in , , , ,

Candi Gebang, Saksi Bisu Kerajaan Hindu Yogyakarta

Saksi Bisu Kerajaan Hindu!

Yogyakarta memang syarat akan sejarah panjang. Sejak era kerajaan hingga era reformasi. Semuanya era memiliki sejarah yang layak diulik. Meski sudah ratusan tahun silam sejarah tak semata-mata hanya cerita melainkan penggambaran masa lalu sebagai acuan masa kini dan masa depan. Keberadaan candi di Yogyakarta menjadi bukti bahwa pernah ada kerjaan yang eksis di tanah ini. Simak ulasan lengkapnya berikut ini ya.

Baca juga : Yourgood Smoothies Bar Bandung, Santap Sehat Sambil Buru Foto Instagenic

Candi Umat Hindu

Candi Gebang Tampak Depan (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Meski secara ukuran tak melulu besar, pesebaran candi mungil di Yogyakarta terbilang banyak. Salah satunya adalah Candi Gebang. Secara ukuran memang tak besar, tetapi tetap terkandung sejarah panjang di dalamnya.

Tetap Lestari

Candi Gebang di sekitar pemukiman (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Candi Gebang ditemukan pada tahun 1936. Namun baru dipugar pada tahun 1937-1939 di bawah pimpinan Van Romondt. Candi ini memiliki ukuran kira-kira 5,25 × 5,25 meter dengan tinggi 8 meter.

Meski sudah puluhan tahun silam, tetapi Candi Gebang masih terawat dengan baik. Jika dibandingkan dengan candi berukuran kecil lainnya, Candi Gebang menjadi salah satu yang baik dalam segi perawatan.

Lokasi Candi

Candi Gebang tetap menarik untuk pecinta foto (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Lokasi Candi Gebang kurang lebih sekitar 11 kilometer dari pusat kota. Namun, pertumbuhan penduduk menambah pula jumlah pemukiman. Sehingga untuk menemukan candi ini, Teman Traveler harus melewati pemukiman penduduk.

Candi Gebang sendiri berada di Dusun Gebang, Kelurahan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Teman Traveler tak usah sungkan bertanya jika ingin ke wisata ini sebab lokasinya kadang membingungkan jika menggunakan aplikasi penunjuk arah.

Tempat Bermain yang Ramah

Candi Gebang yang asri (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Jika Teman Traveler ingin ke Candi Gebang, datanglah saat sore hari. Biasanya masyarakat sekitar memanfaatkan waktu tersebut untuk sekadar bersantai dan bercakap-cakap dengan masyarakat lainnya. Ada pula anak-anak yang asyik bermain di lokasi tersebut.

Lokasi candi yang asri dan bersih menjadi alasan masyarakat sekitar senang berada di sana. Meski berada di daerah pemukiman, tetapi sebelah Barat dan Selatan candi merupakan perkebunan masyarakat sekitar. Sehingga memberikan kesan hijau sejauh mata memandang.

Jika mampir ke Yogyakarta tak ada salahnya mampir ke Candi Gebang. Apalagi mempunyai hasrat untuk menyambangi semua candi di daerah Yogyakarta. Keseruannya dijamin tak kalah dengan Candi Prambanan maupun Candi Borobudur. Yuk, sempatkan mampir ketika bumi sudah kembali pulih seperti sedia kala. Stay safe! Next

ramadan

Written by MS Fitriansyah

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Nasi Liwet Yu Sani, Gurihnya Gak Cukup 1 Piring!

Glenn Fredly

Kenang Glenn Fredly, Ini 17 Potret Travelingnya dari Lautan Seram hingga Manhattan