in , ,

Museum Bank Indonesia, Belajar Sejarah Rupiah

Menelusuri Jejak Sejarah Menarik di Museum Bank Indonesia

Lobi Museum Bank Indonesia
Lobi Museum Bank Indonesia (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Belajar tak melulu identik dengan sesuatu yang membosankan. Teman
Traveler bisa mendapat banyak pengetahuan baru meski sambil nikmati liburan bersama teman maupun keluarga. Salah satu caranya dengan mengunjungi Museum Bank Indonesia.

Baca juga : Neo Soho, Mall Baru Paling Hits di Jakarta. Kapan Mampir?

Selain nikmati keindahan arsitekturnya, di sini Teman Traveler bisa temukan banyak informasi sejarah yang bisa digali. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Akses Menuju Museum

museum bank indonesia
Museum Bank Indonesia (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Museum ini terlteak di Jalan Pintu Besar Utara No 3, Jakarta Barat. Posisinya tidak terlalu jauh dari kawasan Kota Tua, di seberang Stasiun Kota dan Halte Transjakarta Kota. Bisa dengan mudah diakses dengan menumpang Trans Jakarta ataupun commuter line.

Tiket Masuk dan Jam Buka

museum bank indonesia
Lobi depan museum (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Museum Bank Indonesia buka tiap hari kecuali hari Senin. Selasa hingga Jumat, Teman Traveler bisa berkunjung antara pukul 08.00 hingga 15.30. Jika mampir saat Sabtu atau Minggu, museum di Indonesia ini akan siap beroperasi antara pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sementara khusus Jumat, mereka akan tutup selama sejam untuk menghormati ibadah Shalat Jumat.

Pengunjung museum ini biasanya cukup banyak, maka sebaiknya Teman
Traveler datang pagi agar bisa lebih leluasa menikmati arsitektur dan mempelajari semua informasi di dalamnya.

_foto_3__tiket_masuk_museum_4Fv.jpeg
Tiket masuk museum (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

TIket masuk museum dibanderol dengan harga sangat murah, yakni sebesar Rp5.000-an. Tarif tersebut sudah termasuk dengan akses ke fasilitas immersive cinema. Jika menunjukkan kartu pelajar atau mahasiswa, Teman Traveler bakal mendapat akses masuk gratis.

Pihak museum juga menyediakan layanan pemandu wisata apabila Teman Traveler datang dengan rombongan minimal 20 orang. Tapi syaratnya kalian harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Fasilitas ini juga hanya tersedia pada jam-jam tertentu, tepatnya pukul 08.00, 10.00 dan 13.00.

Saksikan Film Pendek di Teater

_foto_4__teater_museum_yVv.jpeg
Teater museum (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Sebelum masuk ruang pameran, Teman Traveler bakal diarahkan ke ruang teater untuk menonton film pendek berjudul ‘Petualangan Si Utas’. Film berdurasi 10 menit ini menceritakan proses pembuatan uang kertas dari kacamata Utas, sosok lembaran uang dua puluh ribu yang dapat berbicara dengan manusia.

Tayangan ini cocok juga untuk anak-anak karena disajikan dengan animasi lucu dan bahasa ringan. Pemutaran film di sini biasanya dilakukan pada pukul 10.00 dan 13.00.

Ruang Pameran Sejarah Bank Indonesia

_foto_5__diorama_RQS.jpeg
Diorama di ruang sejarah (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Museum ini coba tampilkan perjalanan sejarah Bank Indonesia dari awal masa berdiri sebagai De Javasche Bank, serta perannya dalam pergerakan ekonomi Bangsa Indonesia. Semua informasi dikemas menarik dalam bentuk tulisan, poster, foto, diorama, dan video interaktif.

_foto_6__foto_peristiwa_1998_3Ha.jpeg
Foto peristiwa 1998 (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Pengunjung seolah dibawa menyusuri lika-liku waktu dalam berbagai periode sejarah. Tambahan efek suara dan pencahayaan menarik membuat semuanya jadi terkesan makin dramatis.

Ruang Pameran Arsitektur

_foto_7__ruang_hijau_piS.jpeg
Ruang Hijau (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Gedung museum ini punya sejarah cukup panjang. Arsitekturnya merupakan karya seni tersendiri. Beberapa ruangan di sini sengaja dibuka dan dipertahankan keasliannya agar bisa terus dinikmati semua orang. Salah satunya adalah Ruang Hijau atau Ruang Perenungan.

_foto_8__jam_bandul_berusia_hampir_seratus_tahun_LyB.jpeg
Jam bandul berusia hampir seratus tahun (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Ruang Hijau dulunya berfungsi sebagai ruang rapat direksi. Dinamakan demikian lantaran permukaan dindingnya dilapisi marmer berwarna hijau, tampak begitu elegan dan menyejukkan. Bagian atasnya dihias kaca patri berdesain sagu, nila, kapas, gula, pisang, coklat, dan kopi. Tujuh elemen ini merupakan primadona perdagangan Indonesia di awal Abad ke-20.

Satu lagi yang menarik adalah dinding ruangan sebelah barat. Di sini terdapat jam bandul buatan 1928 yang tertanam dalam marmer hijau. Terlihat begitu kuno namun menarik.

Koleksi Uang Kuno

museum bank indonesia
Brankas disulap jadi ruang pameran (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Ruang Numeristik miliki beragam koleksi mata uang dari zaman kerajaan Nusantara hingga era sekarang. Ruangan ini dulunya merupakan salah satu brankas penyimpanan uang De Javasche Bank. Pintu masuknya dibuat dari baja tebal yang bisa dilihat begitu Teman Traveler masuk ke dalamnya.

museum bank indonesia
Mata uang keluaran De Javasche Bank (c) Muthia Anindita/Travelingyuk

Koleksi uang di sini dipamerkan dalam etalase kaca. Masing-masing dilengkapi kaca pembesar untuk membantu pengunjung melihat tiap lembarannya dengan lebih jelas.

Terpana di Immersive Cinema

Di penghujung museum, Teman Traveler bakal dibuat terpana dengan pemutaran film pendek di immersive cinema. Kalian bakal disuguhi film berdurasi 13 menit yang menceritakan sejarah berdirinya Gedung Museum Bank Indonesia.

Efek visual dan animasi tiga dimensi yang ditampilkan bakal membuat kalian seolah-olah terlibat langsung di dalamnya. Pemutaran film ini biasanya berlangsung pada pukul 11.00 dan 14.00.

Bagaimana, banyak sekali bukan hal menarik yang menanti di Museum
Bank Indonesia? Tunggu apa lagi Teman Traveler, sempatkan mampir ke sini jika kalian sedang menjelajah wisata Jakarta ya. Dijamin seru deh. Next

ramadan

Written by muthia anindita

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

Suasana Pantai Sanur

Pantai Sanur Bali, Nuansa Tropis Maksimal

Menikmati Indahnya Telaga Perjaka

Telaga Perjaka, Keindahan Tak Terjamah di Mojokerto