in ,

Pernah Diusir Ibu Kos, Perjuangan Owner Cokelat Klasik Patut Ditiru Pemuda Indonesia

Pejuang Kuliner Indonesia Lewat Cokelat Klasik, Patut Diacungi Jempol!

FI via Instagram @manan_fadlul

Pemuda Indonesia memang dikenal tangguh, tidak terkecuali Martalinda Basuki, owner di balik suksesnya Cokelat Klasik. Namun rupanya terselip cerita perjuangan sang owner Cokelat Klasik yang mengantarnya menjadi sesukses sekarang. Bagaimana kisahnya? Simak ulasan berikut.

Baca juga : Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Sementara Gunung Panderman Kebakaran

Berawal dari Kafe Kecil di Pare, Kediri

Owner Cokelat Klasik
Martalinda Basuki via Instagram @lindalala91

Kisah Cokelat Klasik berawal dari sebuah kafe sederhana di Kampung Inggris Pare, Kediri yang menjual beragam makanan dan minuman. Rupanya peminatnya cukup banyak sampai sang owner mendapatkan modal untuk membuka kafe yang kedua.

Sayangnya kesuksesan belum mengikuti kafe yang kedua, sebab kawasan Kampung Inggris kala itu sedang sepi. Akhirnya diputuskan untuk menutup tempat nongkrong tersebut. Sang owner Cokelat Klasik memutuskan untuk memindahkan usaha ke Malang.

Di Malang dia lebih memilih untuk fokus menjajakan minuman cokelat. Bukan tanpa sebab. Lala, panggilan akrab Martalinda Basuki, telah melakukan survei dan ditemukan bahwa lebih banyak customer yang menyukai cokelat. Dia pun bukan lagi berjualan di kafe melainkan rombong.

Bubuk Cokelat Bertebaran Bikin Diusir Ibu Kos

Owner Cokelat Klasik
Varian Minuman Cokelat Klasik via Instagram @cokelat_klasik

Seiring berjalannya waktu Cokelat Klasik pun berhasil merambah ke beberapa lokasi di Malang. Namun apakah perjuangan sang owner selesai sampai di situ? Rupanya belum.

Lala mengepak sendiri cokelat yang harus dikirim ke rombong. Memindahkan bubuk cokelat dari karung-karung besar ke dalam kemasan plastik. Semua dilakukan dari kamar kosnya.

Owner Cokelat Klasik
Nongkrong di Cokelat Klasik Cafe via Instagram @cokelatklasikcafe

Tidak disangka hal tersebut cukup mengganggu sang pemilik kos. Sebab bubuk cokelatnya bertebaran ke mana-mana, mengundang semut, dan membuat becek saat bercampur dengan air. Konon, dia pun sampai diusir bahkan lebih dari sekali.

Namun hal tersebut tidak membuat nyalinya surut. Sang owner Cokelat Klasik menemukan tempat yang tepat untuk melakukan packing. Bahkan saat menyandang status mahasiswa, dia telah berhasil menyabet juara Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2015.

Berhasil Mendirikan Ratusan Outlet di Indonesia

Cokelat Klasik
Cokelat Klasik Cafe Batu via Instagram @manan_fadlul

Berkat kegigihannya, kini Teman Traveler dapat menemukan 300an gerai Cokelat Klasik di sekitar 24 kota/ kabupaten di Indonesia. Nah, setelah sukses dengan sistem rombong, sang owner Cokelat Klasik pun memutuskan untuk melebarkan sayap bisnisnya.

Ragam Menu Cokelat Klasik Kafe di Denpasar via Instagram @foodbali

Mulailah muncul Cokelat Klasik Cafe yang mampu menampung sampai ratusan pembeli. Lokasinya bukan hanya di Malang, namun ada juga di Denpasar, Bali. Menu andalan Cokelat Klasik Cafe tetaplah minuman olahan cokelat. Ditambah dengan berbagai minuman lain, makanan ringan & berat.

Merambah ke Bisnis Kuliner Lain

Gerai Kristalking via Instagram @lukikorii

Masih belum usai usaha owner Cokelat Klasik dalam memuaskan pecinta kuliner Indonesia. Dia juga mendirikan bisnis kuliner lain, di antaranya Dapur Lala dan Kristalking.

Dapur Lala lebih fokus pada penganan berat seperti aneka mie, gado-gado, dan lainnya. Namun sekarang Dapur Lala telah melebur bersama dengan Cokelat Klasih Cafe. Selanjutnya adalah Kristalking yang digadang-dagang merupakan pelopor minuman berbahan dasar karamel.

Usaha giat dari Martalinda Basuki dapat dijadikan sebagai contoh bahwa pemuda Indonesia memang punya semangat luar biasa. Teman Traveler setuju, bukan? Next

ramadan
Mie Ayam PDS Cilacap

Mie Ayam PDS Cilacap, Pangsit Depan Sekolah yang Melegenda

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Gurihnya Bikin Nagih!