in , , , ,

Berkunjung ke Situs Trowulan, Karya Empu Sendok yang Melegenda

Selami sejarah dari candi yang melegenda

Kota Mojokerto memang telah terkenal dan identik akan keberadaan situs peninggalan kerjaan Majapahit yang sudah termasyur. Banyak hal yang Teman Traveler bisa kunjungi ketika sedang berada di tanah Patih Gadjah Mada yang ternyata berjumlah puluhan peninggalan situs sejarah dan wisata kekiniannya.

Baca juga : Rayakan Hari Valentine dengan Modal 10 Ribuan? Kamu Bisa Coba Masakan Ini!

Keindahan Candi Brahu Menjelang Sore (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Keindahan Candi Brahu Menjelang Sore (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Jika Teman Traveler salah satu penyuka wisata sejarah, maka yang satu ini adalah tempat yang tepat untuk mengasah kembali pengetahuan dan rasa penasaran akan sejarah setempat. Candi merupakan situs sejarah terbanyak yang ada di Indonesia, salah satu situs yang ada di Mojokerto adalah Candi Brahu. Yuk simak ulasan singkat berikut ini.

Letak Candi

Desain Bangunan yang Kokoh (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Desain Bangunan yang Kokoh (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Di Mojokerto sendiri banyak candi yang tersebar mulai dari kota hingga kabupaten. Namun Candi Brahu adalah yang terbesar dari semua candi yang ada di sekitar situs kerajaan Majapahit yang berlokasi di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Merupakan Candi Terbesar Dibadingkan Candi Lain di Sekitar Trowulan (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Merupakan Candi Terbesar Dibadingkan Candi Lain di Sekitar Trowulan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Jika Teman Traveler mengenal tempat wisata Budha Tidur, maka lokasi candi berada tidak jauh dari ke arah utara, kurang lebih satu setengah kilometer.

Dibangun oleh Empu Sendok

Area Candi yang Cukup Nyaman (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Area Candi yang Cukup Nyaman (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Candi Brahu berbeda dengan candi-candi yang ada di Jawa Timur. Pada umumnya digunakan sebagai makam para raja, candi ini difungsikan sebagai tempat sembahyang dalam peruntukannya yang dibangun oleh Empu Sendok, Raja dari Mataram Kuno.

Candi Brahu di Situs Trowulan (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Candi Brahu di Situs Trowulan (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Mendekati  area situs candi, Teman Traveler akan melewati pemukiman penduduk yang bangunan depannya dibuat dari tempelan batu bata khas candi berbentuk rumah yang semuanya nampak seragam.

Memiliki Taman yang Lapang

Kesan Kokoh dan Mewah (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Kesan Kokoh dan Mewah (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Pertama kali melihat bangunan candi ini memang nampak berbeda dari candi lainnya. Diameter yang luas dengan puncak menjulang begitu tinggi sangat terlihat kesan kokoh dan kuat. Pagar besi yang mengelilingi candi berjarak lebih dari 25 meter dimanfaatkan sebagai taman lapang rerumputan dengan beberapa tanaman penghias di penjuru sisi taman. Selain itu, terdapat pula beberapa tanaman wajib seperti Pohon Maja yang ditanam di area situs.

Sarana Foto dan Penelitian

Pintu Candi (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Pintu Candi (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Tidak hanya wisata sejarah yang tersaji, banyak anak muda yang mengambil posisi selfie untuk mengabadikan beberapa pose berlatar candi nan kekar ini. Berhadapan dengan pintu masuk candi, sejumlah peneliti muda nampak mimik serius merekam ke arah pintu masuk candi sambil menulis beberapa hal pada buku catatan mereka.

Waktu yang Pas untuk Berkunjung

Arsitektur Candi yang Indah (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Arsitektur Candi yang Indah (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Bagi Teman Traveler yang penasaran akan keindahan candi ini, disarankan untuk mengunjunginya setelah siang atau menjelang sore, karena pintu candi yang mengarah ke barat akan terlihat cantik ketika terpapar sinar matahari. Nampak sangat indah dan kokoh.

Dinding Candi yang Terkelupas

Sebagai Tempat Favorit Rekreasi Keluarga Masyarakat Sekitar (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Sebagai Tempat Favorit Rekreasi Keluarga Masyarakat Sekitar (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Walaupun pada beberapa dinding candi ada sebagian yang terkelupas, namun keindahan candi ini tetap berhasil ditampakkan akan adanya relief-relief kecil yang mulai tersamar karena kikisan cuaca dan gesekan tangan pengunjung.

Pohon Maja

Area Candi yang Terawat dan Bersih (c) Mei Indriani/Travelingyuk
Area Candi yang Terawat dan Bersih (c) Mei Indriani/Travelingyuk

Pohon Maja pada kiri dan kanan depan kaki candi menambah indah pemandangan Candi Brahu menjelang sore yang ditemani dengan aktifitas-aktifitas kecil pengunjung yang nampak kagum dalam mengabadikan beberapa sudut candi. Jadi kapan berkunjung ke Candi Brahu? Next

ramadan

Petronas Twin Tower, Si Kembar Kebanggaan Negeri Jiran

Mashita Mie Korea, Kuliner Kekinian yang Digemari Milenial Bojonegoro