in , , , ,

CMC Tiga Warna, Indah Pantainya Bersih Alamnya

Cuma Liburan di Pantai ini yang Perlu Reservasi

Suasana Pantai (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Kabupaten Malang, Jawa Timur terkenal dengan keindahan alam dan udaranya yang sejuk, terutama di pedesaannya. Bukan hanya gunung, tetapi juga pantai yang indah dan unik, salah satunya adalah kawasan Clungup Mangrove Conservation Tiga Warna, atau yang akrab disebut Tiga Warna. Bagaimana keindahan dan keunikan pantai ini? Yuk simak ulasannya.

Baca juga : Pilihan Tempat Ngopi Enak di Madiun, Nongkrong Asyik Bikin Melek

Pantai dengan Aturan yang Unik

Pengelola Memberikan Arahan (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Pantai ini bisa dikatakan berbeda dengan pantai lainnya di Malang, beberapa keunikan yang dimiliki oleh pantai ini adalah sistem perlakuan sampah terhadap wisatawan oleh pengelola yang tertata. Ada peraturan yang ketat terkait sampah. Pengelola objek wisata ini berkomitmen untuk memastikan kebersihan pantai. 

Petugas melakukan pengecekan barang bawaan pengunjung yang berotensi menimbulkan sampah sebelum memasuki kawasan wisata konservasi ini. Pengelola menerapkan sistem check list barang yang akan dibawa menuju ke pantai untuk menjaga pantai tetap bersih dari sampah.

Saat memasuki kawasan wisata, pengunjung harus melewati pos pemeriksaan isi tas. Beberapa air minum kemasan, tisu basah, tas plastik, masker, dan barang bawaan lainnya harus dicatat di selembar kerta oleh petugas. Nantinya, ketika meninggalkan lokasi, pengunjung harus kembali membawa barang-barang tersebut keluar. 

Petugas akan melakukan pengecekan kembali. Bila tidak, pengunjung akan dikenai sanksi yakni dengan kembali ke pantai dan mengambil sampah yang ditinggalkan, atau membayar denda sebesar Rp100.000.

Kawasan Mangrove

Pohon Mangrove yang Ditanam (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Kawasan mangrove di CMC Tiga Warna ponservasi di pantai ini merupakan sebuah ide yang muncul dari warga sekitar bernama Saptoyo. Pada tahun 1997, kawasan ini mengalami kerusakan alam yang parah.  Lahan hutan lindung ditebang dan dijadikan ladang. Tidak hanya hutan lindung, kawasan mangrove juga terus dijarah. Batangnya digunakan sebagai kayu bakar. 

Selanjutnya, pada tahun 2005, Saptoyo berusaha untuk mengembalikan alam yang telah  habis ditebang. Dia mulai menanam bibit mangrove agar bisa tumbuh seperti sedia kala.  Mulai dari situ, banyak masyarakat yang kemudian membantu Saptoyo untuk menanam  pohon mangrove. Sehingga, jadilah kawasan konservasi mangrove seperti saat ini. 

Terdapat Beberapa Kawasan Pantai 

Suasana Pantai Gatra (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Hal lain yang membuat menarik dari kawasan ini adalah memiliki beberapa pantai yang bisa disinggahi ketika menuju Tiga Warna, antara lain Clungup dan Gatra. Apalagi untuk menuju Pantai Tiga Warna, setiap pengunjung dapat menikmati atau bahkan bermain di sana. Dengan berjalan kaki, Teman Traveler bisa dengan puas menikmati keindahan pantai-pantai tersebut.

Selanjutnya, di Pantai Gatra, Teman Traveler dapat berkemah dengan view langsung menghadap ke pantai. Beberapa pengunjung bahkan menghabiskan waktu beberapa malam untuk menikmati keindahan pantai dengan berkemah. Tidak hanya itu, di pantai ini juga dilengkapi fasilitas umum seperti kamar mandi, mushola, dan juga warung makan. 

Selain itu, di Pantai Gatra juga terdapat fasilitas kano. Pengunjung bisa menikmati keindahan pantai dengan menggunakan kano yang disewakan oleh pihak pengelola.  

Suasana Senja di Pantai Clungup (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Berbeda dari pantai Gatra, Clungup banyak memiliki pohon bakau. Kawasan ini akan terkena air laut jika pasang. Pemandangannya juga menarik, terutama jika sore hari. Langit sore dengan pemandangan indah sunset ditambah adanya bayangan air di kawasan ini menjadikannya lebih indah. Bagi penyuka fotografi lansekap mungkin ini info yang menarik.

Pantai 3 Warna

Pemandangan Pantai 3 Warna (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Untuk memasuki wisata konservasi ini, Teman Traveler dikenakan tiket sebesar Rp10.000. Tetapi jika ingin memasuki pantai Tiga Warna, wajib ditemani pemandu wisata dari pintu masuk hingga bibir pantai. Pemandu ini bertugas menjelaskan semua elemen, sejarah dan kekhasan setiap tempat wisata atau pantai yang dilewati.

Untuk menyewa jasa satu pemandu, pengunjung perlu menyedikan uang senilai Rp100.000. Satu pemandu bisa untuk satu rombongan yang berjumlah maksimal 10 orang.

Spot Foto Menarik

Spot Foto di Pantai (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Sebagai informasi, waktu berkunjung di pantai Tiga Warna dibatasi maksimal 2 jam saja karena pantai ini merupakan wilayah konservasi, maka petugas membatasi jumlah pengunjung setiap harinya. Maksimal hanya ada 100 orang yang bisa berada di pantai ini setiap harinya.

Hal ini dilakukan karena pantai Tiga Warna jauh lebih sempit dari pantai lainnya yang ada di kawasan ini. Selain itu, peraturan ini dirasa dapat menjaga ekosistem yang ada di kawasan pantai. Namun untuk pantai lainnya masih terbuka lebar, asal tetap menjaga kelestariannya.

Tutup Seminggu Sekali

Pemeriksaan Barang (c) Bayu Eka Novanta/Travelingyuk

Tidak hanya itu saja, pantai ini juga tutup atau tidak menerima kunjungan wisata. Hal ini dilakukan setiap satu minggu sekali yakni pada hari kamis. Hari libur ini biasa dimanfaatkan masyarakat pengelola wisata melakukan bersih-bersih terhadap pantai.

Jika ingin berkunjung ke pantai ini, Teman Traveler dapat melakukan reservasi jauh-jauh hari, agar mendapat kuota untuk memasuki kawasan Pantai Tiga Warna. Setelah berwisata dan bersenang-senang, barang-barang yang sudah di catat ketika masuk akan kembali di check oleh petugas.

Ulasannya cukup menarik ya Teman Traveler. Semoga bisa menjadi inspirasi berliburmu tahun ini ya. Next

ramadan

Bukit Bintang Jipang Curup, Spot Instagramable Buat Pecinta Fotografi di Bengkulu

Berwisata ke Pesantren Seribu Pintu ala Istana Aladdin di Malang