in ,

Mulai 2019 Gunung Ijen Ditutup Satu Hari Sekali Setiap Bulan, Catat Tanggalnya Biar Nggak Kecewa!

Gunung Ijen Ditutup Satu Hari Sekali Setiap Bulan Mulai 2019 Guna Memulihkan Ekosistem

Gunung Ijen dan Blue Fire miliknya yang hanya ada dua di dunia, memang menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan, baik lokal atau mancanegara. Tidak mengenal waktu, pengunjung yang datang ke kawasan ini selalu ramai. Teman Traveler berencana untuk mengunjunginya juga? Kalau begitu simak informasi berikut ini. Pasalnya, mulai tahun 2019, Gunung Ijen ditutup satu hari sekali setiap bulannya. Tanggal berapa saja kah itu? Jawabannya ada pada penjelasan di bawah ini!

Baca juga : Tradisi Natal di Indonesia, Mulai dari Main Keroncong sampai Masak Pakai Batu

1. Mulai 2019 Ditutup Sehari Setiap Bulan

Cantiknya Kawah Ijen Takluput dari Aturan Penutupan via Instagram/ heruwibw

Keberadaan gunung api di Indonesia menjadi potensi tersendiri bagi pariwisata negeri ini. Meski berisiko, lokasi-lokasi tersebut tidak pernah sepi pengunjung. Selain Gunung Rinjani, Bromo dan Semeru, Gunung Ijen juga salah satu yang selalu ramai dengan wisatawan. Namun pada 2019 mendatang, Gunung Ijen akan ditutup satu hari setiap bulan.

Kepulan Asap dari Kawah Ijen yang Berbahaya via Instagram/ ajiandrianto

Disampaikan Sumpena, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Timur, kawasan Gunung Ijen ditutup satu hari sekali, mulai Januari 2019 selama satu hari dalam kurun waktu satu bulan sekali. Yaitu pada hari Jum’at di minggu pertama setiap bulannya. Teman Traveler yang berencana untuk pergi ke Gunung Ijen di awal bulan, terutama di akhir minggu, sebaiknya diundur ke minggu ke dua atau ke tiga ya.

2. Penutupan Bertujuan untuk Memulihkan Ekosistem

Penutupan Dilakukan untuk Pemulihan Ekosistem via Instagram/ meeyhermosa

Seperti wisata alam lainnya yang sudah lebih dulu menjalankan peraturan seperti ini, penutupan Gunung Ijen bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang ada di kawasan tersebut. Selain itu, penutupan juga dilakukan guna pembersihan kawasan serta pengelolaan lingkungan. Termasuk di dalamnya perbaikan sarana dan prasarana yang ada di dalam kawasan Gunung Ijen.

Jadwal Liburan dan OOTD Bisa Disesuaikan Lagi via Instagram/ gustindra

Semua bertujuan untuk kebaikan kawasan ini kok. Agar ekosistem di Gunung Ijen tetap seimbang, wisatawan juga dapat merasakan dampak baiknya. Nggak perlu kecewa ya? Bisa atur tanggal lainnya.

3. Aturan Berlaku untuk Semua Pihak

Meski Berbahaya, Kawasan Kawah Ijen Selalu Ramai via Instagram/ brijiliananda

Peraturan yang mengatakan bahwa Gunung Ijen ditutup satu hari sekali setiap bulan yang mulai diberlakukan pada awal tahun 2019 mendatang ini berlaku untuk semua pihak. Mulai dari wisatawan sampai para penambang belerang yang kita tahu cukup banyak di kawasan Gunung Ijen.

Kawasan Juga Ditutup bagi Penambang via Instagram/ elisabeth_okt

Peraturan ini bukan main-main. Pasalnya, pihak BKSDA akan menugaskan para petugasnya untuk mengawasi di beberapa titik lokasi. Jadi jangan coba-coba melanggar ya, Teman Traveler.

4. Daya Tarik Gunung Ijen

Fenomena Blue Fire yang Selalu Berhasil Memikat Wisatawan via Instagram/ sarwonoptr

Antusias wisatawan untuk berkunjung ke Gunung Ijen tidak lagi dapat dipungkiri. Turis asing dan mancanegara berbondong-bondong mendatanginya. Teman Traveler juga tertarik kan? Terang saja karena ia memang memiliki daya tarik luar biasa berupa kawah dan Blue Fire yang hanya ada dua di dunia. Jika ingin melihat Blue Fire lainnya, Teman Traveler harus pergi ke Irlandia.

Kawah Ijen yang Seperti Punya Magis via Instagram/ kurustakberaturan

Jalur menanjak dengan kemiringan 40 derajat yang harus ditempuh selama dua jam sejak dini hari dan suhu udara dingin yang berasal dari ketinggian 2.443 mdpl, tidak menghalangi para wisatawan untuk menikmati keindahan Blue Fire. Meski dua daya tarik utama di kawasan ini berbahaya, Gunung Ijen tetap diminati.

Yang Takpernah Sepi via Instagram/ hlnled

Pengumuman bahwa Gunung Ijen ditutup satu hari sekali setiap bulannya semoga tidak membuat Teman Traveler kecewa. Lagi pula, tujuannya untuk kestabilan ekosistem, kan? Yang pada jangka panjang, berdampak baik untuk semua pihak. Kalau begitu, sudah mencatat tanggal-tanggal penutupannya? Jangan sampai salah ya! Next

ramadan

Sentra Pengrajin Perak Berusia Lebih dari Satu Abad di Desa Celuk Gianyar Bisa Jadi Pilihan Libur Akhir Tahun di Bali yang Antibosan!

via Instagram/voilajogja

Sego Megono di Jogja, Menikmati Kuliner Khas Pekalongan di Kota Gudeg