in ,

Hal-hal Unik Puthu Lanang, Kuliner Lawas yang Legendaris di Malang

3 Fakta Unik Puthu Lanang yang Jarang Orang Ketahui

Pak Siswoyo meracik campur, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi
Pak Siswoyo meracik campur, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi

Memiliki cuaca sejuk, Malang merupakan salah satu kota nyaman untuk ditinggali di Indonesia. Fasilitasnya cukup memadai dan pilihan destinasi wisatanya juga beragam. Ada wisata alam, buatan, belanja, sampai dengan kuliner. Tersedia beragam kuliner di Malang, mulai dari yang kekinian sampai dengan tradisional. Contoh kuliner tradisional yang telah melegenda sejak tahun 1935 adalah Puthu Lanang. Banyak fakta unik jajanan lawas satu ini.

Baca juga : 5 Hotel Bersejarah Terbaik di Indonesia 2019, Indah Mewah Sarat Kisah

1. Asal Usul Nama Puthu Lanang yang Unik

Pak Siswoyo, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi
Pak Siswoyo, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi

Sebelum terkenal seperti sekarang ini, ternyata namanya bukanlah ‘Puthu Lanang’, melainkan ‘Puthu Celaket’ saja. Hal ini lantaran memang lokasinya berada di daerah Celaket. Tapi karena kue puthunya sudah mulai terkenal dan memiliki banyak penggemar, banyak pedagang lain yang mengklaim cabang dari usaha puthu tersebut. Akhirnya, nama Puthu Celaket berubah menjadi Puthu Lanang. Selain itu, nama ini juga merupakan plesetan dari Puthu Ayu.

“Kan ada itu Puthu Ayu, nah kalau saya ganti dengan Puthu Ganteng kok kesannya narsis. Maka dari itulah saya ubah menjadi Puthu Lanang. Puthu Lanang ini merupakan tandingan Puthu Ayu,” papar Siswoyo, generasi kedua pemilik Puthu Lanang saat ditemui Travelingyuk, baru-baru ini disela ia berjualan.

2. Berjualan di Gang Tapi Banyak Pelanggan

Lokasi di gang tapi laris manis, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi
Lokasi di gang tapi laris manis, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi

Puthu Lanang, nama yang sangat unik sekali ya Teman Traveler? Tapi memang begitulah adanya. Ini merupakan salah satu kuliner legendaris di Malang yang sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi. Bahkan, meskipun sekarang ini berada di gang, banyak orang antri untuk sekedar bisa mendapatkan seporsi puthu dan beberapa kuliner tradisional lainnya yang berlokasi di Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang.

Jam operasionalnya mulai dari 17:30 sampai dengan jam 22:00, namun seringkali sudah habis sebelum jam tutupnya.

3. Ukuran Cenil Jumbo dan Tentu saja Enak

Sang generasi kedua, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi
Sang generasi kedua, Via Travelingyuk/Hangga Prayudi

Puthu memang menu utama, tapi ada pilihan lainnya yang bisa kamu pilih. Mulai dari cenil, lupis, dan klepon. Uniknya, cenil di tempat ini memiliki ukuran yang jumbo. Maka dari itulah, hanya makan beberapa saja kamu sudah bakal kekenyangan. Coraknya yang warna-warni cantik juga akan membuat kamu tertarik.

Jika kamu sekarang ini sedang berada di Malang, jangan lupa untuk mampir ke Puthu Lanang yang begitu populer ini. Udara kota Malang yang dingin, sangat nikmat mengudap yang hangat-hangat seperti halnya kue satu ini. Next

ramadan
Wedding Venue di Bandung

4 Hotel di Bandung dengan Wedding Venue Terbaik, Bisa Jadi Inspirasimu Nih!

Backpacker ke Gili Labak

Backpacker ke Gili Labak, Serunya Short Escape ke Pulau Garam