in ,

Gelombang Tinggi Manado Sempat Bikin Panik, Ternyata Ini Penyebabnya

BMKG Keluarkan Penjelasan Terkait Gelombang Tinggi Manado

BNPB beri penjelasan soal gelombang tinggi Manado

Duka akibat Tsunami Banten dan Lampung belum hilang, fenomena serupa belum lama terjadi lagi di Indonesia. Amukan gelombang laut dilaporkan terlihat di Manado, Sulawesi Utara. BMKG lantas bertindak cepat, untuk menenangkan publik mereka mengeluarkan penjelasan resmi soal gelombang tinggi Manado.

Baca juga : Tak Hanya Djawatan Benculuk, Ini 5 Wisata Instagenic di Banyuwangi untuk Spot Selfie

Belakangan cuaca di Nusantara memang tengah tak bersahabat. Hujan deras diiringi angin kencang terjadi di sejumlah daerah. Tak heran jika penduduk yang tinggal di pesisir pantai, maupun mereka yang berencana liburan ke kawasan laut jadi khawatir.

Fenomena Gelombang Tinggi

Air laut masuk ke jalanan
Air laut masuk ke jalanan via Instagram.com/soalmanado

Laporan mengenai amukan gelombang di Manado muncul pertama kali pada Kamis (27/12) malam. Sejumlah akun media sosial mengunggah video yang menunjukkan amukan laut. Hal tersebut sempat memancing kerisauan. Tak sedikit yang khawatir akan potensi terjadinya tsunami.

Dalam rekaman tersebut tampak gelombang laut begitu tinggi hingga masuk ke ruas jalan. Suara angin terdengar begitu kencang. Meski demikian, banyak pengguna jalan yang mengabadikan kejadian itu menggunakan kamera ponsel.

Sudah Ada Peringatan Dini

Fenomena Gelombang di Manado
Fenomena Gelombang di Manado via Instagram.com/soalmanado

Kedatangan gelombang tinggi bukannya luput dari pengawasan pemerintah. Sebelumnya, BMKG Gorontalo sempat mengeluarkan peringatan soal kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di perairan Sulawesi Tengah dan Timur.

Surat dari BMKG
Surat dari BMKG via Instagram.com/soalmanado

Pengumuman tersebut menyebutkan bahwa tinggi gelombang bisa bervariasi antara 1,5 meter hingga empat meter. Kapal-japal tongkang, feri, dan kargo yang beroperasi di sekitar daerah tersebut pun diminta untuk waspada.

Penjelasan BNPB, Bantah Tsunami

Sutopo Purwo Nugroho
Sutopo Purwo Nugroho via Instagram.com/lambargeh

Meski sudah ada peringatan, tak bisa dipungkiri bahwa fenomena alam yang terjadi membuat sebagian warga Manado khawatir. Mereka dibuat risau akan kemungkinan terjadinya tsunami, yang beberapa hari lalu meluluhlantakkan Pandeglang dan sejumlah daerah di Lampung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Sutopo Purwo Nugroho, lantas angkat bicara. Ia menekankan gelombang tinggi Manado disebabkan siklon tropis di sekitar Filipina, sebagaimana dilansir Detik.

Gunung Anak Krakatau terus tunjukkan aktivitas
Gunung Anak Krakatau terus tunjukkan aktivitas via Instagram.com/lotte_avenue

Meski tak menyebut ada potensi terjadi tsunami, Sutopo meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas apapun di sekitar pantai serta laut untuk sementara waktu. Ia juga membantah gelombang di Manado punya keterkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Itulah penjelasan singkat mengenai fenomena gelombang tinggi Manado yang sempat membuat heboh di media sosial. Meski tak ada peringatan soal potensi tsunami, sebaiknya Teman Traveler mengurangi atau bahkan menghindari liburan dekat laut untuk sementara waktu. Next

ramadan
Pulau Lihaga Manado

Rekomendasi Wisata Manado, Telusuri Tiap Sudut Indah Maldives van Celebes

Pecel Belut Mbah Warno

Pecel Belut Mbah Warno, Kuliner Legendaris Bantul yang Bikin Nagih