in , ,

Pecel Belut Mbah Warno, Kuliner Legendaris Bantul yang Bikin Nagih

Enaknya Pecel Belut Mbah Warno, Kuliner Mantab di Kabupaten Bantul

Pecel Belut Mbah Warno
Pecel Belut Mbah Warno

Jalan-jalan ke Yogyakarta, makin seru jika sekalian jelajah kabupaten Bantul. Selain menawarkan beragam wisata menarik, kulinernya juga patut dicoba. Salah satunya Pecel Belut Mbah Warno yang juga menyediakan mangut lele enak. Meski kini kedai ini sudah dipegang oleh generasi penerusnya, namun cita rasanya tidak pudar. Penasaran seperti apa? Intip ulasan dari Kontributor Travelingyuk, Annissa Saputri berikut yuk!

Baca juga : Talk Kopi, Sudut Asyik Bercengkrama di Kota Bunga

Pecel Legendaris Racikan Mbah Warno

Warung sederhana Mbah Warno ( Annissa Saputri)
Warung sederhana Mbah Warno (c) Anissa Saputri/Travelingyuk

Berawal dari jualan pecel di sekitar rumahnya, Mbah Warno sang pemilik resep pecel legendaris di Bantul ini sudah berjualan lebih dari 40 tahun. Siapa sangka, banyak warga yang suka dengan racikannya. Bahkan ada yang rela berkunjung dini hari karena takut kehabisan. Alhasil Mbah Warno berinisiatif untuk membuka warung di depan rumahnya. Meski sekarang tempat makan tersebut sudah dikelola oleh generasi penerusnya, namun resep Pecel Belut Mbah Warno tidak tergantikan.

Warung berada di Bantul (Annissa Saputri)
Warung Pecel Belut Mbah Warno berada di Bantul (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Beralamat di Sembungan, Bangunjiwo Kasihan, Bantul, kuliner Bantul ini buka pukul 10.00 hingga 17.30 WIB. Jika dari pusat kota, Teman Traveler bisa menempuh rute Jalan Tentara Pelajar – Jalan Bantul – Jalan Raya Kasongan. Letaknya tak jauh dari Rumah Makan Ayam Goreng Jawa Mbah Cemplung.

Warung Sederhana, Cita Rasa Istimewa

Warung sederhana, rasa istimewa (Annissa Saputri)
Warung sederhana, rasa istimewa (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Jauh dari kata mewah, warung pecel milik Mbah Warno menawarkan kesederhanaan tempat. Depan rumahnya disulap menjadi warung lengkap dengan kursi bambu dan meja kayu. Pecel, lele, dan aneka lauk tertata pada meja. Tak jauh, ada tempat untuk mempersiapkan bahan dan mengolah masakan.

Salah satu sudut warung (Annissa Saputri)
Salah satu sudut warung (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Sederhana dengan dinding anyaman bambu, tapi keramahan penjual membuat siapapun betah lama-lama di sini. Apalagi melihat aneka menu, seperti lele goreng, tahu dan tempe bacem, gorengan, dan tentu saja pecel. Sembari menunggu pesanan, pengunjung bisa melepas dahaga dengan saparella (minuman bersoda khas Yogyakarta) yang tersaji di meja.

Pecel Belut Jadi Andalan

Pecel Mbah Warno ( Annissa Saputri)
Pecel Mbah Warno (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Meski menyediakan menu lain seperti lele goreng dan mangut lele, namun pecel belut menjadi yang paling banyak dipesan. Seporsinya terdiri dari berbagai sayuran seperti bayam, daun kenikir, daun pepaya, kacang panjang, dan tauge yang disajikan di atas nasi putih. Tak lupa, disiram dengan sambal pecel yang menggugah selera. Sambal kacang ala Mbah Warno ini memiliki rasa yang kuat dengan teksturkental. Rasa sambalnya tidak pedas tapi cenderung gurih dan manis.

Belut goreng yang crispy (Annissa Saputri)
Belut goreng yang crispy (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Tak hanya itu, belut goreng berbalut tepung juga disajikan dalam piring. Potongannya besar, sementara rasanya gurih dan crispy. Pas dipadukan dengan pecel. Satu piring menu ini hanya dibancerol sebesar Rp8.000. Sedangkan belut disajikan per porsi dengan harga Rp20.000.

Pecel belut (Annissa Saputri)
Pecel belut (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Menu Lain yang Tak Kalah Nikmat

Lele ala Mbah Warno (Annissa Saputri)
Lele ala Mbah Warno (c)Annissa Saputri/Travelingyuk

Selain pecel belut, ada menu lain yang ditawarkan di warung ini yakni lele goreng dan mangut lele. Kedua menu ini biasanya dijadikan pelengkap makan pecel. Untuk lele dihargai Rp8.000 per ekor dengan ukuran yang besar. Jika ingin ada sensasi manis, kita juga bisa lho menambahkan tahu dan tempe bacem sebagai pelengkap.

Meski kini sudah marak kuliner kekinian, namun Pecel Belut Mbah Warno masih mendapat tempat di hati para pelanggannya. Banyak pembeli silih berganti datang ke warung sederhana ini. Bagaimana Teman Traveler, apa tertarik untuk mencoba kuliner legendaris Bantul ini? Next

ramadan

Written by Annissa NCSaputri

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Gelombang Tinggi Manado Sempat Bikin Panik, Ternyata Ini Penyebabnya

Dampak Tsunami Anyer, Banten

Lokasi Tsunami Anyer Jadi Tempat Selfie, Inilah Etika Swafoto yang Benar