunung Bromo, Jawa Timur? Eiits, jangan salah. Ada tempat lain yang tak kalah indah untuk berburu pemandangan fajar di Jatim. Namanya Bukit Kuneer, terletak di Wisata Agro Wonosari atau dikenal dengan nama Kebun Teh Lawang.

Baca juga : 6 Jajanan Tradisional Khas Indonesia yang Terbuat dari Pisang

Teman Traveler bisa menikmati indahnya Sang Surya bangun dari peraduan, piknik di kebun Teh Lawang, menghirup udara segar pegunungan. Ditambah lagi memandang gagahnya Gunung Arjuno dan Semeru.

Kebun Teh Lawang hanya berjarak sekitar dua jam via perjalanan mobil dari Surabaya. Lokasinya juga tidak terlalu jauh Malang dan Gunung Bromo. Malah ada travel yang menawarkan wisata matahari terbit ke Bromo, sebelum dilanjutkan ke Kebun Teh Lawang.

Matahari Terbit di Bukit Kuneer

Matahari terbit di Bukit Kuneer. (Foto pribadi)
Matahari terbit di Bukit Kuneer (c) Kata Nieke/Travelingyuk

Agar bisa menyaksikan matahari terbit, Teman Traveler wajib berangkat sehari sebelumnya. Saya mengawali perjalanan sore hari dan tiba di kompleks Wisata Agro Wonosari sekitar maghrib.

Saya kemudian menginap di Hotel Rollaas milik PT Perkebunan Nusantara XII. Tarifnya sekitar Rp400-500 ribu per malam. Jika ingin lebih murah, bisa menginap di cottage Rollaas, bertarif sekitar Rp 200 ribu. Hotel maupun cottage ini dikelilingi kebun teh dan menawarkan pemandangan indah Gunung Arjuno.

Oh ya, jika kalian mengambil paketan khusus beramai-ramai, harganya bisa lebih murah. Bisa dijadikan alternatif jika ingin menghemat biaya liburan.

Menuju Bukit Kuneer

Perjalanan dari hotel menuju ke Bukit Kuneer memakan waktu sekitar 45 menit. Saya sendiri bangun pukul 03.00. Teman Traveler bisa menyewa jeep dari Hotel Rolaas atau mengambil paket wisata Bukit Kuneer dengan harga kisaran Rp 400.000. Satu jeep bisa memuat empat orang dan berangkat pukul 04.00.

Bukit Kuneer berada di lereng Gunung Arjuno. Jika Teman Traveler pergi saat musim kemarau, bawalah masker agar tidak terkena debu karena jalannya belum diaspal. Hawa sekitar juga lumayan dingin seolah menggigit kulit. Kenakanlah jaket atau sweater tebal, serta gunakan sepatu kets. Terakhir, jangan memakai wewangian untuk menghindari sengatan lebah di kebun teh. 

Ada beberapa spot apik di Bukit Kuneer untuk menyaksikan keindahan fajar dari balik Gunung Semeru. Pertama, pintu pagar masuk ke Bukit Kuneer. Kedua, dari tengah kebun teh. Ketiga, Jembatan Cinta yang terdapat di tengah kebun teh Bukit Kuneer.

Menikmati Keindahan Kebun teh di Bukit Kuneer

Banyak tempat instagenic di kebun teh Lawang. (Foto pribadi)
Salah satu lokasi Instagenic di Kebun Teh Lawang (c) Kata Nieke/Travelingyuk

Begitu langit sudah mulai cerah, Teman Traveler bisa berfoto di sejumlah spot foto Instagramable yang sudah disiapkan pengelola wisata Kebun Teh Lawang. Salah satu yang kerap jadi favorit pengunjung adalah Jembatan Cinta.

Bukit Kuneer sendiri berada di ketinggian sekitar 1.100 mdpl. Nama Kuneer diberikan karena dulunya wilayah ini berfungsi sebagai perkebunan kunir. Dari sini Teman Traveler bisa melihat dengan jelas puncak Arjuno dan Bukit Budug Asu.

