in ,

Mengintip Keunikan Desa Adat Ammatoa, Bukti Kekayaan Budaya Indonesia

Liburan Lebih Berkesan dengan Jelajah Desa Adat Ammatoa

Kehidupan di Desa Ammatoa.
Kehidupan di Desa Ammatoa.

Terdiri dari ribuan pulau, hal ini membuat bumi pertiwi kaya akan keragaman suku dan bahasa. Bahkan ada beberapa daerah yang masih mempertahankan budayanya dari dulu hingga sekarang. Dari sekian banyaknya daerah, Teman Traveler masih bisa mempelajari kebudayaan tersebut lewat beberapa kawasan kaya adat di Indonesia, salah satunya adalah Ammatoa. Travelingyuk sudah merangkum hal menarik seputar desa adat Ammatoa satu ini. Penasaran? Yuk, telusuri lebih lanjut!

Baca juga : Butuh Tenaga Saat Traveling Tapi Takut Gemuk? Santap Ini Saja

Kehidupan Sederhana

Kehidupan sederhana di desa adat ammatoa
Kehidupan sederhana di desa adat ammatoa via Instagram/sundakelapaheritage

Berada di Kabupaten Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Teman Traveler akan menemukan sebuah desa yang bernama desa adat Ammatoa. Masyarakat yang tinggal di kawasan Kajang Dalam, masih memegang teguh kepada adat Ammatoa. Kehidupan di desa ini sangat sederhana. Masyarakat suku Kajang sangat jauh dari kehidupan modern dan menolak sesuatu yang berhubungan dengan teknologi. Salah satu yang menjadi contoh adalah listrik dan telepon seluler. Bagi mereka, hal-hal yang berbau teknologi akan merusak kelestarian alam. Hidup mereka juga sangat bergantung pada hasil kebun dan sawah.

Filosofi Warna Hitam

Arti dari warna hitam bagi suku Kajang
Arti warna hitam bagi suku Kajang via Instagram/aanjisaja_

Selain cara hidup mereka yang sederhana, masayarakat suku Kajang juga selalu menggunakan pakaian yang berwarna hitam. Bukan tanpa alasan, warna hitam sendiri memiliki filosofi yang cukup dalam. Warna hitam diartikan sebagai bentuk persamaan dalam segala hal. Selain itu juga memiliki arti menunjukkan kekuatan dan kesamaan derajat dihdapan sang pencipta. Kesamaan yang dimaksud adalah dalam bentuk wujud lahir, menyikapi kedaan lingkungan, salah satunya adalah menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan.

Bentuk Rumah yang Sama

Memiliki bentuk rumah yang sama
Memiliki bentuk rumah yang sama via Instagram/benazhiranggy

Teman Traveler akan dibuat heran dengan adanya bentuk rumah yang identik, mulai dari atap, dinding bangunan, serta interiornya. Rumah adat suku Kajang berbentuk rumah panggung dan tidak jauh berbeda dengan rumah adat suku Bugis-Makassar. Atap yang digunakan bernama Anjong yang merupakan warisan dari Kerajaan Gowa. Rumah yang dibangun juga harus menghadap ke barat karena mereka percaya hal ini mampu membawa berkah. Pada pekarangan rumah, rata-rata mereka memelihara hewan peliharaan seperti ayam, sapi, atau kuda.

Suku Kajang

Suku Kajang
Suku Kajang via Instagram/ammatoa_id

Selain hal menarik di atas, Suku Kajang juga memiliki budaya yang menarik. Salah satunya adalah masyarakatnya harus menikah dengan sesama orang di dalam kawasan adat. Jika tidak, mereka harus tinggal di luar kawasan adat. Nah, bagi pasangan yang ingin tinggal di sini juga harus mengikuti adat dan budaya Suku Kajang. Hal kedua, mereka memiliki sitem kepercayaan yang unik. Di satu sisi percaya pada kekuatan tunggal (monoteisme) dan di sisi lain mereka menyembah dan mengabdi pada roh atau benda seperti batu, gunung, dan lain-lain (politeisme).

Itulah hal menarik yang ada di Desa Ammatoa, Sulawesi Selatan. Jika ingin berkunjung, Teman Traveler harus mengikuti dan menghormati kebudayaan mereka ya! Bagaimana, tertarik untuk liburan sambil belajar budaya di sini? Next

ramadan
Tempat wisata gratis di Jakarta

Tempat Wisata Gratis di Jakarta, Sukses Berlibur Tanpa Bikin Kantong Jebol!

Menghadiri Festival Budaya Irau Malinau, Belum Lengkap Kalau Belum Jajal Kuliner Kalimantan Utara Ini