in ,

Kelabba Maja, Keindahan Alam ala Grand Canyon

Kelabba Maja, Surga di Pulau Mungil Sabu

(c) Val Lestari

Kelabba Maja terletak di Kabupaten Sabu Raijua, yang merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena posisinya yang begitu terpencil, maka sarana laut menjadi salah satu andalan para penghuni pulau untuk tetap terhubung dengan pulau lainnya yang berada di NTT. Transportasi lainnya yaitu dengan pesawat namun harganya kurang terjangkau.

Baca juga : Orangtua Ini Ajak Anaknya Bolos Sekolah untuk Jalan Kaki Keliling Dunia

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Untuk mencapai pulau Sabu melalui jalur laut dari kota Kupang, pada umumnya orang-orang biasa memakai kapal Awu dan Fungka. Untuk harga tiketnya dengan fasilitas kamar untuk kapal Fungka biasa di jual dengan harga sekitar Rp300.000, untuk kapal Awu dengan fasilitas kamar sekitar Rp600.000 (harga bisa berubah sewaktu-waktu).

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam. Namun dengan cuaca yang terkadang tidak menentu bisa kurang atau lebih dari itu. Kondisi di laut sabu sendiri cukup ganas dengan kedalaman laut dan gelombang besar, sehingga diperlukan persiapan obat dan kebutuan lainnya karena sangat memungkinkan untuk merasakan mabuk laut.

Perjalanan Laut

Saya memilih untuk berangkat dengan kapal Fungka dengan fasilitas kamar dari pelabuhan Tenau, Kupang di malam hari, sehingga bisa tidur dan tak terlalu merasakan mabuk laut. Pada pagi hari saat matahari bersinar dengan indahnya dari ufuk barat di balik pulau sabu, kapal mulai mendekati pelabuhan. Terlihat cukup banyak orang yang menunggu di dermaga. Beserta para portir yang langsung berkerumun masuk saat kapal bersandar di dermaga.

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Karena rumah yang begitu dekat dengan pantai, saya di jemput oleh kakak saya dengan motor. Beberapa hari setelah istirahat, memutuskan untuk pergi piknik ke Kelabba Maja.

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Dari arah Seba, Kelabba Maja di tempuh dengan waktu sekitar 1,5-2 jam. Dikarenakan jalan masih dalam tahap pelebaran dan perbaikan. Saya berangkat mengendarai mobil dengan kondisi jalan yang sanagat berdebu. Jadi ada baiknya untuk menggunakan masker saat berkendara dengan motor.

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Kelabba Maja sendiri terletak di dataran tinggi dengan pemandangan laut yang indah dari atasnya. Dan selama perjalanan hampir setengah jalan melewati pinggir pantai. Sangat memanjakan mata. Dan jika ingin berhenti dan mampir ke pantai, kita tinggal memarkir kendaraan dan berjalan lurus dari pinggir jalan menuju pantai yang langsung terlihat dari jalan.

Pemandangan dari atas Kelabba Maja

Saat sampai di tempat, saya hanya bisa menganga pada awalnya. Sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan pemandangan yang begitu indah dan tak biasa. Seolah-olah dan mungkin sekali ada tempat seindah ini di pulau kecil mungil ini.

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Pemandangan tersebut berupa hamparan bebatuan dengan warna yang epik dan lekukan-lekukan bebatuan yang terususun acak dan begitu sedap di pandang mata. Saya begitu terpana, seolah-olah sedang menatap tempat yang bukan asli bumi. Perjalanan turun menuju dasar melewati pohon-pohon duri yang cukup tajam, jadi alangkah baiknya apabila menggunakan pakaian panjang kesana.

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Daerah sekitar Kelabba Maja masih sangat sepi penduduk, hanya ada satu penjual yang ada di dekat lokasi, jadi ada baiknya untuk membawa bekal sendiri dari rumah. Jika ada hal-hal yang ingin di tanyakan atau membutuhkan guide untuk turun ke bawah atau sekedar mengambil foto, kita dapat meminta tolong pada warga sekitar yang dengan senang hati menjadi guide dengan tarif yang tidak di tentukan sendiri. Saya memberikan bayaran Rp50.000 kepada bapak guide yang sudah begitu ramah menemani perjalanan saya dan mengambilkan foto dengan gaya yang cukup profesional.

(c) Val Lestari
(c) Val Lestari

Keseluruhan tempat wisata ini bisa saya katakan sangat indah dan begitu unik, membuat siapapun yang datang dan melihat tak mampu untuk menjelaskan keindahannya dengan kata-kata. Hanya saja memang biaya yang dikeluarkan untuk menuju tempat ini tidaklah murah, apalagi untuk penduduk yang tinggal di pulau Jawa.

Cobalah untuk menabung jauh-jauh hari sebelum menuju kemari agar segala keburuhan selama di pulau Sabu dapat terpenuhi.

“Life is a travel trough the nature, then love it, keep it and travel everywhere”.

  Next

ramadan

Written by Val Lestari

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Menikmati Keindahan Ai Lemak di Sumbawa, Pesona Indonesia Timur

Yo Ayo Moyo, Surga Tersembunyi di Sumbawa