in ,

Kampung Adat Wologai Ende, Membangun Rumah Didahului Ritual Pukul 12 Malam

Membangun Rumah di Kampung Adat Wologai Harus Didahului Ritual pada Pukul 12 Malam

Kampung Adat Wologai via Shutterstock

Berwisata memang identik dengan alam, budaya, maupun kuliner. Tak hanya itu, Indonesia memiliki setidaknya seribu suku bangsa dengan ciri khas adat masing-masing. Hal tersebut tercermin dari banyak hal salah satunya adalah bangunan rumah seperti pada Kampung Adat Wologai. Nah Teman Traveler harus tahu nih kalau ada ritual khusus sebelum membangun rumah di kampung ini. Apakah itu? Yuk dibaca ulasan ini sampai akhir!

Baca juga : Menteri Kesehatan Sarankan Pemakaian Face Shield di Beberapa Lokasi Ini

Ritual Naka Wisu Sebelum Membangun Rumah

Arsitektur Berbentuk Kerucut via Shutterstock
Arsitektur Berbentuk Kerucut via Shutterstock

Kampung Adat Wologai terletak di Kabupaten Ende Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya Kecamatan Detusoko kurang lebih 37 kilometer dari Kota Ende, ibu kota kabupaten kawasan ini. Teman Traveler akan disambut oleh penduduk yang ramah dan rumah-rumah adat dengan bentuk bangunan tradisional penuh makna.

Keunikan bangunan rumah di kampung adat ini terletak pada sebelum dimulainya pembangunan karena tidak boleh sembarangan dalam mendirikan rumah. Harus dilaksanakan Ritual Naka Wisu, yaitu menyembelih seekor ayam kemudian menebang pohon di hutan pada pukul 12 malam. Pohon tersebut nantinya akan digunakan sebagai tiang penyangga rumah.

Kampung Adat Berusia 800 Tahun

Perbedaan Bentuk Atap via Shutterstock
Kampung Adat Berusia Lebih dari 800 Tahun via Shutterstock

Kampung adat yang terletak di ketinggian 1.045 mdpl ini konon telah berusia lebih dari 800 tahun. Di gerbang masuk Wologai juga tumbuh pohon beringin yang dipercaya ditanam oleh leluhur, dan dibangun bersamaan dengan kampung ini. Walau sudah lebih dari 8 abad, namun bangunan di kampung ini masih terjaga sampai sekarang.

Keistimewaan lain di Kampung Adat Wologai adalah arsitektur bangunan yang berbentuk kerucut. Rumah-rumah dibangun berbentuk lingkaran dan terdapat tiga tingkatan, semakin ke atas maka pelataran semakin sempit seperti kerucut. Rumah-rumah di Kampung Adat Wologai dibangun mengitari Tubu Kunga, tempat untuk meletakkan persembahan.

Filosofi Bentuk Rumah

Rumah Dibangun Mengitari Tubu Kunga via Shutterstock
Rumah Dibangun Mengitari Tubu Kunga via Shutterstock

Rumah di Kampung Adat Wologai dibagi menjadi tiga yaitu rumah adat. rumah suku, dan rumah besar. Rumah Suku dipakai untuk menyimpan benda pusaka atau peninggalan milik suku, sedangkan rumah besar hanya ditempati saat berjalannya ritual adat. Atap rumah adat berbentuk menjulang mempunyai filosofi yang berhubungan dengan kewibawaan ketua-ketua adat yang dipandang lebih tinggi dari masyarakat adat biasa.

Di setiap rumah adat kampung ini terdapat bagian kolong rumah atau lewu yang digunakan untuk ternak babi dan ayam, ruang tengah sebagai tempat tinggal, serta loteng sebagai tempat menyimpan peralatan untuk upacara adat.

Singgah di Wologai setelah Menyambangi Danau Kelimutu

Bagian Dalam Rumah Adat via Shutterstock
Bagian Dalam Rumah Adat via Shutterstock

Danau Kelimutu yang juga berada di wilayah Ende, tepatnya di Desa Pemo Kecamatan Kelimutu ini tentu sudah tidak asing di telinga para pelancong. Nah kalau sudah puas menikmati panorama danau tiga warna ini, Teman Traveler bisa melipir ke Kampung Adat Wologai yang berjarak kurang lebih 30 menit dengan kendaraan bermotor.

Memang rasanya memuaskan kalau kita bisa singgah dan mengetahui seluk beluk berdirinya suatu kampung adat yang juga warisan budaya nusantara. Selain dapat menikmati keelokan kawasan sekitar juga menambah wawasan yang semakin menambah cinta pada Indonesia. Teman Traveler sudah pernah berkunjung ke kampung adat mana nih? Next

ramadan

Tidak Hanya sebagai Bumbu, Inilah Fakta Menarik tentang Petis

40 Wisata Jogja Paling Memesona, Bukti Selalu Istimewa