in ,

Wisata ke Museum Benteng Vredeburg, Sambangi Jogja di Masa Silam

Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg

Patah hati memang menyakitkan. Teman Traveller pasti pernah merasakan bagaimana remuknya hati akibat ditinggalkan atau meninggalkan pasangan `kan? Banyak cara yang dilakukan agar sembuh dari patah hati dan segera move on. Ada yang merenung untuk menenangkan diri, liburan,
mengikuti kegiatan komunitas, dan masih banyak lagi kegiatan positif lain yang bisa dilakukan.

Baca juga : Mie Kluntung Pak Yanto, Kuliner Malam Surabaya yang Kuahnya Bikin Ngiler

Pintu masuk Museum Vredeburg/ Ana W.

Kalau saya nih, memilih jalan-jalan ke Museum Vredeburg setelah ditinggalkan pasangan tanpa penjelasan. Kok museum? Ya, daripada terus-terusan mengenang kisah lampau bersama mantan, mending saya menghabiskan waktu dengan mengenal dan mempelajari masa silam bangsa Indonesia di Museum Benteng Vredeburg. Wawasan jadi bertambah luas, lho!

Museum Benteng Vredeburg ini cocok banget buat Teman Traveller yang selalu ingin tahu dan punya kemauan belajar yang kuat. Selain itu, tempat ini akan sesuai dengan teman-teman yang memiliki kepribadian introvert. Suasana tenang akan membuat para introvert merasa nyaman nih.

Benda-benda kuno yang dipakai pada zaman dulu/ Ana W.


Museum ini menawarkan beragam informasi yang memperkaya pengetahuan. Teman Traveller akan disuguhi jejak-jejak sejarah dalam museum ini mulai dari bangunan, koleksi realia (benda-benda bersejarah seperti pakaian, peralatan rumah tangga, naskah, dan sebagainya), dan ruangan berisi adegan-adegan bersejarah yang dirancang dalam bentuk diorama. Belajar sejarah di museum ini mengasyikan.

Nuansa hijau yang meneduhkan/ Ana W.

Ada bayak ruangan-ruangan menarik di sini. Lingkungan sekitar museum juga cukup menyejukkan dengan pepohonan yang hijau. Jika lelah, pengunjung bisa beristirahat di tempat duduk yang disediakan di tengah-tengah kawasan museum. Tempatnya rindang karena dipayungi tumbuhan hijau. Atau, kalau mengajak anak-anak, bisa memanfaatkan tempat bermain anak-anak yang tersedia di beberapa sudut.

Potret sejarah di Museum Benteng Vredeburg/ Ana W.

Sepatutnya sebuah museum yakni menjadi tempat peninggalan
cerita dari masa lalu. Nuansa yang tercipta pun terkesan klasik karena
berkaitan dengan zaman dahulu namun tetap menarik untuk dinikmati oleh masyarakat zaman sekarang. Museum Benteng Vredeburg ini ternyata dibangun saat masa kolonial Belanda. Dibangun tahun 1670 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tak heran museum ini menyimpan kisah berharga masa silam.

Benteng Vredeburg / Ana W.

Museum ini menyimpan peristiwa penting selama pada masa kolonial, mulai dari zaman Belanda hingga Jepang, sampai pada masa
pemerintahan Orde Baru. Kalian akan bisa menapaki setiap masa sejarah tersebut di Yogyakarta. Sepeerti zaman Perang Diponegoro, zaman pendudukan Belanda, zaman pendudukan Jepang, zaman Kemerdekaan, hingga ke zaman pemerintahan Presiden Soeharto. Mau tahu apa saja peninggalan dan peristiwa penting yang terjadi di Yogyakarta selama periode masa tersebut? Teman Traveller harus ke Museum Benteng Vredeburg dulu.

Kalimat yang sering didengar dalam dunia pendidikan/ Ana W.

Museum Benteng Vredeburg ini benar-benar strategis, lho. Teman Traveller yang berasal dari luar Yogyakarta tak perlu khawatir karena lokasi masih sekitar Jalan Malioboro. Sesampaianya di Stasiun Tugu, teman-teman bisa langsung menelusuri kawasan Malioboro dan nantinya akan menemukan Museum Benteng Vredeburg. Tinggal jalan kaki. Enak `kan?

Apalagi jika Teman Traveller liburan ke Yogyakarta sebagai backpacker seperti saya setahun lalu. Dijamin seru dan mudah. Seperti menyelam sambil minum air. Setelah dari museum, teman-teman bisa menjelajah kawasan Malioboro sampai puas atau nongkrong-nongkrong sore di Titik Nol Kilometer. Semua itu bisa diakses dan dekat dengan Museum Benteng Vredeburg. Next

Suasana Museum Benteng Vredeburg/ Ana W.
ramadan
Rodjo Kopi via IG @authentmagz

Kafe Pinggir Rel Kereta di Malang, Santai Tapi Deg-Degan

Suroboyo Bus

Cara Naik Suroboyo Bus, Transportasi Surabaya Bayarnya Pakai Botol