in , ,

Candi Belahan, Situs Peninggalan Raja Airlangga yang Bisa Bikin Awet Muda

Banyak sekali sejarah yang ada di sini

Sudah tidak asing lagi kalau Jawa Timur, kaya akan candi. Salah satunya seperti Candi Belahan atau petirtaan Sumber Tetek. Merupakan kolam pemandian yang dibangun oleh Raja Airlangga dari kerajaan Kahuripan pada abad ke-11. Kalau kalian ingin tahu apa hal menarik dari tempat ini, simak uraiannya, yuk. 

Baca juga : Destinasi Wisata di Ketinggian di Dunia, Adrenaline Junkie Perlu Coba

1. Lokasi Candi Belahan

candi belahan
Bagian depan candi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Tempat wisata ini berlokasi di lereng timur Gunung Penanggungan. Tepatnya di Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Candi ini bisa diakses langsung melalui jalur utama Surabaya – Malang.

2. Dua Arca Utama di Kolam Petirtaan

candi belahan
Arca di kolam (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Di dalam area petirtaan ini terdapat sebuah kolam pemandian persegi panjang yang tidak begitu dalam dan luas. Di sisi dinding barat petirtaan kolam ini terdapat 2 buah arca yang mengapit sebuah relung di tengahnya.

Sebenarnya ada 3 buah arca di dinding kolam ini, relung kosong yang ada di tengah dulunya adalah letak dari Arca Dewa Wisnu yang menunggang Garuda. Arca itu adalah salah satu jelmaan Raja Airlangga, sedangkan 2 arca wanita di sampingnya adalah penggambaran 2 permaisurinya.

candi belahan
Arca Dewi Laksmi (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Salah satu arca itu adalah Dewi Sri, pada arca ini ada dua buah aliran air yang meluncur dari 2 buah dadanya. Pancuran air ini sempat direnovasi oleh pengelola dengan memasang dua buah pipa, karena ditakutkan kalau air mengalir menetes langsung mengenai kaki arca akan merusak keutuhannya.

Sementara itu di sisi kiri terdapat lagi sebuah arca wanita yang merupakan perwujudan salah satu permaisuri Raja Airlangga yang lainnya, yaitu Dewi Laksmi. Sayangnya pada arca ini sudah tidak mengeluarkan pancuran air lagi. Walaupun begitu keadaan arca masih terawat dengan baik.

3. Pancuran Air di Sisi Lain Kolam

candi belahan
Pancuran air (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Di sisi lain ada sebuah pancuran air. Menurut warga sekitar, sebelumnya pancuran air ini hanya keluar dari celah-celah bangunan candi, tapi setelah itu dibuat saluran pipa panjang yang langsung memancurkan air ke arah kolam. Dengan demikian diharapkan pancuran air tidak merusak keutuhan dinding candi.

4. Ada Dua Buah Arca di Depan Kolam Petirtaan

lrm_export_20190809_172331_xAM.jpg
Arca Lingga (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Selain dua buah arca permaisuri Raja Airlangga, di depan area petirtaan ada 2 buah arca lainnya. Satu diantaranya berbentuk Lingga, yang melambangkan kesuburan pria. Arca ini masih berdiri utuh dengan diberikan payung di atasnya. Beberapa sesajen juga tergeletak di kaki arca ini.

lrm_export_20190809_172259_NUG.jpg
Arca di samping Lingga (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Kemudian tepat di samping Lingga, ada juga sebuah artefak batu berbentuk dinding yang mempunyai relief. Sayangnya sampai sekarang belum ada yang tahu tentang makna yang terdapat di dalam relief artefak ini karena bentuknya sudah tidak sempurna lagi.

5. Menjadi Tempat Mandi Umum Warga Sekitar

lrm_export_20190809_172353_kxt.jpg
Menjadi tempat mandi umum (c) Welly Handoko/Travelingyuk

Diluar dari sejarahnya sebagai situs petirtaan peninggalan Raja Airlangga tempat ini selalu dikunjungi warga sekitar dan wisatawan setiap harinya. Hal ini karena air dipercaya bermanfaat untuk kesuburan dan juga memberikan kemuliaan lainnya, seperti kesehatan dan juga awet muda.

Percaya atau tidak, yang jelas mengunjungi situs petirtaan Candi Belahan atau Sumber Tetek di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ini bisa menjadi salah satu alternatif kalian untuk liburan akhir pekan. Khususnya untuk penggemar wisata budaya atau purbakala. Jadi, jangan lupa mampir ke sini kalau sedang berlibur kePasuruan, ya. Next

ramadan
Ilustrasi road trip

Keunggulan Liburan Road Trip, Jamin Pengalaman Tak Terlupakan!

Mojosemi Forest Park

Mojosemi Forest Park, Wana Wisata Seru di Magetan