in , ,

Museum Layang-layang, Wisata Edukasi Seru di Ibu Kota

Jalan-jalan Kreatif di Museum Layang-Layang Jakarta

Koleksi di Museum Layang-Layang
Koleksi di Museum Layang-Layang (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Layang-layang adalah salah satu permainan yang mungkin sempat Teman Traveler coba semasa kecil dulu. Sayang, seiring berkembangnya era digital permainan ini makin dilupakan. Namun jangan khawatir, kalian masih bisa melihat pentingnya warisan budaya yang ditinggalkan di Museum Layang-layang.

Baca juga : Hotel Pinggir Pantai di Maluku, Duduk di Beranda Sambil Liatin Lautan

Berada di Kawasan Jakarta Selatan

whatsapp_image_2019_09_03_at_00_ODa.jpeg
Area depan museum (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Beralamat di Jalan H. Kamang No.38, RT.8/RW.10, Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, museum ini buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Menuju sini sangat mudah Teman Traveler. Kalian tinggal berpatokan pada Rumah Sakit Fatmawati menuju Jalan H. Kemang, kemudian lanjutkan dengan masuk gang yang jaraknya sekitar 200 meter dari jalan besar. Bangunan museum akan terlihat di sisi kanan jalan.    

dsc_0770_DcC.JPG
Ruang Tontonan (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Begitu masuk Teman Traveler bakal mendapat sambutan hangat dari petugas yang berjaga. Cukup bayar biaya registrasi sebesar Rp15.000, kalian sudah bisa puas berkeliling area sekitar. Tapi sebelum itu, kalian akan diajak menyaksikan film terlebih dahulu.

dsc_0788_CDP.JPG
Kursi di ruang tontonan (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Film ini menceritakan tentang asal usul layang layang. Di situ dikisahkan bahwa hingga kini tak ada yang tahu pasti di mana layang-layang pertama ditemukan. Sejumlah peneliti mengatakan dari Tiongkok, namun ada juga pendapat lain yang menyebutkan asalnya dari kawasan sekitar Sulawesi.

Ruang tempat menayangkan film dihiasi deretan lukisan layangan hasil karya anak bangsa, mulai dari murid TK hingga dewasa. Teman Traveler bisa menonton film sambil duduk di bangku maupun lesehan di atas tikar.  

Keliling Museum 

whatsapp_image_2019_09_03_at_01_Udb.jpeg
Aula pameran (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Rampung menonton film, pemandu akan mendampingi Teman Traveler berkeliling. Kalian akan mendapat penjelasan soal bagaimana museum ini didirikan pada 2003 oleh pecinta layang layang bernama Endang W. Puspoyo. Museum semacam ini hanya ada satu di Indonesia. Memang di Taman Mini Indonesia Indah ada beberapa koleksi layang-layang, namun jumlahnya tak sebanyak di sini.

dsc_0802_n3v.JPG
Layang-layang Capung (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk
whatsapp_image_2019_09_03_at_01_W49.jpeg
Foto Ibu Endang W. Puspoyo (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Di sini Teman Traveler bisa melihat beragam jenis layang-layang. Mulai dari layangan kreasi, tradisional, hingga olahraga. Bentuk dan bahannya juga beragan. Ada yang dari plastik, kertas, kain, pelepah daun pisang, dan masih banyak lagi.

Koleksi layangan di museum ini juga bervariasi dari segi asal dan motif. Terkadang seorang perajin memang suka menonjolkan desain sesuai keunikan daerah asalnya. Teman Traveler bisa melihat uniknya layang-layang dari India, Vietnam, Tiongkok, Jepang, Belanda, dan masih banyak lagi. 

dsc_0818_Q9v.JPG
Layang-layang dari berbagai negara (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk
dsc_0815_w3B.JPG
Layang-layang terkecil (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Menariknya, museum di Jakarta ini Teman Traveler juga bisa saksikan koleksi layang-layang terkecil. Lebarnya hanya mencapai dua centimeter! Namun tentu saja, menerbangkannya tidak bisa terlalu tinggi karena bisa merusak layang-layang itu sendiri. Unik ya?

Belajar Membuat Layangan

whatsapp_image_2019_09_03_at_01_Rct.jpeg
Belajar membuat layangan (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Setelah dikenalkan dengan beragam bentuk dan motif layang-layang, pemandu akan mengajak Teman Traveler belajar membuat layangan sendiri. Begitu sampai di aula, kalian akan diberi sedikit penjelasan dan bahan-bahan berupa kerangka bambu, kertas minyak, lem, dan krayon.

Cara membuatnya cukup sederhana kok. Sisi kerangka bambu yang halus diberi lem dan diletakkan di atas kertas minyak. Tekan kerangka supaya menempel sempurna. Beri jarak sekitar dua centimeter ke arah luar. Setelah dipotong, lem sisi yang dibutuhkan untuk membentuk layangan. Terakhir, hiaslah sesuai imajinasi menggunakan krayon yang tersedia. 

Jika sudah selesai, pemandu akan membantu Teman Traveler memasangkan tali agar kalian bisa menerbangkan layangan kreasi sendiri. Mau dibawa pulang juga boleh lho.

Layangan Wayang

Layangan wayang
Layangan wayang (c) Denah Lucky Sari/Travelingyuk

Beranjak dari aula, pemandu akan membawa Teman Traveler melihat jenis layang-layang dengan motif wayang. Semuanya dilukis langsung oleh para seniman Indonesia. Koleksi di sudut ini ada yang lebarnya mencapai lima meter. Konon ada yang proses penyelesaiannya memakan waktu hingga berhari-hari lho. Beberapa bahkan ada yang pernah dipamerkan di hadapan Presiden Jokowi dan Presiden India.

Itulah sedikit pengalaman saya mampir ke Museum Layang-layang. Selain bagus untuk wisata edukasi, destinasi ini juga sediakan sejumlah fasilitas seperti WC, mushola, area parkir luas, dan mushola. Jika sedang menjelajah wisata Jakarta, jangan lupa mampir ke sini ya. Next

ramadan

Wisata Bunga Mawar Karangpring, Jember, Diolah Jadi Teh Hingga Pomade

Ruang Tersembunyi di Balik Pelantikan DPR RI, Kamu Harus Tahu!