in ,

Museum Bank Mandiri, Jelajah Sudut Sejarah Perbankan Indonesia

Jalan-jalan Sambil Belajar Sejarah di Museum Bank Mandiri

Salah satu sudut Museum Bank Mandiri
Salah satu sudut Museum Bank Mandiri (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Sejarah perbankan Indonesia juga menarik untuk dikulik lho Teman Traveler. Kalian bisa coba mampir ke Museum Bank Mandiri di Jakarta. Tak hanya simpan aneka koleksi berharga, bangunan museum ini juga berhiaskan arsitektur kolonial yang mengagumkan. Yuk, simak ulasan lengkap mengenai hal-hal menarik yang bisa kalian temukan di sana.

Baca juga : Menyaksikan Lumba-Lumba di Habitatnya Langsung Sekaligus Berwisata di Pulau Weh

Piggy Bank

lrm_export_13736456587519_20191003_105754424_1__9bc.jpeg
Sudut ruang Piggy Bank (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Traveler, pernah dengar istilah Piggy Bank? Ternyata sebelum ada sistem perbankan modern, manusia pada masa peradaban kuno kerap menyimpan uang mereka di Piggy Bank atau celengan. Istilah ini berasal dari kata Inggris kuno ‘pygg’, yang artinya kurang lebih benda terbuat dari tanah liat.

lrm_export_12054816349202_20191003_102952784_AIa.jpeg
Beragam bentuk dan bahan celengan (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Di ruangan ini Teman Traveler tak hanya bisa melihat celengan dalam berbagai bahan, namun juga bermacam bentuk hewan. Mulai dari ayam, kucing, babi, dan masih banyak lagi. Ada juga beberapa celengan lain yang terbuat dari bambu.   

ATM Berukuran Besar

lrm_export_9712385343012_20191003_011611855_Gk2.jpeg
Ukuran dan bentuk ATM (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Masih berhubungan dengan uang dan tabungan, siapa di antara Teman Traveler yang sering menggunakan ATM? Yap, di museum ini kalian bisa melihat penampakan mesin ATM berusia lebih dari setengah abad. Mesin penarikan uang modern ini tercatat pertama kali muncul sekitar tahun 1966.  

lrm_export_14996560649069_20191003_111854528_1__aI0.jpeg
Mesin tek manual (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Seperti yang bisa Teman Traveler lihat di atas, mesin ATM ternyata sudah mengalami banyak perubahan bentuk dan ukuran dari masa ke masa. Dari awalnya berukuran super besar menjadi lebih simple seperti yang sering ditemukan sekarang. Koleksi mesin ATM lawas ini bisa kalian lihat di lantai satu museum.

Kaca Kolase

lrm_export_12656630421472_20191003_103954598_5X9.jpeg
Kaca kolase (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Begitu menapaki tangga menuju lantai dua museum, Teman Traveler bakal disambut kaca patri atau kolase berukuran besar. Meski tidak berkaitan langsung dengan sejarah perbankan, kehadiran benda ini layak mendapat apresiasi atas keindahannya. Pancaran sinar yang menembus permukaannya menghasilkan berkas cahaya cantik nan menarik perhatian.

lrm_export_12820050316983_20191003_104238018_l6V.jpeg
Kaca Kolase (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Tak sembarangan, paduan warna di kaca kolase ini ternyata memiliki makna khusus. Kelimanya menggambarkan empat musim di Eropa dan keindahan alam Indonesia.

Unsur keindahan alam Indonesia digambarkan di tengah-tengah dengan desain menyerupai gunung vulkanik mengeluarkan asap. Sementara empat bilah kaca lain menggambarkan musim dingin, gugur, panas, dan semi di Belanda.

Lampu Gantung

lrm_export_12877450442117_20191003_104335418_hXe.jpeg
Lampu gantung di lantai dua (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Sudut menarik lainnya adalah langit-langit ruangan museum yang menjulang tinggi dan dihiasi lampu gantung alias chandelier dengan beragam ukiran menarik. Asesoris yang populer pada Abad ke-15 ini awalnya hanya digunakan untuk menyimpan lilin, namun belakangan sudah diganti dengan lampu. Teman Traveler bisa melihatnya di lantai dua museum.

lrm_export_14001899429449_20191003_110219866_1__LEl.jpeg
Langit-langit ruangannya cukup tinggi (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Sebutan Chandelier sendiri tidak diberikan sembarangan. Namanya berasal dari kata latin ‘candela’ yang berarti lilin. Selain berfungsi sebagai penerang, juga untuk menandakan status seseorang. Tak heran banyak kaum bangsawan Eropa di Abad ke-17 banyak menghiasi rumah mereka dengan chandelier berbahan kristal.

Ruangan Bank Lengkap

lrm_export_9494779523251_20191003_011234249_RvS.jpeg
Deretan patung di Ruangan Kassier (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Secara garis besar museum ini menampilkan benda-benda dan diorama kegiatan sebuah bank. Begitu Teman Traveler masuk, Teman Traveler bakal langsung disambut deretan patung yang menggambarkan aktivitas di Ruang Kassier

lrm_export_14282481558925_20191003_110700449_1__pUL.jpeg
Menuju Ruang Brandkast di lantai bawah (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Teman Traveler juga bisa mampir ke Ruang Brandkast alias ruang penyimpanan uang di lantai bawah. Selain itu masih ada ruang pembukuan dan konservator di lantai satu, ruang rapat di lantai dua, serta banyak ruangan lain yang masih terawat baik sejak bangunan bank berdiri tahun 1929.  

Lokasi Museum Bank Mandiri

lrm_export_13027030503310_20191003_104604997_IKU.jpeg
Lingkungan Wisata Kota Tua (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Museum Bank Mandiri berada di kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, tepatnya di Jalan Lapangan Stasiun no. 1, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat. Kalian bakal langsung melihat bangunannya begitu tiba di Halte Kota via Bus Transjakarta atau di Stasiun Kota menggunakan kereta api atau KRL.   

lrm_export_13137602178893_20191003_104755569_x0e.jpeg
Wisata kuliner (c) Yudi Rahmatullah/Travelingyuk

Begitu puas menjelajah tiap sudut ruangan museum, Teman Traveler bisa habiskan waktu sambil jalan-jalan di Kota Tua. Kalian bisa menjelajah deretan wisata kuliner, berburu aneka merchandise, serta mencoba sepeda onthel di lapangan sekitar.  

Itulah sekilas ulasan mengenai Museum Bank Mandiri. Sebenarnya masih banyak sudut menarik dan unik di dalamnya, Teman Traveler bisa menjelajahnya lebih dalam ketika sedang menjelajah wisata Jakarta. Selamat jalan-jalan! Next

ramadan

Written by Yudi Rahmatullah

Penulis adalah kontributor lepas di travelingyuk.com

4 Wisata Kuliner Legendaris Bogor, Kamu Pasti Penasaran!

Menu grill di Aventree Malang

Aventree, Makan ala Oppa-oppa 100 Persen Halal