in , ,

Monumen Penjara Banceuy, Mengenang Momen Kelam Bung Karno

Menyambangi Monumen Penjara Banceuy di Sekitaran Bandung

Patung Bung Karno di Monumen Penjara Banceuy
Patung Bung Karno di Monumen Penjara Banceuy (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Jika sedang jalan-jalan di Kawasan Asia Afrika atau Jalan Braga di Bandung, jangan lewatkan mampir ke Monumen Penjara Banceuy. Di sini Teman Traveler bisa melihat bekas tempat Ir Soekarno pernah ditahan selama empat tahun. Nilai sejarahnya sangat tinggi.

Baca juga : Pesona Pantai Kartini Jepara, Keindahan yang Istimewa

img_e9411_Avv.JPG
Monumen tampak depan (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Monumen Penjara Banceuy masuk dalam Komplek Banceuy Permai. Alamat tepatnya ada di Jalan Banceuy, Braga. Lokasinya hanya berjarak sekitar 140 meter dari Masjid Al Imtizaj. Teman Traveler bisa menuju sini dengan berjalan kaki sekitar lima menit saja.

Monumen Inspiratif

img_9401_Qdn.JPG
Batu dengan kalimat bijak Bung Karno di permukaannya (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Di depan halaman monumen Teman Traveler akan melihat sebuah batu dengan kalimat terkenal dari Ir Soekarno, yang sempat beliau ucapkan pada 3 April 1958 silam. Kalimat tersebut berbunyi:

“Lebih besar daripada orang – orang besar itu ialah ide yang bersemayam di dalam dada. Ide tidak bisa dikurung di dalam penjara. Pemimpin badaniah bisa dikurung di dalam penjara, tetapi ide besar yang bersemayam di dalam ia punya dada tidak bisa dikurung di dalam penjara.”

Kala saya berkunjung hanya pintu belakang yang dibuka. Agar bisa melihat monumen secara keseluruhan, saya harus berjalan sedikit memutar. Setelah beberapa kali mengayunkan langkah, saya pun akhirnya mendapati Patung Bung Karno dengan pose duduk sembari memegang buku.

tyimg_9746_dst.JPG
Patung Bung karno dengan pose duduk memegang buku (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Di sini juga terdapat satu lagi kalimat bijak dari Sang Presiden Pertama, yang berbunyi.

“Selku lebarnya satu setengah meter, separonya sudah terpakai untuk tidur dan panjangnya betul – betul sepanjang peti mayat. Ia tidak berjendela tempat menjenguk dan tidak berjeruji supaya bisa mengintip keluar. Tiga buah dinding dari kuburanku adalah semen mulai dari lantai sampai ke loteng.

img_9742_U3o.JPG
Tulisan yang menggambarkan suasana sel Bung Karno (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Penjara Belanda di jaman kami tidak dapat disamakan dengan penjara yang bisa disaksikan di layar putih dimana penjahat dijebloskan ke dalam sel yang luas berjeruji besi, pakai lampu dan masuk udara dari segala penjuru. Pintu kami terbuat dari besi hitam padat dengan sebuah lobang kecil. lobang ini ditutup dari luar. Penjaga dapat melihat ke dalam, akan tetapi ia tertutup buat kami.”

Kalimat demi kalimat tersebut seolah menggambarkan suasana kelam yang dialami Bung Karno, dalam perjuangannya memerdekakan Indonesia. Sungguh amat inspiratif.

Kisah dari Masa Lampau

img_9406_2QV.JPG
Patung Bung Karno dari kejauhan (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Berjalan di sekitar sini, Teman Traveler akan temukan beberapa potongan kisah sejarah yang menceritakan perkembangan Penjara Banceuy dan perjalanan hidup Bung Karno selama berada di Bandung. Ada juga kalimat yang menjelaskan pengalaman perdana Sang Proklamator ketika baru menjejakkan kaki di Kota Kembang.

Tampak Terbengkalai

img_9744_CQN.JPG
Grafik perjalanan sejarah yang terpampang di permukaan dinding (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Ketika saya berkunjung, tak tampak ada pelancong atau wisatawan lainnya. Saya hanya sempat menemui Pak Ahmad, penjaga monumen yang tampak sibuk membersihkan area sekitar dengan dibantu oleh beberapa pekerja lain.

Berdasarkan obrolan saya dengan Pak Ahmad, terungkap bahwa monumen ini jarang mendapat kunjungan, terutama dari para generasi muda. Suasananya baru akan ramai menjelang perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Hmm, sebenarnya sayang sekali ya jika monumen semacam ini tidak banyak dikenalkan pada wisatawan. Ada begitu banyak kepingan sejarah menarik untuk dipelajari.

Gratis Masuk

img_9749_IBZ.JPG
Lorong dengan kisah sejarah di tiap sisinya (c) Lina Auliani/Travelingyuk

Sebagian tempat ini sudah berubah menjadi ruko dan hanya menyisakan sel yang dulu ditempati Bung Karno, sebuah ruang sederhana dengan luas 2,1 x 1,5 meter. Pak Ahmad sendiri mengatakan bahwa ia dengan sukarela merawat monumen ini agar bisa tetap terus dikenang oleh generasi setelah dirinya.

Teman Traveler tak perlu keluarkan uang untuk masuk komplek monumen ini. Namun ada kotak amal jika ingin memberikan sumbangan sukarela. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk perawatan area sekitar monumen.

Jadi sempatkan mampir ke Monumen Penjara Banceuy saat jelajah wisata Bandung, ya. Kapan liburan lagi? Next

ramadan
Suasana di Hidden Beach Vietnam

Hidden Beach, Surga Berjemur Tersembunyi di Vietnam

Soto Bell Dhok Cak Imam

Soto Bell Dhok Cak Imam , Kuliner Jombang yang Bikin Kaget