in , ,

Doyan Minum Kopi? Coba Kopi Merah Jambuwer

Kabupaten Malang terkenal dengan produk kopinya, salah satu yang sudah banyak dikenal adalah kopi Dampit. Namun, bagi sebagian orang mungkin belum mengetahui ada kopi jenis lain yang tidak kalah dalam segi rasa dan pengolahannya dengan kopi Dampit, yaitu kopi Jambuwer. 

Baca juga : Pempek Tak Hanya Digoreng, Kuliner Khas Palembang Ini Juga Bisa Dipanggang

Kopi merah Jambuwer saat dipanen. Foto Bayu Novanta

Tanaman kopi ini tumbuh di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang yang memiliki ketinggian 500 mdpl. Kopi ini dikelola oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) Mekartani, yang anggotanya terdiri dari sebagian warga Desa Jambuwer.

Berkat kerja keras dan usaha gapoktan, perlahan kopi ini mulai dilirik pasar. Bahkan, lokasi tanaman ini sering dikunjungi oleh wisatawan maupun beberapa kalangan untuk studi banding dan juga edukasi mengenai pengolahan kopi.

Petani kopi dari kelompok gapoktan melakukan petik merah biji kopi, di Desa Jambuwer. foto Bayu Novanta

Salah satu alasan diliriknya kopi dari Jambuwer karena produk unggulannya yaitu kopi merah jambuwer. Kopi ini memiliki jenis yang sama dengan biji kopi lainnya. namun, diolah dengan cara yang berbeda. sehingga menghasilkan keseimbangan rasa yang pas. Karena hal itu, ada beberapa kedai dari luar kota Malang, yang sering mengambil biji kopi di sini untuk memenuhi kebutuhan kedai kopinya.

para petani ini menunggu biji kopi yang akan dipetik benar-benar merah. “Untuk menghasilkan cita rasa dan aroma kopi yang bagus, kita melakukan perawatan kebun dan juga proses petik merah”Kata Teguh Suwiyono, 44, salah satu anggota gapoktan Mekartani.

Petani kopi dari kelompok gapoktan melakukan petik merah biji kopi, di Desa Jambuwer. foto Bayu Novanta

Upaya menjaga rasa dan aroma dengan petik merah, telah dilakukan oleh sebagian anggota kelompok tani di Desa Jambuwer kurang lebih selama dua tahun terakhir ini. mereka mulai berbenah dan tak jarang melakukan evaluasi bersama pegiat kopi di Malang.

Biji kopi yang telah di panen. Foto Bayu Novanta

Pasca panen, biji ini diolah dengan beberapa cara. yang pasti pasca panen, para petani mencuci biji kopi merah ini. setelah di cuci, sebagian langsung di jemur di green house milik petani dan ini yang disebut dengan proses natural. selain itu, ada juga proses semi wash dengan proses pengeringan yang lebih cepat dari pada proses natural.

Petani kopi Jambuwer mencuci biji kopi pasca panen. foto Bayu Novanta

Penjemuran dengan menggunakan green house ini, bertujuan agar kebersihan kopi yang mempengaruhi rasa dan aroma lebih terjaga. Meskipun belum semua petani kopi Jambuwer yang tergabung dalam gapoktan melakukan hal ini. sebagian lagi masih menggunakan cara lama, yakni pengeringan dengan dijemur langsung di teras rumah beralaskan terpal.

Petani melakukan penjemuran biji kopi di green house. foto Bayu Novanta

Para petani mengaku, jika menggunakan green house harga jual kopinya bisa lebih mahal karena rasa dan aroma lebih terjaga. meskipun, untuk membuat green house membutuhkan modal. 

Giacomo Tabacco (tengah) warga Negara Itali saat berada di Desa Jambuwer, Kabupaten Malang. Foto Bayu Novanta

Beberapa pengunjung kerap berkunjung kesini, untuk menikmati kopi dan jika beruntung atau sedang musim panen pengunjung bisa ikut petani untuk melakukan pemetikan kopi. seperti yang dilakukan Giacomo Tabacco, warga negara Itali yang berkunjung ke desa ini. 

“ini pertama kali saya melihat proses pemetikan dan juga pengolahan kopi” kata Tabacco sambil merasakan kopi Jambuwer. Selain itu, tak sedikit warga Malang yang berkunjung kesini terutama penyuka kopi. 

Kedai kopi milik gapoktan Mekartani di jalan raya Jambuwer. foto Bayu Novanta.

Untuk pengunjung yang berniat datang kesini, bisa langsung menuju kedai kopi yang berada di jalan raya Jambuwer. Kedai ini juga dikelola oleh gapoktan. berbagai sajian menu kopi ada di sini dan kebanyakan dengan cara penyajian manual brewing.

Penyeduhan kopi Jambuwer. foto Bayu Novanta.

Bagi pengunjung yang ingin melihat proses pemetikkan biji kopi, bisa dibicarakan terlebih dahulu setelah berada di kedai ini. jika waktu musim panen, tak segan para petani mengajak para pengunjung untuk panen kopi. Next

ramadan
fi nanggala

KRI Nanggala-402 Ditemukan Pada Kedalaman 838 Meter, Seluruh Awak Kapal Dinyatakan Gugur

fi iftar in the sky

Iftar In The Sky di Dubai, Buka Puasa Naik Jet Pribadi ala Sultan