Asu dalam bahasa Jawa berarti anjing. Nama tersebut disematkan lantaran dulu banyak anjing berkeliaran di sana. Sekarang Budug Asu kerap digunakan sebagai arena hash, yakni olahraga lintas alam menelusuri track khusus dengan sederet petunjuk.

Jangan khawatir kalau tiba-tiba ingin buang air di sini, pengelola wisata menyediakan kamar kecil yang cukup bersih di Bukit Kuneer.

Naik Kereta Kelinci Keliling Kebun Teh

Teman Traveler bisa mengelilingi perkebunan milik PTPN XII dengan kereta kelinci. Sembari melihat-lihat pemandangan sekitar, kalian akan ditemani pemandu yang menceritakan sejarah perkebunan, jenis tanaman di sekitar kebun, dan informasi mengenai ragam jenis teh.

Kebun Teh Lawang sendiri usianya sudah lebih dari 100 tahun, lho. Kawasan ini sudah ada sejak zaman Indonesia masih dijajah Belanda. Kalian bisa menikmati suasana sekitar dengan naik kereta kelinci. Tiketnya hanya Rp5.000 per orang. 

Bermain di Wahana Wisata Agro Wonosari

Tak jauh dari Hotel Rollaas, cukup jalan kaki sekitar lima menit, terdapat kolam renang dan terapi ikan. Biaya sewanya sama sekali tidak mahal, berada di kisaran Rp10-12 ribu. 

Jalan kaki sedikit lagi dari sana, Teman Traveler akan melihat taman bermain anak dengan beragam wahana seperti jungkat-jungkit dan ayunan. Tak jauh dari situ, kalian juga bisa coba uji nyali dengan mengendarai ATV, motor trail, dan flying fox. Biaya sewanya hanya sekitar Rp20-50 ribu. Menarik bukan?

Teman Traveler juga bisa menemukan koperasi yang menjual oleh-oleh, makanan ringan seperti kerupuk, dan penganan khas daerah lokal. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari hotel, bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Pabrik Teh Wonosari dan Kafe Tea House

Barista teh dan kopi di kafe Tea House. (Foto pribadi)
Barista teh dan kopi di Kafe Tea House (c) Kata Nieke/Travelingyuk

Wisata Agro Wonosari juga menyediakan paket wisata edukasi pabrik teh. Teman Traveler akan diajak melihat proses pembuatan teh mulai dari pucuk daun hingga berbentuk serbuk. Untuk dua orang pengunjung, biayanya Rp50 ribu per orang dan sudah didampingi pemandu. Sementara untuk rombongan terdiri dari tiga orang, tarifnya Rp40 ribu per orang.

Tak jauh dari pabrik, tak sampai lima menit jalan kaki, terdapat Kafe Tea House. Di sini Teman Traveler bisa mencicip teh dan kopi hasil kebun dengan harga terjangkau. Jika tertarik, kalian juga boleh menjajal menjadi barista di kafe ini.

Rombongan wisata Kebun Teh Wonosari, Lawang (c) Kata Nieke/Travelingyuk

Omong-omong, semakin banyak teman liburanmu, semakin besar kemungkinan untuk mendapat harga istimewa. Soalnya ada sejumlah paket untuk grup. Untuk 20 orang, kamu bisa menjajal paket tur ke pabrik teh, kebun teh, naik kereta kelinci, minum teh asli dari kebun, mendapat camilan dan makan siang, serta didampingi pemandu. Biayanya hanya Rp 55 ribu per orang.

Kalau jumlah teman liburanmu mencapai 50 orang, kamu akan mendapat semua detail paket di atas, plus flying fox dan wall climbing dengan biaya Rp100 ribu per orang.

Rombongan saya kala itu mencapai 50 orang. Kami pergi ke Bukit Kuneer lihat matahari terbit. Alih-alih naik mobil jeep kami memilih ramai-ramai naik truk! Seru kan? Bagaimana Teman Traveler, tertarik menjajal asyiknya bertualang ke Kebun Teh Lawang? Next

ramadan
Panorama di sekitar El Nido Filipina

Jelajah El Nido, Surga Tropis Raja Ampat-nya Filipina

Goa Pindul and Kali Oya, the Ones that Kickstarted Cave Exploration in Jogja